
Episode 95 : Jadikan dia pelayan ku!
.
.
.
"Bukan urusan mu, pulang lah, dan jangan ganggu aku!" seru Edgar kembali balik badan dan melanjutkan langkahnya.
Clara yang mendengar itu mencengkeram tangannya, lalu dia berteriak.
"Tidak mau, aku tidak mau kembali, aku akan tinggal di sini, Ibu Camelia mengatakan hal itu, Kakak tidak bisa menolak aku!"
"Walau Kakak tidak mencintai aku, tetapi Ayah kita sudah memiliki janji untuk menikah kan kita! jadi aku akan tinggal disini sampai Kakak mau pulang."
"Dan mengenai gadis yang tadi, aku tidak akan melaporkan nya pada Ibu Camelia, tetapi aku ingin dia jadi pelayan pribadiku selama aku disini!" seru Clara dengan seluruh keberanian yang ia miliki.
Dia akan menjadikan gadis yang tadi sebagai pelayan pribadinya, jika memang gadis yang tadi memiliki hubungan yang spesial dengan Edgar Brown, maka Clara akan membuat gadis itu membuka matanya dan pergi dengan sendirinya dari sisi Edgar.
"Apa katamu? kenapa dia harus jadi pelayan mu? kau bisa mencari pelayan yang lain! kenapa harus dia?!" seru Edgar sudah benar-benar marah dan dia akan segera mengusir Clara dengan paksa kali ini.
Dia melangkah dengan cepat ke arah Clara dengan wajah yang benar-benar mengerikan, dan tatapan yang begitu tajam.
"Glek!"
Clara menelan salivanya kasar karena sedikit takut, dia bahkan sampai terjatuh lagi ke atas kursi sofa.
"Se ... sebagai bukti jika kalian memang tidak memiliki hubungan, jika Ibu Camelia tahu dan Ayah Edward tahu maka kesehatan Ayah Edward akan semakin terpuruk,"
Clara memang sudah memanggil orangtua Edgar sebagai Ayah dan Ibu, karena memang Clara sudah mengenal keluarga Edgar sejak ia dilahirkan hingga sekarang.
Edgar yang mendengar itu terdiam, dia masih ingat sumpah Ayahnya dahulu yang mengatakan akan memilih mati jika menikah dengan orang lain selain Clara, Edward Brown tidak ingin putranya menderita seperti sekarang.
Edward Brown sekarang memang sudah sakit-sakitan karena sudah tua, sekarang Ibu Camelia lah yang lebih aktif mengurus semuanya.
Kepulangan Edgar ke sana juga adalah agar Edgar bisa mengambil alih perusahaan yang du pusat.
Entah apa yang terjadi dahulu, sampai Edward Brown bersumpah tidak akan mengijinkan Edgar menikah dengan wanita lain selain Clara.
Semua itu karena ulah Fiona.
"Jangan berani membahas mengenai Ayah dan Ibuku Clara, kau pikir siapa dirimu ha?" Edgar sampai mencengkeram kedua pipi Clara dengan sangat kuat, karena Clara membahas mengenai Ayahnya.
"Glek!"
Clara lagi-lagi menelan salivanya dengan kasar, dia gemetaran tetapi dia perlu melakukan ini demi menabwa Edgar pulang dan segera menikahi nya.
"Maafkan aku, tetapi jika tidak diijinkan maka aku akan melaporkan mengenai gadis tadi mirip dengan Fiona," Clara masih kukuh dengan keinginannya menjadikan Aluna sebagai pelayan pribadinya selama tinggal di kota ini.
Edgar yang mendengar itu menyeringai tajam, dia menghempaskan cengkeramannya sampai Clara terhempas ke atas sofa.
"Maafkan aku Kak Ed, tetapi pernikahan kita tidak bisa dibatalkan, aku tidak ingin ada satu wanita pun menghalangi pernikahan kita lagi, aku harus memastikan sendiri apakah gadis yang tadi memiliki hubungan dengan mu, ataukah dia gadis baik atau memang jahat!"
Clara memberitahu Edgar, jika pernikahan mereka tidak bisa dibatalkan.
Disaat yang sama, Edgar juga tidak bisa melakukan Clara, karena jika dia melakukan itu maka Ayahnya mungkin akan benar-benar murka dan kesehatan nya akan memburuk.
Clara juga sebenarnya dulu sangat dekat dengan Edgar, Edgar menganggap Clara sebagai adik perempuan nya, tetapi Clara sepertinya tidak begitu.
Clara sudah jatuh cinta pada Edgar saat Clara remaja.
Jadi hubungan Edgar Brown dan Clara juga kuat karena sudah mengenal sejak mereka kecil.
.
.
"Lakukan sesuka mu, jika kau berani melaporkan mengenai dia pada orangtua ku, aku tidak akan memaafkan mu selamanya!" geram Edgar langsung meninggalkan Clara di kursi sofa itu.
"Iya Kak, aku janji ..." balas Clara mulai mengatur pernafasannya, karena ia tegang sejak tadi.
Edgar dulunya memang terkenal dingin dan angkuh kepada orang lain, tetapi kepada Clara dia selalu bersikap manis layaknya kakak laki-laki pada adik perempuannya.
Edgar berubah kasat dan acuh tak acuh memang sejak Fiona hadir di kehidupannya, jadi Clara sangat membenci Fiona.
Clara akan melihat sendiri siapa gadis yang tadi, apakah dia memiliki niat jahat untuk calon suaminya.
🦋
🦋
🦋
Di saat yang sama,
Dave sudah tahu jika Clara sekarang berada di mansion sahabatnya, Edgar Brown.
"Aku ke sana hanya ingin mengunjungi Clara bukan untuk melihat Aluna, aku tidak memiliki niatan menghancurkan rumah tangga sahabat ku sendiri!"
"Aku juga ingin tahu mengapa Edgar tiba-tiba menikah dengan Aluna!"
Dave sedang mencari-cari alasan untuk berkunjung ke kediaman Edgar Brown, dia merasa hanya ingin mengunjungi Clara akan tetapi sebenarnya hanya ingin melihat Aluna.
Hanya dalam beberapa saat berkendara dia sudah sampai di mansion Edgar Brown.
Saat ia sampai di lobby, dia melihat seorang gadis berpakaian yang indah dan memiliki wajah yang sangat cantik bersandar di dinding dan menangis termenung.
"Aluna, kenapa dia ada di sana?" seru Dave melihat Aluna yang tengah menangis itu.
"Oh iya, pastinya pernikahan ini kan rahasia, Aluna pasti bersembunyi dari Clara, kenapa hatiku sakit ya?" keluh Dave merasa hatinya sakit melihat Aluna yang terdiam menunduk dan menangis.
Saat itu hujan sudah mulai turun, Dave turun dari mobil dan menjumpai Aluna.
"Hei kucing manis, kenapa kau menangis disini? apakah kau mau berlomba dengan hujan? siapa yang bisa mengeluarkan air lebih banyak?" seru Dave ingin sedikit saja menghibur Aluna.
Aluna yang menyadari ada Dave di sana terkejut sekali, dia mengusap air matanya dan menunduk menutupi wajahnya.
Melihat itu Dave hanya tersenyum tipis.
"Tidak apa, tidak usah bersembunyi lagi, aku sudah tahu hubungan mu dengan Edgar, kau tidak perlu bersembunyi di hadapan ku lagi," seru Dave lembut dan hendak meraih pipi Aluna hanya ingin sekedar mengusap air matanya.
Menyadari itu Aluna langsung menghindar dan menjauh.
"Maafkan saya Pak Dave, selama ini sudah berbohong, tetapi karena Pak Dave sudah tahu sebaiknya kita jaga jarak, karena mau bagaimana pun saya sudah memiliki suami ..." seru Aluna langsung menundukkan kepalanya dan lari ke belakang mansion.
Sudah hujan jadi dia harus memasuki mansion dari pintu belakang.
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy