Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 92 : Ingin melupakan ingatan.


Episode 92 : Ingin melupakan ingatan.


.


.


.


Hal yang tidak pernah dibayangkan oleh Aluna baru saja terjadi, rasanya Aluna tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi dan bagaimana Edgar benar-benar memintanya melakukan hal itu.


'Mungkin aku sudah gila, apa yang terjadi tadi? aaaaaaa! lupakan ingatan ku! buat aku hilang ingatan!'


Aluna berteriak dalam dirinya sendiri, sesuatu yang begitu nakal telah terjadi di ruangan ganti pakaian, dan Aluna tidak ingin mengingatnya lagi.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Aluna berjalan sembari melamun dan masih berusaha dengan keras untuk melupakan apa yang baru saja terjadi.


"Bump!"


Tiba-tiba saja Aluna menabrak sebuah dinding, membuat Aluna tersadar dari lamunannya.


"Apa yang kau pikirkan sejak tadi? kau bahkan bisa menabrak tembok, pegang tangan ku saja! kau memang tidak bisa apa-apa tanpa aku!"


Untung saja tadi Edgar meletakkan tangannya di tembok sehingga dahi Aluna tidak mengenai tembok itu, tetapi mengenai tangannya.


*Blush*


Saat melihat Edgar ada di sisinya, ingatan itu muncul lagi secara serentak.


'Aaaahhhh! memalukan, aku malu sekali, siapapun tolong aku ... setiap melihat nya sekarang aku hanya bisa mengingat kejadian tadi, malu ... malu ... maluuuu!'


Aluna berteriak lagi dalam dirinya sendiri, namun ia tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti langkah kaki suaminya yang saat ini menarik tangannya sambil tersenyum sangat lebar.


'Pasti mengingat kejadian yang tadi, melihat nya malu seperti itu membuat aku juga jadi malu ... tapi mau bagaimana lagi, siapa suruh dia menggodaku terus dan terlihat sangat seksi di mataku!'


'Aku juga hanya bergairah padanya saja! dan dia istriku jadi tidak apa-apa!'


Edgar juga entah mengapa jadi merasa sedikit malu setelah melihat istrinya yang tadi memperlihatkan wajah merah padam.


Sekarang Edgar tidak mengerti apakah dia menilai Aluna sebagai pelampiasan Hasrat saja, atau sebagai pengganti Fiona, ataukah memang sejak pertama Edgar sudah merasakan hal spesial bagi Aluna.


Satu hal yang pasti, jika perjalanan cinta ini masih sangat panjang.


"Sayang ... kita makan di rumah saja ya? jika makan di restoran nanti aku jadi pusat perhatian, tidak bagus untuk mu! aku tidak ingin istriku dilihat orang lain secara cuma-cuma!" seru Edgar benar-benar tidak masuk akal.


Dia masih bisa berbicara santai saat Aluna sedang mencoba sekuat tenaga untuk menutupi rasa malu yang teramat sangat dalam dirinya.


"Hummm!" Aluna hanya menganggukkan kepalanya sembari menunduk, tak berani menatap ke arah Edgar yang tersenyum menatap dan menggenggam tangannya.


"Rupanya kau masih sangat malu, tapi tidak apa-apa karena ini adalah pertama kalinya untuk mu melakukan hal semacam itu, aku akan memaafkan mu kali ini," seru Edgar mengusap rambut Aluna dengan sangat lembut.


Kali ini, Edgar bersikap sangat lembut dan halus.


'Menyeramkan, dia bersikap lembut padaku karena dia memaksa ku melakukan nya dengan tangan ku tadi, dan bahkan dia meminta menggunakan nya dengan mu ... mulutku! aaaaaa ... untung saja aku tidak mau!'


'Astaga, sampai kapan aku seperti ini? kapan dia akan melepaskan aku, kenapa dia bisa melakukan ini padaku padahal dia tidak mencintai ku!'


'Yah, aku memang berada di sisinya sebagai Pelampiasan Hasrat dan pengganti, apa yang bisa aku katakan dengan itu?'


Aluna termenung, dia bertanya-tanya dengan posisinya sekali lagi, semakin lama hubungan pernikahan ini semakin terasa sesak di dada Aluna.


Semakin dia tahu jika pilihan nya menikah Edgar adalah sebuah keputusan yang akan memberikan derita yang teramat sangat baginya.


.


.


.


.


Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.


Jangan lupa follow Instagram author juga di :


@Anak_Kost_Joy