
Episode 94 : Siapa gadis itu?
.
.
.
Aluna yang gemetaran dan tidak mengerti apa yang terjadi padanya sekarang segera menunduk dan undur diri.
Dia sedikit kacau saat mencoba pergi, dia tidak tahu arah yang harus ia tuju, jadi dia kembali keluar dari mansion lagi.
"Tak ... Tak ... Tak!"
Langkah kakinya cepat sekali, dan saat ia sampai di lobby dia berlari kecil untuk bersandar di di dinding karena dadanya terasa sesak.
"Ha ah!" Aluna mengusap dadanya dengan tangan nya yang gemetaran dengan kuat, entah dari mana rasa sakit itu datang, tetapi dia merasa sesak sekali.
"Air mata bodoh kenapa kau mengalir? kau sudah diberitahu posisi mu sejak awal, kau tidak pantas menangis!" Dengan gemetaran Aluna mengusap air mata di pipinya, tangannya yang sudah bergetar hebat saat mengusap air matanya membuat tampilan Aluna semakin menyedihkan.
*Terdengar suara Guntur*
Aluna menengadah ke atas dan melihat jika langit sudah mendung dan akan datang hujan.
"Apakah kau juga bersedih untuk ku?" Aluna berbicara sembari menengadah ke atas, dia tahu dia tidak bisa masuk ke dalam mansion itu untuk sekarang.
Karena pernikahan ini memang hanyalah sebuah pernikahan rahasia.
.
.
Saat Aluna pergi ...
Edgar menatap langkah nya dengan sangat tajam, ada rasa pahit yang dalam ia rasakan, tangannya mengepal seraya Aluna melangkah menjauh dan menghilang dari pandangannya.
'Kenapa aku benci dia bersandiwara seperti itu? kenapa aku ingin dia mengakui pernikahan ini?'
'Apa yang sebenarnya terjadi, senyuman nya saat berbohong membuatku marah!'
Edgar tidak suka melihat Aluna mengaku menjadi seorang pelayan, namun di saat yang sama dia juga bingung mengapa dia tidak suka akan hal itu, karena sebenarnya dia memang ingin Aluna tetap menjadi istri rahasianya.
"Kak ..." Clara Davis sudah mencium sesuatu yang aneh dalam hal ini.
Bagaimana Edgar Brown yang ia kenal dingin dan tidak akan mungkin memberikan tumpangan untuk seorang pelayan, tidak akan mungkin melakukan itu jika tidak ada sesuatu hal yang lain.
"Untuk apa kau kesini Clar? apakah Ibuku meminta mu ke sini? apakah sekarang kau jadi mata-mata keluarga ku sekarang?"
Clara terdiam sesaat setelah menerima sikap dingin Edgar, namun ia kembali tersenyum dan mengejar Edgar sudah melangkah hendak duduk di kursi sofa sementara waktu.
"Padahal aku senang sekali bertemu dengan mu, aku tahu perjodohan kita memang membuat mu tertekan tapi aku tidak ... Kakak pasti tahu aku menyukai Kakak, jadi aku tidak akan berhenti mengejar mu,"
"Mengenai Ibu Camelia, dia memang meminta ku untuk mengawasi mu, dan Ibu Camelia ingin Kakak segera pulang, sebentar saja ..."
Clara nampaknya memang adalah gadis yang jujur, dia selalu berterus terang dengan apa yang ia pikirkan dan rasakan.
Ketika mendengar itu Edgar sama sekali tidak fokus, matanya terus tertuju ke arah pintu dimana tadi Aluna pergi ke luar.
'Dimana wanita itu? apakah dia melarikan diri? kenapa belum kembali juga!'
'Awas saja jika berani pergi dariku, akan aku habisi!'
Edgar sama sekali tidak fokus dengan pembicaraan nya dengan Clara, dia hanya fokus pada Aluna yang tadi pergi begitu saja.
"Kak, dengar aku tidak? Ibu Camelia ingin Kakak pulang sebentar saja, mereka merindukan Kakak ..."
Clara mengajak Edgar berbicara lagi saat Edgar sama sekali tidak menjawab pertanyaan nya.
Mata Edgar yang tadi melihat ke arah pintu segera menatap ke arah Clara, lalu ia menjawab sembari bangkit berdiri.
"Aku tidak memiliki cukup waktu untuk pulang, Ibu meminta ku pulang juga pasti untuk dituangkan dengan mu, sudah dulu ... aku sangat lelah hari ini, kau pulang lah ..." seru Edgar tetap dingin dan acuh tak acuh pada Clara.
Clara mencengkeram tangannya saat ia masih duduk, dia merasa sakit hati karena Edgar selalu saja bersikap dingin padanya, sejak dulu tetap sama tidak pernah berubah.
"Kak, aku akan pulang, tapi jawab dulu pertanyaan ku. gadis yang tadi yang gugup dan pergi, dia sangat mirip dengan Fiona ... apakah dia memang seorang pelayan?" Clara memberanikan dirinya bertanya hal itu.
Saat Edgar mendengar pertanyaan itu, langkah kakinya kemudian terhenti lalu dia membalikkan badannya lagi menatap Clara dengan sangat tajam.
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy