Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 161 : Ayah.


Episode 161 : Ayah.


.


.


Time Skip,


Satu minggu kemudian,


Kehidupan yang nampaknya semakin baik dan membahagiakan, Aluna merasa happy ending dalam hidup itu benar-benar ada.


Akan ada rintangan di masa depan yang akan ia hadapi bersama suaminya, tetapi hal itu hanya akan memperkuat hubungan mereka.


Bagaimana Aluna sekarang sudah menikah keluarga utuh kembali, dia akan menjaga nya dan mencintai nya sepenuh hati.


Di sisi yang sama, Ayah Edgar yang bernama Edward Brown dengan ajaib nya kondisinya membaik kian waktu berjalan.


Akan tetapi sepertinya Ayah Aluna mengalami hal yang berbeda, seolah-olah Agram Floyd menunggu hingga putrinya benar-benar bahagia lalu ia akan pergi dengan tenang.


Kondisi Agram kian memburuk, tetapi berbarengan dengan itu wajahnya penuh dengan senyuman, seolah-olah dia sudah bertemu dengan cinta dalam hidupnya, Ibu Aluna yang terus menempati hatinya.


Aluna duduk di sisi Ayahnya, tangannya menggenggam tangan Ayahnya, dan air matanya mengalir begitu deras nya.


Edgar ada di sisinya, setia menemani dan selalu mengusap rambut istrinya, seolah-olah hendak mengatakan jika sudah ada dirinya di sisinya sekarang ini.


"Ayah ... apakah Ayah sudah bertemu dengan Ibu disana? apakah aku terlalu egois meminta Ayah untuk segera bangun dan melihat ku?"


"Apakah Ayah menahan diri dalam kesakitan hanya untuk memastikan aku baik-baik saja dan kelilingi oleh orang-orang yang mencintai aku?"


"Ayah ... aku benar-benar tidak akan siap ditinggalkan oleh mu, apapun yang aku dapatkan selama ini, Ayah adalah yang terbaik untukku, Ayah yang sudah merawat ku dan memberikan segala yang aku butuhkan,"


"Selalu tersenyum dan mendidik ku dengan sangat baik,"


Aluna berbicara bergetar, dia menundukkan kepalanya dan bersandar di tangan Ayahnya.


"Ayah ... aku sekarang sudah hamil, aku akan memiliki anak, kau akan memiliki cucu pertama ..."


"Jangan menahan diri mu di dalam kesakitan hanya untuk ku, jika Ayah merasa lega jika pergi bersama Ibu, maka aku akan merindukan Ayah sepanjang hidup ku, tapi tidak apa ... aku tidak ingin Ayah menderita di atas ranjang pasien dan jarum-jarum Suntik mengenai kulit mu ..."


Aluna berbicara panjang lebar, kenangan mengenai Ayahnya sejak ia kecil berputar di kepalanya.


Mengenai betapa Ayahnya ini adalah Ayah terhebat di dunia, selalu memberikan yang terbaik untuk Aluna, bekerja keras dan tidak pernah berhenti berusaha sampai akhirnya penyakit nya menggerogoti dirinya.


Aluna sudah mendengar dari dokter jika sebenarnya Ayahnya seharusnya sudah tiada sejak ia terjatuh dan koma saat lalu, akan tetapi dokter juga tidak bisa menjelaskan, Agram Floyd, Ayah Aluna seolah menolak Kematian nya.


Seolah-olah Agram menunggu dan menunggu saat-saat ia bisa dengan tenang meninggalkan putrinya.


Harta yang sangat ia sayangi itu.


Itulah kasih sayang seorang ayah, dia tidak akan pergi jika belum memastikan putrinya mendapatkan yang terbaik.


Dan sekarang, Agram sepertinya menyadari jika Edgar dan keluarganya akan menjaga putrinya dengan cinta yang besar seperti yang ia berikan kepada putrinya itu.


Karena itulah, Agram sudah pasrah dan tidak akan merasakan sakit lagi, dia akan bertemu cinta sejati nya dan tenang bersamanya.


Penderitaan dan sakit nya akan usai.


.


.


Dan benar saja, ketika Aluna mengatakan itu, bunyi mesin yang menunjukkan denyut nadi menjadi lurus, artinya tak ada lagi denyut nadi nya.


Saat mendengar itu tangisan Aluna menjadi pecah, dia memeluk Ayahnya begitu kencang dan tubuhnya bergetar hebat.


"AYAAAHHHHH!"


"AYAAAHHHH!"


Aluna menangis dengan hebat, walau ia mengatakan sudah rela akan tetapi sebagai seorang anak tentu saja dia tidak akan siap.