
Zira duduk di sofa sedikit membaring kan tubuhnya yang terasa sangat berat. Beberapa minit berlalu Zira merasa sangat sakit pada perut nya.
" Arkhhhh, Pak Din " Panggil Zira pada pak Din sambil menahan sakit pada perut nya. Zira merasa seperti sudah hampir melahir kan.
" Ya Nona, Ada apa" Tanya Pak Din menghampiri nona nya yang sedang duduk di ruang tengah, Sedangkan ILham berada di kantor, Kandungan Zira memang sudah menunggu hari, ILham sering mengajak Zira ke rumah sakit tapi Zira tidak mau, Dia lebih suka di mension suaminya dari pada menunggu di rumah sakit, ILham juga tidak ingin memaksa istri nya.
" Pak Dik tolong hubungi suami ku pak Din, Kayak nya aku mau melahir kan" Kan Zira sambil menahan sakit pada perut nya.
Pak Din langsung panik saat mendengar jika nona nya ingin melahir kan.
Sebelum pak Din menghubungi tuan nya, Dia menghubungi Ambulance dulu dari rumah sakit untuk datang ke mension menjemput nonanya. Orang di rumah sakit langsung kalang kabut di buat nya saat mendengar istri pemilik rumah sakit ingin melahirkan.
Di kantor ABADIJAYA group, ILham yang mendapat kabar dari pak Din jika Istrinya akan melahirkan, Langsung bergegas untuk pulang ke Mension nya. Tapi dia malah terjebak macet lagi di jalan.
Di Mension.
" Sudah nona, Apa kita harus berangkat dulu sekarang kerumah sakit, Biarkan saya yang mengantar nona ke rumah sakit" Kata Pak Din dengan keringat dingin yang membasahi wajah nya. Zira yang mau melahirkan tapi pak Din yang ketakutan, Dia sangat takut jika terjadi apa apa dengan istri tuan Muda nya, Dia bisa dalam masalah besar. Fikir pak Din.
" Tidak usah Pak Din, Kayak nya udah nggak sempat, Suruh saja pelayan wanita bawa kan aku selimut ke sini. Dan larang semua pelayan laki laki untuk ke ruang tengah.." Kata Zira yang merasa ketuban nya sudah pecah, Dia tidak bisa menahan lagi bayi yang berada di perut nya, Zira merasa benar benar sangat sakit dan akan melahirkan sebentar lagi. Untung saja Zira sering belajar di Google tentang cara-cara melahirkan normal.
" Baik Nona" Patuh Pak Din panik setengah mati berlari memerintah kan pelayan wanita yang di suruh oleh Nonanya tadi.
Beberapa saat berlalu pelayan wanita dalam keadaan panik menghampiri Zira yang sudah duduk di lantai dengan ketuban yang pecah. Kebetulan Mbok Kasih juga tidak berada di rumah. Sedangkan Nining masih berada di sekolah.
" Pakai kan saja aku selimut itu " Kata Zira dengan suara berat nya menahan sakit.
" Baik nona'' Mereka langsung memakai kan Zira selimut, Zira buru buru membuka dalaman nya sambil memegang dengan erat kaki sofa yang berada di dekatnya. lalu mengejan beberapa kali.
Akhirnya.......
" Uwek, Uwek, Uwek" Zira akhirnya berhasil mengeluarkan satu bayinya.
" Zira" Teriak ILham panik melihat istrinya dan anak nya yang sudah lahir di tutupi sedikit selimut.
" Ayo kita ke rumah sakit " Kata ILham panik setengah mati sama seperti pak Din sambil memangku kepala istrinya yang sudah di penuhi darah.
" Su sudah sangat terlambat kak, Aku mau lahirin lagi" Ujar Zira dengan suara berat nya. Zira kembali mengejan karena sakitnya datang lagi.
Dan.....
" Uwek, Uwek, Uwek" Suara bayinya yang ke dua akhirnya berhasil Zira keluar kan.
Tiga minit berlalu akhirnya anak yang ketiga juga lahir. Bersamaan dengan dokter wanita yang baru tiba bersama Ambulance. Semua anak anak ILham dan Zira akhir nya lahir di mension nya dengan normal.
Setelah itu Zira dan bayi nya di larikan ke rumah sakit, Karena Zira harus di tanganin di rumah sakit.