
Episode 77 : Kemarahan yang kelam.
.
.
.
"KALIAN SEMUA AKAN MATI!" geram Edgar Brown sudah sampai di depan pintu kamar mandi sekarang ini hendak di buka oleh seseorang dari dalam.
"Ctak!"
Saat pintu itu di buka, ada seorang lelaki mengeluarkan kepalanya untuk mengintip keadaan.
Dia ingin melihat apakah ada orang diluar, karena gadis yang hendak mereka bawa pergi masih mencoba berontak dengan sekuat tenaga nya.
Aluna bahkan menggigit bibirnya sampai berdarah agar menjaga kesadaran nya.
Tak peduli apakah rasanya sakit, atau seperih apa yang ia rasakan, yang jelas Aluna akan melakukan apa saja untuk menjaga kesadarannya.
Jika saja dia harus dilecehkan maka Aluna akan memilih bunuh diri saat itu juga.
Satu hal yang Aluna pikirkan, bagaimana Edgar akan murka jika saja dia dinodai oleh salah satu dari orang ini.
Karena itulah Aluna berusaha keras untuk menjaga kesadarannya.
🦋
🦋
Saat salah seorang dari 6 pria bejat itu mengintip, alangkah terkejutnya ia ketika melihat seseorang yang begitu berwibawa berdiri tegap di hadapannya.
Dengan mata biru yang begitu tajam, ekspresi wajah yang memperlihatkan kengerian, siapapun yang melihat Edgar sekarang pastilah akan takut setengah mati.
Begitu pula lelaki itu, walau ia belum tahu siapa lelaki yang ada di hadapannya.
Hanya berselang beberapa detik saat ia membuka pintu pelan-pelan ...
*Brak*
Satu tendangan kaki mengenai pintu kamar mandi, hanya sekali tendangan membuat pintu itu roboh.
Leher lelaki yang tadi mengintip sepertinya sudah patah karena dia segera terpental tak sadarkan diri.
Hening.
Saat itu menjadi hening, waktu serasa berjalan dengan lambat, seseorang yang begitu besar dan berkuasa datang ke hadapan mereka semua.
Ketiga orang gadis yang hendak mencelakai rekan kerja mereka dibuat mengaga dan seolah lupa bernafas untuk sejenak.
Edgar Brown, lelaki paling fenomenal yang ada di negeri ini, saat ini berada di antara mereka dengan kemurkaan yang begitu besar.
"Aku menemukan mu ..." suaranya bergetar hebat, mata tajam yang memekik itu terkesan sangat lembut melihat seorang wanita lemah yang menangis tersedu-sedu terbaring di lantai.
"Ting!"
Pengang, telinga menjadi pengang karena dia kehilangan kesadarannya, melihat Aluna terlihat sangat menyedihkan, darah di bibir, pergelangan tangan yang membiru karena sejak tadi ditarik paksa oleh lelaki-lelaki itu.
Rasa sakit di hati Edgar lebih besar dari apapun, kemarahan dalam dirinya lebih mengerikan dari apapun.
Hatinya tak sanggup melihat wanita itu menangis tak berada di kelilingi oleh orang-orang yang tak pantas.
Isakan tangis yang semak terdengar jelas, seperti sebuah pemantik yang membuat Edgar menjadi gila.
"KALIAN SEMUA AKAN MATI DI TANGAN KU!" Edgar berbicara dengan nada suara yang rendah dan sedikit parau.
.
Mata tajam nya terlihat kosong.
"Srak!"
Dia menarik dua orang lelaki yang hendak menarik tangan Aluna, lalu dia membenturkannya kepala mereka ke marmer wastafel sampai darah bercucuran.
Kedua lelaki itu pingsan tak berdaya kemudian.
Ketiga lelaki lain mulai mundur dan menangis karena tahu siapa yang ada di hadapan mereka tak akan pernah bisa mereka kalahkan.
Edgar menyeringai tajam, layaknya iblis ketika melihat ketiga orang itu merangkak mundur.
"Tangan yang menyentuh istriku, akan aku patahkan!"
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy