Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 122 : Kau harus baik-baik saja.


Episode 122 : Kau harus baik-baik saja.


.


.


"Sepertinya aku akan terlihat keren jika mengenakan jas! atau tidak ..."


"Hmmm!"


Edgar sedang melihat dirinya di cermin yang ada di ruangan rahasia di kantor pribadi nya.


Dia mencoba sangat keras agar terlihat super tampan dan keren di hadapan istrinya nanti.


Dia sedang dilema, apakah dia harus memakai jas atau tidak.


"Sepertinya lebih tampan tidak mengenakan jas, pada dasarnya aku kan memang sangat tampan! ha ha ha!"


Edgar tertawa terbahak-bahak sembari melempar jas nya ke atas ranjang yang ada di sana.


Dia mengusap rambut nya agar terlihat lebih rapih dan dia tersenyum menggoda di depan cermin.


"Aku tidak sabar bertemu istriku lagi, kenapa aku sudah merindukan nya padahal baru saja bertelepon!"


Edgar keluar dari ruangan itu dan menuju ruangan kerjanya, dia duduk di kursi kebesaran dan berpangku tangan melihat ponselnya.


Bagaimana pun, Edgar bahkan sudah memasang foto istrinya sebagai wallpaper ponselnya.


Edgar tersenyum begitu cerah dan damai, senyuman yang telah hilang selama tiga tahun belakangan kembali lagi.


"Tok ... Tok ... Tok!"


Tiba-tiba saja Dean datang ke ruangan kerja tuannya dengan ekspresi wajah yang pucat dan syok.


"Ada apa? kenapa kau kelihatan tergesa-gesa?" seru Edgar dengan heran, dia meletakkan ponselnya dan duduk dengan tegap, menjadi serius dengan apa yang akan disampaikan oleh Dean.


"Tuan, itu ... mobil yang dikendarai oleh Nyonya Aluna mengalami kecelakaan dan ..." belum sempat Dean melanjutkan ucapannya.


Hanya dengan mendengar kata kecelakaan, mata Edgar melebar dan pikirannya seolah meledak, hatinya seperti diremas dan suara Dean seperti tak lagi terdengar oleh nya.


Tangan Edgar bergetar hebat, kepalanya menjadi pusing dan wajahnya memerah.


"Brak!"


"APA MAKSUDMU DENGAN KECELAKAAN?!" Teriak Edgar memukul meja sembari berdiri dengan sangat kuat.


Dean yang mengerti rasa frustasi yang dialami oleh Edgar segera menunduk dan menambahkan informasi yang nampaknya tidak di dengar oleh Edgar barusan.


"Tuan, semua penumpang di temukan di lokasi, termasuk kedua pengawal yang menjaga Aluna, akan tetapi tidak ada Aluna disana ..." Dean menambahkan informasi yang dia dapatkan barusan.


Hal itu juga membingungkan Dean, bagaimana mungkin tidak ada Aluna disana.


Bagaimana pun, kecelakaan ini terjadi beberapa menit yang lalu dimana pihak ambulance dan kepolisian baru sampai di lokasi kecelakaan.


Edgar menelan salivanya gugup sekali, kepalanya menjadi pusing dan dia pergi melangkah ke luar.


"AYO KESANA! CEPAT!" Geram Edgar akan pergi ke sana memastikan sendiri.


Saat melangkahkan kaki dan diikuti oleh Dean ...


"Kumpulkan semua cctv di sepanjang jalan itu! aku yakin ada sesuatu yang kurang beres!" geram Edgar memerintahkan Dean untuk segera mengumpulkan rekaman cctv di sepanjang jalan raya itu.


"Siap Tuan ..." seru Dean langsung menghubungi semua pihak yang berhubungan dengan orang yang memiliki akses ke cctv jalanan sekitar mansion Edgar Brown.


.


.


.


"KAU HARUS BAIK-BAIK SAJA! TIDAK PEDULI APAPUN, KAU HARUS BAIK-BAIK SAJA! JIKA TIDAK AKU BENAR-BENAR TIDAK TAHU LAGI HARUS BAGAIMANA!" Geram Edgar melangkah dengan cepat dan mengemudi dengan sendirinya.


Dia membiarkan Dean mengemudi mobil yang lain.


Edgar langsung menyebut ke arah mansion nya, dan ketika ia sampai di daerah sepi yang banyak pepohonan nya, Edgar melihat bagaimana mobil miliknya sudah berada di sana rusak dengan parah, tetapi semua korban sudah di evakuasi.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Edgar menghentikan mobilnya dan berlari ke arah mobil nya, disana dia melihat mobil nya yang sudah banyak darahnya, di sana juga ada makanan yang sudah terserak kemana-mana.


"Tadi Aluna ada disini, kemana dia? hei! kalian semua! apakah kalian yakin hanya ada tiga orang di sini?" teriak Edgar berteriak dengan nafas yang terengah-engah dan pucat sekali.


Pihak kepolisian yang menyadari adanya seseorang diluar petugas kepolisian melewati garis kuning yang sudah mereka batasi tadi langsung hendak mengeluarkan Edgar.


"Srak!"


Saat itu pihak kepolisian menarik tangan Edgar ...


"Mohon maaf anda di larang memasuki batas garis kuning ini dan ..."


"Brak!"


Edgar menghempaskan tangan polisi itu dan langsung mencengkeram kerahnya.


"Aku bertanya apakah kalian yakin hanya ada tiga orang di dalam mobil ini? kenapa kalian sangat lambat dalam bertindak? HA?"


Edgar sudah kehabisan kesadarannya, dia yakin ada yang tidak beres, pasti ada yang hendak mencelakai istrinya.


Dean yang baru sampai disana melihat Tuan nya hendak menghabisi salah satu anggota polisi segera berlari ke sana ...


"Tuan, tolong hentikan, aku sudah mendapatkan cctv sepanjang jalanan ini, kita pasti akan segera menemukan Nyonya Aluna ..." Dean memberikan informasi kepada Edgar bagaimana dia sudah menemukan akses cctv yang tadi diminta oleh Tuannya.


"Dimana? cepat berikan kepadaku!" geram Edgar langsung menghempaskan petugas kepolisian itu dan melangkah dengan cepat mengikuti Dean.


Dean langsung menunjukkan beberapa rekaman yang sudah dikumpulkan dalam waktu yang sangat cepat, di sana Edgar melihat istrinya yang sangat ia sayangi itu memang di angkut oleh beberapa orang lelaki tak di kenal ke sebuah mobil Van hitam.


Edgar mengusap layar ponsel yang dibuat memutar rekaman ...


"Istriku ... aku akan segera datang!" geram Edgar dengan tangan yang gemetaran dan dada yang sangat sesak.


Dia sedang menahan dirinya sejak tadi, penyakit nya sudah kambuh tetapi dia menahan dirinya untuk melakukan hal bodoh sebelum istrinya ditemukan selamat dan baik-baik saja.


Dari rekaman cctv jalanan itu, ditemukan plat mobil para penculik amatir suruhan Marin dan Freya, dimana dari plat mobil ditemukan jalur mobil telah memasuki sebuah rumah kosong di dekat pantai.


"Dean, aku akan pergi ke sana sendirian! kau segera menyusul dan kumpulkan orang-orang mu, kau harus cepat karena jika tidak mungkin aku akan kembali menjadi pembunuh!" geram Edgar dengan sangat dingin dan jelas.


Matanya yang tajam dan wajahnya yang pucat namun menunjukkan kemarahan yang begitu besar.


Dia meminta Dean keluar dari mobil, untuk mengurus sisanya dan segera datang menyusul ke lokasi yang sudah berhasil mereka lacak hanya dalam beberapa menit.


"Siap Tuan!" seru Dean langsung sadar jika Tuan nya memang sudah jatuh cinta begitu dalam kepala istrinya.


"Broom!"


Mobil yang di kemudikan oleh Edgar segera melaju dengan sangat kencang ketika Dean sudah berhasil keluar ...


.


.


Di saat yang sama, ketika Edgar mengemudi ke sebuah tempat sepi di tepi pantai, butuh sekitar 30 menit agar bisa sampai ke sana dengan kecepatan penuh.


"Syurrrr!"


Suara air laut yang ada di sebuah ember di ceburkan ke arah Aluna yang sedang pingsan.


Saat terkena air itu, mata Aluna mulai bergerak dan dia mulai bangun.


"Ahhhh ... kepalaku sakit sekali ... ada dimana aku?" keluh Aluna saat menyadari dia berada di tempat yang aneh.


Langit-langit gubuk itu terbuat dari kayu lapuk, hanya beberapa detik setelahnya dia sadar jika dia sudah diikat di sebuah kursi tidur kayu, tangan dan kaki nya diikat dengan sangat kencang, sampai-sampai jika dia bergerak maka tangannya akan terasa sangat sakit.


"Ka ... kalian?" dengan mata yang melebar dan wajah yang syok bercampur sedih, dia melihat dua orang yang dia kenal ada di hadapannya.


Bersama lima orang lelaki berbaju hitam dan tersenyum begitu jahat.


.


.


.


Author : Ditunggu besok lagi ya.. Jangan lupa like dan komentar nya 😘🎀


Follow akun Instagram author juga : @Anak_Kost_Joy


Terimakasih semuanya.