MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Mementingkan diri sendiri


"Apa kak ILham pernah berfikir jika perbuatan kak ILham itu bukan hanya menyakiti Mbak Salfa dan diri kakak Sendiri, Tapi juga menyakiti aku yang tidak ada hubungannya dengan Hal pribadi kakak. Kakak terlalu mementing kan diri sendiri Tanpa mempedulikan orang lain..." Kata Zira menahan sekuat tenaga agar tangisnya tidak pecah.


Zira membaringkan dirinya di sofa dan memunggungi ILham. Dia sudah malas dengan suaminya itu. Terserah suaminya mau ambil peduli dengan isi hatinya terserah. Bagi Zira yang terpenting dia sudah mengatakan tentang perasaannya yang sesungguhnya. Zira masih terus menangis tapi tidak bersuara.


IlLham masih sama seperti tadi masih membeku di tempatnya mencerna semua ucapan istrinya yang masih terus terngiang ngiang di telinganya.


Perlahan ILham melangkah keluar dari kamarnya. Tapi sebelum itu dia mengambil kunci mobilnya kemudian berlalu pergi.


,,,


Di sebuah Snooker.


Tak ! Tak! Tak!


Terdengar bola Kiu yang menghantam beberapa bola berwarna lainnya.


" Ada Apa bro... Kau pasti sedang dalam masalah.. Kayaknya kau terlihat tidak baik baik saja " Tanya Kenan pada ILham yang sedang bermain Biliard. Itu adalah salah satu kebiasaan ILham jika hatinya tidak baik baik saja dia akan bermain Biliard.


Tadi ILham memang sengaja menghubungi Kenan untuk menemuinya dan mengajak nya bermain Biliard. Kenan ternyata tidak datang sendiri, dia datang bersama dengan Daffa.


" Kau benar Kenan... Kau ada masalah apa Ham" Sahut Daffa yang juga tau seperti apa Sahabatnya satu itu.


ILham menarik nafas berat " Aku tidak apa apa" Jawab ILham yang memang jarang menceritakan masalahnya dengan Sahabat sahabatnya.


" Kau memang sering seperti itu Ham, sering menyembunyi kan masalah mu dari kita kita, Ya enggak Ken" Kata Daffa Lagi.


" Setuju" Jawab Kenan mengacung jempolnya pada Daffa.


"Apa kalian tau jika aku menikah dengan wanita kembar, Yang di lamar Mommy kakaknya Zila, Tapi yang aku nikahi Ada lah Zira..." Kata ILham kembali bermain Biliard.


" Jangan becanda Ham " Kata Kenan serius Dengan jantung yang berdebar debar.


" Untuk apa aku becanda.." Jawab ILham Datar.


Tongkat Di tangan Kenan hampir terjatuh mendengar ucapan ILham. Dia juga tau jika Ilham Bukan orang yang suka becanda. Tubuh Kenan langsung lemas. Dia mau di jodohkan dengan putri teman Papinya itu karena dia tau jika Zila Sudah menikah. Tapi apa yang dia dengar saat ini benar benar membuat Kenan terpukul.


" Berarti yang akan menikah sebentar lagi Zila kakak Zira yang baru saja di lamar Oleh anak Kyai yang juga seorang Ustadz." Nimbrung Daffa yang mengetahui tentang Zila Dari Mama Sisil.


Kenan lagi lagi Shock mendengar ucapan Daffa.


ILham tidak bersuara lagi. Dia kembali melanjut kan bermain biliard. Beberapa waktu berlalu akhirnya ILham mengajak Kenan dan Daffa Untuk pulang saat sudah puas bermain.


,,,


Cklekkk


ILham membuka pintu kamarnya dan melihat Zira yang tertidur di Sofa masih sama seperti posisinya tadi.


Ilham melangkah mendekati Zira Dan mengangkat pelan tubuh Zira Agar tidak menganggu tidurnya kemudian membawa tubuh Zira ke ranjang.


ILham menutupi tubuh Zira dengan selimut dan menatap Intens Wajah Cantik Zira yang masih berbekas Air mata. Dia tidak tau jika Zira masih menangis saat dia pergi tadi.


Apa aku benar benar terlalu egois dan mementing kan diri ku sendiri tanpa memikir kan perasaan mu.. Batin ILham merapikan Anak rambut Istrinya.


"Mungkin itu benar.. Aku menutup diri ku untuk bahagia dan terkurung dari rasa sakit ku.. Sehingga tanpa sadar aku membawa mu masuk ke dalam kehidupan ku dan menyakiti mu.." Gumam ILham.


Maaf kan aku. Tambah ILham dalam hati dan mengecup dahi Zira kemudian menarik Tubuh istrinya ke dalam pelukannya.