Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 131 : Hukuman Marin dan Freya.


Episode 131 : Hukuman Marin dan Freya.


.


.


Di kediaman Edgar Brown,


"Dean, cari pelayan yang dikatakan oleh Clara sampai dapat dan buat mereka merasakan hal yang sama, masukkan mereka ke dalam mobil yang rem nya rusak! buat mereka merasakan hal yang sama seperti yang mereka buat untuk istriku!" seru Edgar Brown melangkahkan kaki nya menuju ruangan bawah tanah yang ada di kediaman nya.


"Ba ... baik Tuan," balas Dean menyadari betapa Tuan nya sudah kehilangan kesabarannya dan akan melakukan segala sesuatu dengan cara yang gila.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Edgar Brown melangkah sampai ke ruangan bawah tanah itu, dimana disana sudah ada beberapa anak buahnya berjaga disana.


"Tuan ..."


Mereka menundukkan kepalanya menyambut Tuan mereka.


Edgar sama sekali tidak menggubris dan segera duduk di kursi yang sudah disediakan oleh anak buahnya untuk nya.


Edgar Brown duduk dengan sangat angkuh, wajahnya yang penuh dengan amarah terlihat dengan jelas.


Matanya yang sangat tajam seolah-olah bisa membunuh Marin dan Freya dalam sekejap.


Marin yang melihat itu segera menangis dan memohon ampun, dia akan melakukan apa saja asalkan dia dibebaskan dari jeruji besi itu.


"Tuan, tolong ampuni saya ... saya hanyalah seorang ibu rumah tangga, dia lah yang merencanakan ini, dia mengancam saya Tuan, tolong lepaskan saya ..."


Marin menangis dan memohon ampun.


Tetapi di dalam hatinya.


"Sialan di Aluna BAJINGAN ini, dia benar-benar bisa mendapatkan lelaki sehebat ini, apakah dia menjual tubuh nya? BAJINGAN! brengsek!" Marin masih saja menghina Aluna dalam dirinya sendiri.


Hati yang memang sudah kotor mau bagaimana pun tetaplah kotor, sama seperti Marin dan Freya.


Freya yang tadi merasa terlalu cemburu dan seperti mau gila karena Aluna, menangis sesenggukan.


"Tidak Tuan, mana berani saya melakukan itu, semua ini rencana dari Marin, aku punya bukti nya dimana Marin meminta saya mencarikan penjahat untuk mencelakai Aluna, saya dijebak Tuan ..."


Seru Freya ikut menangis dan mengatakan yang sebenar-benarnya.


Marin dan Freya sama sekali tidak sadar jika hawa keberadaan Edgar yang begitu memekik membuat mereka mengakui kesalahan mereka sendiri tanpa dipaksa.


Edgar yang semakin murka sekarang duduk melipat kaki.


"Aluna? berani sekali mulut kotor mu menyebut nama istriku! jika kau menyebut namanya sekali lagi aku akan memotong lidah mu dengan tangan ku sendiri!" ancam Edgar membuat Freya terkejut dan matanya melebar.


Marin terkejut sekali sampai-sampai dia mengangkat wajahnya dan bertemu tatap dengan Edgar Brown.


"Glek!"


Marin seketika langsung ketakutan dan menundukkan kepalanya.


"Sialan, mereka sudah menikah? sialan! bagaimana? bagaimana caraku lepas dari ini!"


Geram Marin menjadi semakin pusing.


"Heh, wajah menjijikkan mu terlihat busuk! aku tahu orang-orang seperti kalian, jika tidak dihabisi akan melakukan kesalahan yang sama!"


"Dan aku tidak akan membiarkan siapapun lagi menyentuh istriku!"


Seru Edgar sudah tidak akan memberikan kelonggaran sedikitpun.


"Hei ..."


"Ambil itu dan berikan pada mereka!"


Edgar memanggil anggota yang ada di sisinya untuk mengambil dua cambuk agar diberikan ke dalam sel tahanan itu.


"Baik Tuan," seru nya segera mengambil dua cambuk dan melemparkan nya ke dalam sel.


Edgar juga segera meminta senjata api kecil di tangannya.


"Crak!"


Edgar memastikan peluru senjata api nya sudah siap untuk ditembakkan.


Lalu ...


"Kalian berdua harus saling cambuk sampai tidak berdaya, kalau tidak aku akan menembak kalian telah di kepala!" bisik Edgar menyeringai tajam.


Benar-benar mengerikan.


Marin dan Freya dibuat ketakutan setengah mati.


.


.


.


.