
Episode 148 : Yang sebenarnya terjadi di masa lalu bagian 2.
.
.
"Woah, ini indah sekali ... kota ini seperti kota yang aku lihat di film-film!" seru Aluna ketika ia keluar dari rumah sakit dan berjalan ke arah pohon natal besar yang ada di ujung sana.
Tangannya ia ulurkan ke arah langit dan ia tangkap beberapa salju di tangannya.
Dan ...
"Hap!"
Aluna merasakan salju itu dan dia akhirnya tahu juka rasanya sama saja seperti es.
"Drap ... Drap ... Drap!"
Suara sepatu nya mengenai salju membuat Aluna kegirangan, dia melihat ke belakang ketika jejak sepatu nya akan ditutupi lagi oleh salju putih.
"Haaaaahhh!"
Tak lupa dia mengembuskan nafasnya ke udara, dan akan ada kepulan seperti asap yang terbentuk.
Tanpa terasa ketika ia berjalan sambil bermain-main, dia akhir sampai di tengah-tengah kota, di sana ada pohon natal yang sangat besar dan terang sekali.
Aluna sampai terkagum-kagum saat melihat nya.
"Woah, ini adalah pohon natal terbesar yang pernah aku lihat sebelumnya ..." seru Aluna masih dalam suasana kagum.
Sampai ketika ...
Secara tidak sadar ada beberapa lelaki yang mendekati Aluna ...
Kota ini memang sangat terkenal di seluruh dunia sebagai kota cinta, jadi akan banyak wisatawan yang datang, dan semua warga disana pasti akan bisa membedakan wisatawan dan warga lokal di tempat itu.
Mungkin Aluna terjebak dengan image kota ini yang di televisi selalu disiarkan dengan sangat indah, seolah tak ada kejahatan sama sekali.
Tetapi tentu saja itu salah, di kota itu terkenal dengan pencopet dan para penjahat nya, mengambil kesempatan dalam kesempitan atas ketidaktahuan wisatawan itu.
(Permisi nona cantik, bisakah aku menawarkan mu minuman ini?)
"Only 1 dollar, please help me, i'm starving ..."
(Hanya 1 dollar, tolong bantu saya, saya lapar sekali ...)
Lelaki itu menawari Aluna sebuah minuman yang terlihat seperti jus, harga nya hanya satu dolar.
Aluna sama sekali tidak sadar, jika di belakang lelaki tua yang kelihatan kumuh dan menyedihkan ini sudah ada beberapa orang lagi memantau mereka.
Ya, Aluna dinilai sangat cantik untuk segera ditawarkan ke rumah bordil pusat kota.
Dan aksi mereka ini sangat mulus di lakukan, karena mereka akan membuat korban seolah-olah secara sadar memang menjual diri mereka sendiri, dengan cara membuat mereka mabuk dan sedikit sentuhan obat perangsang, akan membuat gadis-gadis yang mereka jebak akan menjadi liar dan nakal.
Tentu saja, para penjahat ini hanya akan mengincar korban yang terlihat cantik dan Sendirian, seperti Aluna sekarang.
Melihat penampilan lelaki itu, Aluna jadi ingat akan ayahnya.
"Okey okey Mister, i Will take it, take this 10 bucks with you ..."
"Baiklah baiklah Pak, saya akan membeli nya, ambil lah 10 dollar ini untuk mu ..."
Aluna yang langsung kasihan langsung memberikan lelaki itu 10 dollar, walau hanya itu yang di kantung nya sekarang.
Untung saja rumah sakit tempat Ayahnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki jadi tidak membutuhkan uang transportasi.
Lelaki tua itu kemudian berterimakasih, dan dia segera membalikkan badannya.
Dia memberikan kode kepada tim nya yang sudah memantau, dimana kali ini mereka akan mendapatkan mangsa.
.
.
.
Author : Maaf jika bahasa Inggris nya kurang ya guys.