
Episode 90 : Jangan coba-coba menghentikan aku!
.
.
.
Matanya terpejam dan dia bahkan tidak berani melihat dirinya sendiri.
"Bagaimana bisa ada baju se transparan dan ketat begini?"
"Memalukan! lelaki mesum itu memang hanya memikirkan hal mesum saja! aaaaa ... aku malu!" teriak Aluna menutup matanya.
Tetapi ia masih penasaran dengan harga baju transparan dan ketat itu, saat ia mengambil tag baju dan memeriksa harganya, mata Aluna melebar dan mulutnya sampai menganga.
"Mahal sekali, bagaimana mungkin baju kurang bahan ini memiliki harga yang sangat tinggi! ini namanya penipuan!" seru Aluna hendak melepaskan baju itu ...
Sedangkan Edgar, dia menunggu di luar dimana ruangan ganti tepat berada di hadapannya.
Dia tersenyum nakal, namun ia segera melihat cctv, walau mall itu sudah kosong tetapi tentu saja masih ada cctv.
Edgar langsung tersentak, lalu ia melangkah dengan cepat ke tempat ruangan ganti.
"Srak!"
Kebetulan ruangan ganti itu hanya dilindungi oleh gorden besar sehingga Edgar bisa membukanya dengan mudah.
Dan ...
🦋
🦋
🦋
*Blush*
*Booom!*
Seperti ada bom yang meledak di kepala Edgar Brown, dia melihat istrinya yang saat ini mengenakan baju dinas transparan itu di hadapannya secara langsung.
"Syut!"
Miliknya juga mengembang dengan sangat signifikan sehingga celananya jadi sesak.
Bagaimanapun Aluna terlihat sangat cantik sekali, bukan hanya cantik tetapi lekuk tubuhnya terlihat lebih menonjol dan menggairahkan saat mengenakan baju tipis itu.
"Glek!"
.
.
Sedangkan Aluna ...
Karena dia memang hendak melepaskan pakaian transparan yang menurut nya terlalu mahal itu membuat penampilan nya semakin terbuka dan sangat seksi.
"Aaaaaaaa!"
Aluna sampai berteriak sampai teriakannya selesai, akan tetapi Edgar masih saja berdiri mematung di hadapannya seolah terhipnotis sepenuhnya.
"Srak!"
Saat Aluna selesai berteriak, Edgar langsung menarik tangan istrinya dan membuatnya berada dalam dekapannya, pipinya dan daun telinga nya memerah itu sungguh mengurangi image kejam dari Edgar.
"Ja ... jangan lihat aku!" seru Aluna menunduk dan memejamkan matanya karena malu sekali.
Dia tidak ingin dilihat oleh Edgar saat berpenampilan seperti ini.
"Kenapa? apakah ada yang salah?" bisik Edgar menyeringai tajam, namun tangannya sudah menyusuri bagian belakang istrinya dan mengusap pundaknya lembut sekali.
Tangannya menyelinap masuk ke pinggang istrinya yang terbuka, membuat Aluna melebarkan mata dan syok sekali.
Tubuhnya merinding dan rasa malu yang teramat sangat memenuhi kepalanya.
"Tidak ada yang salah, hanya saja jangan lihat aku, lepaskan aku, biarkan aku memakai pakaian ku!" Aluna berbicara seperti seorang rapper menyanyi dengan cepat.
Aluna masih mencoba mendorong suaminya agar sedikit menjauh walau percobaan nya tentu saja gagal, karena tenaga Edgar begitu besar jika dibandingkan dengan tenaga nya.
"Hehe, aku akan periksa sendiri apakah ada yang salah atau tidak, jangan coba-coba menghentikan aku!" bisik Edgar seperti kehilangan kewarasannya.
Aluna membuatnya kehilangan dirinya dan dia tidak bisa menahan gejolak dalam dirinya sendiri.
"A ... apa yang mau kau lakukan?" seru Aluna sudah ketakutan sekali, matanya melebar dan dia masih mencoba sekuat tenaga melepaskan Edgar yang sedang mendekapnya erat sekali.
"Aku kan sudah bilang mau memeriksa, apakah kau baik-baik saja, aku adalah suami yang sangat perhatian jadi hal ini sangat perlu dilakukan," bisik Edgar menyeringai tajam sembari melakukan sesuatu yang sangat nakal sampai Aluna menahan nafasnya sejenak.
Bagaimana tidak, Edgar dengan sengaja menghentikan jemarinya di buah dada istrinya dan merasakan mereka, Edgar menyeringai tajam lalu hanya dalam satu hentakan dia sudah menarik tubuh istrinya agar dia bisa mencium Aluna dengan sangat buas.
.
.
.