MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Hanya rumor


Malam hari.


Pukul delapan malam Ilham baru pulang ke mensionnya.


Zira seperti biasa jika jam delapan ia pasti sedang menidur kan bayi bayi nya.


Cklekkk


Ilham melangkah masuk ke dalam kamar, melihat istrinya sedang menidur kan si 3AR.


"Assalamualaikum" Salam Ilham, ternyata Ilham telat pulang, karena siang tadi ia ada perjalanan bisnis.


"Waalaikumsalam" Jawab Zira hampir tidak terdengar.


Ilham melangkah ke dalam kamar mandi untuk membersih kan tubuhnya. Saat keluar dari kamar mandi, dia melihat anak anak nya sudah tertidur masing-masing di ranjang bayinya.


Ilham melangkah ke dalam ruang ganti, kemudian memakai pakaiannya, saat keluar dari ruang ganti, ia mengedar kan pandangan nya mencari keberadaan Zira.


Kemana dia. Batin Ilham mencari keberadaan istrinya. ia melihat ke arah balkon kamar, ternyata Zira berada di sana sedang memain kan ponselnya, lebih tepatnya, hanya mengutak atik ponselnya tanpa melakukan apa pun dengan fikiran yang melayang kemana mana.


Ilham membawa langkah kakinya menghampiri Zira. "Zira, kita harus bicara" Kata Ilham menatap istrinya.


"Bicara saja" Jawab Zira tanpa melihat ke arah suaminya.


"Aku minta maaf" Ucap Ilham menatap istrinya. Ia juga menduduk kan bokong nya di sisi istrinya.


"Untuk apa minta maaf" Kata Zira masih setia melihat layar ponselnya.


"Tentang rumor yang tersebar itu Zira, aku bersumpah jika aku tidak melakukan apa pun, apa yang kau lihat itu hanya sebuah kesalah pahaman saja, sejatinya aku dengan wanita itu tidak memiliki hubungan apa pun" Jelas Ilham.


Ilham menarik nafas dalam dan mulai mencerita kan tentang yang terjadi dan bagaimana mereka berdua bisa tertangkap camera.


"Berarti kak Ilham yang memang tidak bisa menjaga rumah tangga kita, sudah tau wanita yang seperti itu, ngapain juga mau duduk satu mobil dengan nya" Ujar Zira masih berwajah datar pada suaminya.


Ilham menarik nafas berat karena dia sadar jika apa yang berlaku itu juga karena kesalahan nya sendiri. Seharusnya dari awal lagi dia tegas dan tidak mengijin kan Jenny untuk ikut bersama nya. Ilham juga tau jika Jenny mencoba untuk mendekatinya, hanya saja bagi Ilham tidak penting, yang terpenting menurutnya itu, hatinya bersama dengan istrinya. Tanpa ia sadari jika yang ia anggap tidak penting itu lah yang akan merusak rumah tangganya nanti.


Ilham menggenggam tangan istrinya yang masih memegang ponselnya.


"Percaya lah, aku tidak mungkin mendua kan mu, aku sangat mencintai mu Zira, meski aku tidak pernah mengatakan nya, tapi kau pasti dapat merasa kan perasaan ku pada mu, aku sangat mencintai mu" Ujar Ilham mengungkap kan perasaan nya yang belum pernah iya katakan selama ini.


Zira masih bungkam dan menatap kedalam bola mata suaminya mencari kebohongan melalui netra Ilham.


Zira menghambur memeluk suaminya dan langsung menangis "Maaf kan aku kak, aku terlalu emosi dan tidak ingin mendengar penjelasan kak Ilham, maaf kan aku" Kata Zira. Tangis nya pecah dalam pelukan suaminya.


"Ssssttttt, seharus nya aku yang minta maaf, karena tanpa sadar aku memberikan kesempatan orang lain untuk merusak rumah tangga kita, aku janji aku tidak akan mengulangi nya lagi, aku akan lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan nantinya" Ucap Ilham mengusap usap punggung istrinya.


Zira mengangguk menanggapi ucapan suaminya. Setelah lama menangis Zira melerai pelukannya.


"Terus semalam kak Ilham dari mana, kok enggak ada di rumah" Tanya Zira menarik kaos yang suaminya pakai kemudian mengelap hingusnya di kaos suaminya.


"Aisssssshhh kau jorok sekali, apa yang kau lakukan Zira." Kata Ilham berwajah aneh melihat kaos yang dia pakai.


"Di jawab dulu kak Ilham" Kata Zira tanpa rasa bersalah.


Ilham tersenyum pada istrinya. "Aku di rumah saja, memangnya aku mau kemana, seharus nya yang bertanya itu aku, semalam kau dari mana, apa kau baru pulang bertemu kekasih mu" Sindir Ilham pada istrinya.