
Episode 87 : ISTRIKU!
.
.
.
Mata Aluna melebar saat mendengar ucapan suaminya, Aluna bahkan tak pernah menyangka jika Edgar menyarankan sebuah pembunuhan.
"Me ... membunuh? tidak ... jangan, jika kau membunuh mereka maka dosa mereka akan tertimpa kepada mu."
"Cukup buat mereka jauh dariku saja dan jangan pernah terlihat oleh ku," Aluna berbicara dengan sedikit panik.
Dia menatap Edgar yang menyeringai tajam ke arahnya dan menunggu jawabannya sekarang.
Tangan Edgar kemudian mengusap rambut Aluna, dia meletakkan tangannya kemudian di leher istrinya dan mendekapnya semakin erat.
"Kau memang terlalu baik Aluna, kau selalu mengasihi musuh mu, kau membuat ku merasa ingin selalu melindungi mu jika begini ..." bisik Edgar tersenyum.
'Me ... melindungi? aneh sekali lelaki ini, kenapa dia terlihat sangat berbeda, apakah karena tadi malam?'
'Aduh, aku benar-benar sangat bingung di buatnya!'
Aluna kebingungan akan tetapi dia lega bagaimana Edgar pasti tidak akan melakukan hal buruk kepada para wanita jahat yang menjebaknya dengan begitu sadis.
Saat ini Edgar berbicara dengan nada mengancam terhadap Aluna, namun menurut Edgar dia sedang berbicara dengan sangat romantis.
"Kalian dengar kan? istriku bilang kalian tidak boleh ada di sekitarnya!" seru Edgar membuat ketiga wanita jahat itu kegirangan.
Mereka menangis akan tetapi mereka sangat senang bagaimana Aluna sangat mudah di hasut, sehingga mereka tidak perlu menderita karena Edgar Brown.
"Te ... terimakasih Tuan ..." seru mereka dengan rasa terimakasih yang sangat besar.
"Aku belum menyelesaikan ucapan ku, kata istriku kalian tidak boleh ada di sekitarnya artinya kalian akan aku masukkan ke penjara, siapa tahu nanti istriku sedang jalan-jalan di kota malah bertemu kalian kan? aku tidak akan membiarkan itu, jadi kalian ke penjara saja!" seru Edgar Brown menyeringai tajam.
"Tu ... Tuan, tolong jangan lakukan itu, kami mohon ... kami masih ..." ketiga orang itu masih saja merasa mereka bisa bebas setelah mengganggu istri Edgar Brown.
Mata Edgar menjadi sangat tajam, ekspresi nya menunjukkan kemarahan, dia tidak suka hal seperti ini apalagi sesuatu yang mengasah kesabarannya.
"Aku tidak memiliki waktu untuk berurusan dengan kalian, jika kalian ingin mati maka memohon lah lagi dan merengek seperti kecoak, jangan pernah mencoba mengasah kesabaran ku, aku bahkan memenjarakan kalian karena istriku saja ..."
"Karena dia tidak ingin aku menanggung dosa kalian, benarkan sayang?"
Walau Edgar sama sekali tidak sadar jika dia sama sekali tidak romantis Sekarang ini, namun membuat Aluna semakin waspada.
'Wah aku memang suami paling hebat di dunia, aku melindungi istriku dengan cara yang indah ... istriku pasti akan jatuh cinta setengah mati padaku! ha ha ha!'
Dalam imajinasi Edgar Brown, dia mengangkat kakinya sembari berkacak pinggang, tertawa seolah dia baru saja memenangkan perang.
"Apa yang kalian lakukan? cepat bawa mereka! aku masih memiliki banyak sekali kegiatan dengan istriku!" perintah Edgar lagi kepada orang-orang bawahan Dean yang memang bertugas menghabisi ketiga orang itu semalam suntuk.
"Baik Tuan ..." seru mereka menundukkan kepalanya menunjukkan hormat lalu mereka menyeret mereka bertiga pergi.
Ketiga orang itu berteriak-teriak, mereka akan dimasukkan ke penjara dimana mereka masih muda dan ingin bersenang-senang.
.
.
.
Di saat yang sama,
Clara Davis sudah berada di perusahaan Edgar Brown, dia tengah mencari-cari keberadaan Edgar akan tetapi belum ia temukan sama sekali.
"Dimana Edgar? apakah dia tidak masuk ke kantor hari ini?" Clara bertanya kepada Dean yang saat itu baru saja mengantarkan beberapa berkas ke ruangan pribadi Edgar Brown.
"Hari ini Tuan tidak masuk kerja karena urusan penting, mungkin besok baru masuk," seru Dean langsung pergi berlalu tidak ingin masuk ke dalam percakapan itu.
"Hmmm, jika dia tidak masuk kerja untuk apa aku di sini? sebaiknya aku ke mansion nya saja, sekalian memberitahu jika aku sudah ada di kota ini ..." Clara tersenyum merekah, dia akan ke mansion Edgar Brown sekarang.
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy