MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Cemas


Hari ini Zira sangat lelah karena terlalu Banyak pesanan dari pembeli. Zira bahkan sampai kemalaman mengantar kotak makanan.


Zira melurus kan Tubuhnya saat selesai solat Maghrib Di rumah Abinya.


" Zira, Kenapa kau kembali ke sini, Apa suami mu tidak mencari mu nanti di rumah nya" Tanya Umma Zahra pada Zira yang baru selesai solat dan bersiap untuk pulang ke mension Kakek Kusuma.


" Ini juga sudah mau pulang Umma" Jawab Zira.


" Ya Sudah, Pulang sana Buruan, Nanti suami mu mencari mu" Kata Umma Zahra Lagi.


" Baik Umma, Tapi ngomong ngomong Abi kemana Umma" Tanya Zira yang tidak melihat Abinya di rumahnya.


" Kata Abi tadi mau ke pondok selepas dari masjid" Jawab Umma Zahra.


" Oh, Ya sudah Umma, Zira Pamit dulu" Kata Zira Menyalami punggung tangan Ummanya juga tidak lupa mencium kedua pipi Umma nya.


" Assalamualaikum Umma" Salam Zira pada Umma nya sambil melangkah keluar.


" Waalaikumsalam... Zira, Hati hati di jalan Ya, Jangan Ngebut ngebut." Pesan Umma Zahra.


" Baik Umma" Zira menghidup kan motornya dan langsung berjalan pulang ke mension kakek Kusuma.


,,,


Di masjid ILham juga baru siap Solat maghrib.


Dia melangkah keluar menuju mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya kemudian mengeluarkan ponselnya menghubungi Oma Sarah.


Drrrrtttt Drrrttt Drrrrtttt


Ponsel Umma Sarah berdering.


" Hello Assalamualaikum Ham" Jawab Oma Sarah.


" Waalaikumsalam Nyonya Oma. Apa Zira sudah kembali ke mension, nyonya Oma " Tanya ILham sedikit khawatir karena Zira belum kembali.


" Belum Ham. Mungkin dia sudah kembali ke mension mu, Coba saja Hubungi pak Din, Siapa tau dia sudah ada di sana'' Saran Oma Sarah.


" Baik Oma. ILham tutup dulu. Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


ILham menutup panggilannya kemudian menghubungi Pak Din ynag berada di mensionnya.


Ternyata Zira juga belum kemabali ke mensionnya kata Pak Din.


" Kemana kau gadis Bodoh" Gumam ILham khawatir menghidupkan mobilnya dan melaju ke rumah Abi Sulaiman. Siapa tau saja istrinya berada di sana Fikir ILham.


,,,


Di jalan Zira menghentikan Motornya yang Oleng karena menginjak Banyak paku kecil yang seperti di sengajakan di taruh di jalanan.


Tayar Motor Zira pecah, Dan Zira terpaksa turun dari Motor berniat mengecek Motornya.


" Aduh... Motor aku injak apaan ya..." Ujar Zira mengecek tayar motornya.


Tiba Tiba......


BUK !


'' Arkhhh'' Teriak Zira dan langsung jatuh pengsan.


Ternyata Seseorang memukul tengkuk Zira yang membuat Zira tidak sadar kan diri.


" Bawa Motornya dan buang ke dalam jurang, Buat seolah olah dia kecelakaan dan terjatuh ke dalam jurang" Kata Dani yang sudah melumpuh kan Zira sambil menggendong tubuh Kecil Zira yang tidak sadar kan diri masuk ke dalam mobilnya.


" Baik Bos" Jawab Anak Buahnya mengambil motor Zira dan melakukan seperti yang di perintahkan Oleh Dani.


Dani membawa Zira ke suatu tempat dan mengikat serta mengurungnya di sana. Dia menunggu perintah dari Mamanya mau di buat apa pada gadis itu selanjutnya.


Dani memang berniat menunggu Zira hamil besar, Dan menjalan kan rencananya. Tapi bagi Dani itu masih terlalu lama. Maka itu dia melakukan rencana yang baru saja saat ini dia lakukan bersama anak buah Mamanya.


,,,


Tok Tok Tok


ILham mengetuk pintu rumah Ustadz Sulaiman saat dia sudah tiba Di rumah Mertuanya.


" Assalamualaikum" Salam ILham.


" Waalaikumsalam" Jawab Ustadz Sulaiman bersama dengan Zahra menghampiri ILham yang berdiri di Ambang pintu.


" ILham, Masuk Lah" Panggil Umma Zahra.


" Tidak Usah Umma, ILham mau tanya saja apa Zira ada di rumah Uma Abi. " Tanya ILham dengan perasaan cemas. Dia merasa benar benar tidak enak Hati.


Zahra Menyerjit" Zira belum sampai di rumah Nak ILham? Ziranya sudah pulang setengah jam Yang lalu" Ujar Zahra juga mulai merasa cemas. Dari Zira pergi dari rumah tadi dia sudah merasa tidak Enak hati.Tapi Zahra tidak menyangka Jika putrinya akan mendapat Musibah.