
Zira terjaga dari tidurnya saat merasa ada yang memeluk Tubuh nya.
Zira melihat ke arah punggung nya berniat melihat siapa yang memeluk nya.
Bola mata Zira bertemu bola mata suaminya. Zira terdiam sebentar sambil menyerjit dan berfikir.
Sedetik kemudian saat Zira sudah Benar benar tersadar. Dia langsung membolakan kedua bola matanya dan .........
Buk !!
Brakkk !!
"Sssssttttt Zira !!! " Teriak ILham menatap tajam pada Zira yang menendang nya menggunakan tendangan mautnya tepat di perut Suaminya yang membuat ILham terjungkal mendarat di lantai dengan sempurna.
" Apa apaan kau Zira Arghh" Sentak ILham sambil menahan sakit di perut nya karena tendangan Zira memang tidak Calang Calang.
Tendangan gadis bodoh ini benar-benar ya... Pantas saja pria itu babak belur di buat nya. Batin ILham mengingat Zira tempoh hari yang memukuli Farhan.
" Lagian kak Alham ngapain masuk ke dalam kamar kak ILham pake meluk meluk Aku segala lagi" Marah Zira bukan nya menolong ILham suaminya. Dia malah mengira jika ILham adalah Alham. Karena Alham juga menginap Di Mension Kakeknya tadi karena Oma Sarah menyuruh Alham menginap.
" Bicara Apa kau gadis bodoh pembuat Onar.. Alham siapa yang kau Maksud Ck, Aku suami mu Bodoh !! " Marah ILham berdecak masih memegang perutnya. Dia tidak sangka sangka jika Istrinya akan menendang nya. Maka Itu ILham juga tidak menyiapkan diri untuk menahan serangan Tiba Tiba istrinya.
Zira Menyengir saat mendengar suaminya memanggil nya dengan nama 'Gadis Bodoh pembuat Onar' Zira akhirnya Sadar jika itu benar-benar suaminya.
Zira turun dari ranjang dan menghampiri suaminya sambil tersenyum kecut. " Kenapa tidak bilang dari tadi Sih Kak " Kata Zira membantu suaminya berdiri.
" Kan kak Alham juga nginap di rumah Oma" Jawab Zira mendudukkan dirinya di dekat suaminya.
ILham menyerjit. " Kapan anak itu datang dari Jerman " Gumam ILham karena dia memang tidak tau jika Alham Kembali ke Indonesia.
" Katanya Pagi tadi" Jawab Zira pada gumam suaminya kembali membaringkan dirinya karena dia merasa masih sangat mengantuk.
" Kenapa Kak ILham datang nya tengah Malam" Tanya Zira memperbaiki posisi tidurnya.
ILham bertambah kesal melihat Zira yang mengabaikan nya. Suami datang bukannya di peluk, Malah Sibuk dengan Tidurnya. Batin ILham jengkel pada Zira Sambil mengoceh dalam hati.
Sebenarnya Zira memang sengaja mengabaikan suaminya karena dia juga kesal sama suaminya yang pergi begitu saja tanpa pamit. Apa lagi mereka baru saja melewati malam Pertama mereka waktu itu. Fikir Zira.
ILham tidak menjawab Zira, membaringkan tubuhnya di dekat Istri nya tanpa memeluk Zira lagi.
Ck, Dasar kulkas Freezer, Bukannya minta Maaf sudah pergi begitu saja tanpa pamit, Eh ini Malah seperti tidak berdosa saja. Oceh Zira dalam Hati berharap suaminya Peka padanya. Padahal Zira sangat merindui suami Es nya itu, Tapi karena dia juga Gengsi ya gitu sama sama Tidak mau mengalah.
ILham yang memang sangat merindui Istrinya akhirnya mengalah dan kembali memeluk istrinya.
" Ngapain peluk peluk, Udah pergi begitu aja tanpa pamit, Ini datang Tiba Tiba.. Kayak Ngak punya rasa bersalah sama sekali " Oceh Zira sedikit menggeser tubuhnya untuk menjauhi ILham.
ILham tersenyum tipis saat sadar ternyata istrinya sedang ngambek.