Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 120 : Kenapa aku harus pergi?


Episode 120 : Kenapa aku harus pergi?


.


.


Tiga hari telah berlalu sejak hari itu,


"Sayang, hari ini aku harus ke kantor, ada pekerjaan yang tidak bisa aku monitor dari rumah, jangan lupa hafal yang nama-nama teh kesukaan Ibuku, juga beberapa silsilah keluarga ku, aku benar-benar ingin kau diterima oleh keluarga ku nanti ..."


Edgar berusaha keras sekali mengajari Aluna selama tiga hari ini, walau sebenarnya energi Aluna bahkan jauh lebih banyak terkuras saat suaminya menghabisi nya.


"Baiklah ... baiklah, aku mengerti, hati-hati di jalan ya suami." balas Aluna masih berbaring di atas ranjang saat suaminya sedang mengenakan kemeja untuk ke kantor.


Tadi malam Edgar menghabisi istrinya lagi tanpa ampun, sungguh selama tiga hari ini, Edgar menghabisi Aluna setiap malam.


Edgar sama sekali tidak bisa malahan dia semakin suka dan menggebu-gebu untuk melakukan itu.


Edgar duduk di sisi ranjang saat pakaiannya sudah rapih, dia mengusap rambut istrinya dan mengecup keningnya dengan lembut.


"Sayang, kau pasti masih kelelahan karena tadi malam, pagi ini aku tidak akan sarapan karena aku terburu-buru, nanti siang antar kan aku makan siang ya ke kantor, aku ingin memakan masakan mu ..." bisik Edgar tersenyum sangat manis melihat istrinya masih terlelap karena ulahnya tadi malam.


"Ya ya, baiklah, maafkan aku tetapi aku masih terlalu lelah, kau tidak memberikan aku jeda!" ketus Aluna mengalihkan wajahnya yang tadi menghadap ke arah suaminya menjadi ke arah berlawanan.


"Pffft," Edgar terkekeh pelan saat mendengar gerutu itu.


Dia kemudian mengecup pundak Aluna yang terbuka dengan sangat dalam.


"Aku ke kantor dulu sayang ..." bisik Edgar lembut sekali.


Edgar segera pergi dari kamar pribadinya, dengan senyuman yang sangat lebar.


Akhir-akhir ini, dia jadi sangat suka tersenyum, hatinya menjadi hangat, dan tidak ada mimpi buruk lagi seperti sebelum-sebelumnya.


Saat Edgar pergi keluar, dia bertemu dengan Clara di depan, dimana Clara nampaknya baru kembali untuk mengambil beberapa barang nya yang ketinggalan.


"Untuk apa datang ke sini?" seru Edgar dengan ekspresi wajah yang terlihat kurang suka.


Clara yang semakin kesal karena Edgar bahkan memperlihatkan wajah itu, menatap dengan tajam dan masih menahan tangisnya.


"Aku mau mengambil barang ku yang sudah sempat aku letakkan di sini! kenapa? memangnya tidak boleh?" seru Clara mengepal tangannya menahan tangis.


Benar-benar tidak menyangka jika Edgar menolaknya hingga seperti ini.


Edgar melihat jam tangannya saat itu, dan dia sudah akan terlambat untuk urusan penting nya.


"Kalau sudah diambil langsung pergi saja, aku tidak mau istriku melihat mu!" seru Edgar bahkan tak melihat kearah Clara dan segera memasuki mobil.


"Broom!"


Mobil Edgar segera melaju meninggalkan Clara yang sudah marah dan menahan tangis itu.


"Dasar brengsek! memangnya kenapa jika wanita jahat itu melihat ku! lihat saja apa yang akan aku lakukan?" teriak Clara segera berlari ke dalam mansion.


Dengan kemarahan yang meluap-luap dia membuka kamar Edgar Brown dimana disana sudah ada Aluna yang baru saja bangun dan memakai pakaian tidurnya.


"KENAPA KAU ADA DISINI?!"


"KAU MEREBUT EDGAR LAGI DARIKU!"


"DASAR PELACUR!"


Teriak Clara bahkan masih menganggap Aluna sebagai Fiona, padahal jelas-jelas mereka adalah orang yang berbeda.


Saat melihat Clara menangis dengan amarah datang ke arahnya, Aluna sedikit bingung tetapi dia sungguh tidak suka disebut sebagai pelacur.


Padahal dia tidur bersama suaminya, bukan oranglain, dia tidak pantas mendapatkan gelar pacur.


"Aku adalah istri yang sangat pantas untuk Edgar, aku Aslan wanita yang sangat sesuai dengan nya, bukan kau!"


"Memangnya apa yang kau miliki sampai kau berani merebut Edgar dariku! pergi sekarang juga, apakah kau mau uang? aku akan memberikan mu banyak uang jika itu yang kau mau!"


"Hanya saja cepat pergi dari sini! pergi!" teriak Clara menangis sampai sesenggukan.


"Nona, anda seperti nya salah alamat jika hendak marah, untuk apa saya pergi dari sisi suami saya sendiri?"


"Saya juga tidak pernah merebut siapapun, saya menikah dengan Edgar secara sah, jika dalam hal merebut, mungkin Nona lah yang pantas disematkan kata itu, karena sekarang Nona sedang menginginkan suamiku!" seru Aluna tidak akan mengalah lagi.


Sepertinya setelah bersama dengan Edgar dan dilatih oleh Edgar, Aluna sudah mulai bisa melawan dan mempertahankan dirinya.


Aluna sudah bisa melawan dan membela dirinya karena tahu Edgar akan selalu ada di belakang nya membela dirinya.


"Heh! kau berani sekali membalas ucapan ku! orang miskin seperti mu yang hanya bisa menjual dirinya demi uang!"


"Yang merebut Edgar sejak awal adalah kau, karena aku lah yang mengenal Edgar lebih dulu! jadi pergi dari sini sekarang juga!"


Geram Clara benar-benar marah besar, dia tidak akan membiarkan wanita jahat ini bertahan di sisi Edgar lagi.


Aluna segera bangkit saat itu, lalu dia menuju pintu kamar dan segera membuka pintu kamar itu untuk Clara.


"Anda yang harus pergi dari kamar saya Nona!" seru Aluna dengan ekspresi wajah yang tegar.


Melihat hal itu, amarah Clara semakin membesar, dia merasa dipermalukan oleh Aluna.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Clara melangkah dengan angkuh dan mengusap air matanya.


"Aku akan membuat mu menyesal! lihat saja!" geram Clara pergi dari kamar itu dan akan segera mengabari ke ketiga Pelayan itu jika Edgar dan Aluna sekarang sedang terpisah secara sementara.


Entah dengan cara apapun, Aluna harus segera pergi dari sisi Edgar.


.


.


.