Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 114 : Kenangan tersembunyi Aluna.


Episode 114 : Kenangan tersembunyi Aluna.


.


.


.


Di rumah sakit,


Aluna dan kedua pengawal wanita nya sudah sampai di rumah sakit, Lala dan Mina menunggu di luar sedangkan Aluna masuk ke dalam menjenguk Ayahnya yang belum kunjung bangun.


"Ayah, aku datang lagi, bagaimana kabar mu hari ini?"


Aluna datang dengan senyuman, lalu ia duduk di sisi Ayahnya seperti biasa, menggenggam tangannya dan memeluk Ayahnya.


Aluna memejamkan matanya, kembali mengingat kenangannya bersama Ayahnya ini.


"Ayah, kau tahu ... lelaki itu yang menikahi ku bersikap sangat baik akhir-akhir ini, dia menunjukkan jika dia seperti mencintai aku, tapi tidak mungkin dia mencintai aku kan? karena dia memiliki seseorang di hati nya, seseorang dari masa lalu nya ..."


"Tapi aku rasa hatinya benar-benar terluka oleh gadis itu, nama nya Fiona. entah kenapa akhir-akhir ini aku jadi membenci Fiona, walau aku tidak boleh melakukan nya, tetapi aku benci dengannya karena menghancurkan hati seseorang, menghancurkan hati suamiku!"


"Ayah, aku jadi bingung, bangunlah dan beritahu aku, apa yang harus aku lakukan, aku tidak bisa tidak memikirkan Edgar beberapa hari ini, setiap dia ada di dekat ku, aku merasa terlalu dekat, jantung ku seperti mau meledak," Aluna bercerita banyak dengan Ayahnya.


Banyak hal diberitahukan oleh Aluna kepadanya, bagaimana sikap Edgar berubah sekali akhir-akhir ini, dan bagaimana dia jadi memiliki perasaan benci terhadap Fiona karena pernah menghancurkan hati suaminya.


"Oh ya, Ayah ... aku bawa foto ini, aku akan letakkan di meja, foto ini adalah saat kita ke luar negeri sekitar lima tahun lalu, saat itu Ayah mendapatkan kesempatan berobat ke luar negeri karena undian di televisi, lalu Ayah membawa ku ikut sembari jalan-jalan di sana, ha ha,"


"Saat itu aku senang sekali sampai tersesat dan hampir mendapatkan masalah besar, jika aku ingat aku sampai merinding dan bergetar ketakutan ... tapi tetap saja kenangan itu sangat berharga karena itu adalah liburan pertama ku dengan Ayah ..."


Aluna meletakkan foto di meja samping ranjang Ayahnya.


Foto dimana Aluna yang berusia 20 tahun, dengan mata bengkak baru menangis berfoto dengan Ayahnya dan beberapa petugas kepolisian lainnya yang mencarinya semalaman.


Saat ia di luar negeri lima tahun lalu, dia mengalami hal yang mengerikan, entah bagaimana caranya tetapi dia terbangun tanpa pakaian di sebuah hotel paling mewah.


Aluna mengira dia kehilangan keperawanan nya saat berusia 20 tahun dan masa depannya hancur, tetapi nyatanya dia tidak kehilangan keperawanan nya sama sekali, walau dia bingung mengapa dia bisa ada di hotel malam itu.


Bahkan kepolisian tidak menemukan apapun malam itu, jadi disimpulkan Aluna tidur di hotel karena keinginannya sendiri.


Walau sebenarnya sangat tidak masuk akal, jelas-jelas ada orang lain bersama Aluna saat itu, tetapi kepolisian nampaknya tidak tahu atau malah memang sedang menutup-nutupi sesuatu.


Hal itu sama sekali tidak lagi dipedulikan oleh Aluna, dia hanya ingin segera pulang bersama Ayahnya dan melupakan kenangan itu.


.


.


Aluna sudah bercerita panjang lebar dengan Ayahnya, beberapa kenangan dan bagaimana Aluna ingin Ayah nya segera sembuh dan bangun.


Entah mengapa dia mudah sekali merasa lapar beberapa hari terakhir ini, sekarang dia malah ingin memakan pizza satu loyang penuh.


"Ah ... aku lapar," serunya membuka pintu dan saat ia keluar, di sana dia sudah melihat seseorang berdiri sembari melipat tangan sok keren.


"Hai sayang ..." seru Edgar tersenyum puas saat melihat istrinya.


Edgar melangkah dengan cepat dan memeluk nya dengan erat.


"Aku datang ke sini bukan karena aku merindukan mu, aku ke sini karena tadi di video call kau mengatakan rindu padaku, jadi sebagai suami yang sangat baik dan tampan aku langsung menjemput mu ke sini ... hohoho!" Edgar tertawa lepas.


Dia benar-benar pandai mencari kata-kata untuk membuat istrinya lah yang seolah-olah sangat menginginkan nya.


Padahal jelas-jelas Edgar yang memaksa Aluna tadi mengatakan kata rindu itu.


🦋


🦋


🦋


Di kediaman Edgar Brown,


"Mengapa Tuan Edgar terlihat sangat menyayangi gadis miskin itu? jika begini terus apa gunanya aku berpura-pura jadi pelayan untuk mendekati Tuan Edgar!? sialan!"


Seorang pelayan yang memang hanyalah berpura-pura jadi pelayan di mansion itu tidak senang dengan sikap Edgar kepada Aluna yang nampaknya sangat dekat.


Apalagi Edgar terlihat tidak menjaga jarak dan terlihat sangat damai saat bersama dengan Aluna.


"Ya! aku juga kesal melihat nya, jika salah satu diantara kita tidak bisa memiliki Tuan Edgar maka seorang pun tidak boleh,"


"Oh ya, bukankah Nona Clara itu dekat dengan Tuan Edgar, jika aku dengar-dengar percakapan mereka, Mona Clara adalah calon istri yang akan dinikahkan dengan Tuan Edgar, bagaimana jika kita buat saja Nona Clara dan wanita miskin itu bertengkar satu sama lain!"


"Kita beritahu semuanya kepada Nona Clara agar Nona Clara sendiri yang menyingkirkan wanita miskin itu, lalu kita bisa tinggal menonton pertunjukan!"


Beberapa pelayan yang memang selama hanyalah berpura-pura jadi pelayan demi mendekati Edgar merencanakan sesuatu.


.


.


.


.


Author : Halo, terimakasih ya semua sudah setia membaca novel ini.


Aku akan berusaha tidak bolong update walau memang sedang sangat sibuk sekarang. 🙏