Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 97 : Jangan pergi dariku.


Episode 97 : Jangan pergi dariku.


.


.


.


Edgar yang menyadari itu menoleh ke belakang dan menatap Aluna dengan tajam.


"Aku ... aku tidak mau lagi!" Aluna dengan suaranya yang bergetar hebat, dia berbicara dengan pelan sekali.


"Ha?" Edgar ingin Aluna melanjutkan ucapannya.


Aluna melepaskan genggaman tangannya dengan cepat lalu dia berbicara sembari menunduk lagi.


"Gadis yang tadi, pasti memiliki hubungan dengan mu kan? aku ingin hubungan ini segera berakhir, aku sudah tidak kuat ... menjadi Pelampiasan Hasrat mu dan kau permainkan begini, setelah kau melakukan itu tadi padaku kau berpelukan dengan seorang gadis,"


"Kau merendahkan aku, aku tidak tahu jika menikahi mu aku akan semenderita ini, jadi ... aku akan mengembalikan semua uang yang kau berikan untuk pengobatan ayahku, aku juga tidak menggunakan black card yang kau berikan, jadi ..."


Saat Aluna berbicara Guntur dan petir nampaknya menyambar dengan sangat intens, kengerian mereka sama seperti mata biru Edgar yang sangat tajam saat ini.


Edgar kemudian melangkah kan kaki mendekat ke arah Aluna, lalu ia menarik tangan istrinya itu lagi agar bisa ia cengkeraman.


"Aluna ... kau mulai lagi, kau sudah terikat kontrak dengan ku, dimana kau tidak memiliki hak untuk pergi dariku, kau tidak boleh memutuskan hubungan ini!"


"Kali ini aku akan melupakan ucapan mu yang mengatakan ingin mengakhiri segalanya, karena jika tidak ... maka mungkin aku akan membunuh mu dengan tangan ku sendiri!"


"Masalah gadis tadi, dia memang mengejar ku sejak dulu, tapi aku tidak akan menikahi nya ... aku tidak akan menikah dengan seseorang yang tidak ku inginkan,"


"Aku tidak akan pernah menarik kata-kata ku, jadi jika kau tidak ingin kekacauan terjadi cepat ikuti aku ..." geram Edgar mengancam Aluna lagi.


Tetapi kali ini suaranya tidak menekan seolah secara tidak sadar dia juga merasa bersalah karena tadi membuat Aluna mengakui dirinya sebagai pelayan, Edgar berbicara pelan kali ini.


"Selalu begini, kau mengancam ku dan mengatakan aku tidak bisa melakukan apapun, apa bedanya kau dengan mereka yang menindas ku?"


"Oh ya ... aku lupa, kau juga sama dengan mereka ... menindas ku, menekan ku dan selalu mengatakan aku tidak akan bisa membela diriku sendiri karena aku lemah, karena aku miskin,"


"Aku kenal dengan rasa sakit ini Edgar, aku pernah dilukai dan aku benci dengan diriku sendiri karena merasakan nya lagi, dan yang lebih menyedihkan adalah aku tidak bisa membela diriku sendiri, aku tidak bisa melakukan apapun karena aku tidak memiliki uang dan kekuasaan!"


"Apa yang kau mau dariku sebenarnya? kau tidak menyukai ku, kau menaruh aku di sisimu karena aku sedikit mirip dengan calon istrimu dulu ..."


Aluna menumpahkan semua rasa sakit nya, dia menangis tersedu-sedu, rambut nya yang sudah sedikit basah, wajah nya yang pucat dan matanya yang sembab sungguh membuat penampilan nya sangat menyedihkan.


"Deg!"


Mendengar teriakan dan rasa pilu Aluna, Edgar terdiam dia membisu dan dia tidak pernah menyangka jika dia memang menyakiti Aluna sejauh ini.


Dia melihat tangan kokohnya mencengkeram Aluna dan dia kemudian sadar jika dia bukan menggenggam seperti yang ia sadari tetapi memaksa Aluna dengan cengkeraman tangannya.


Edgar mencengkeram kepalanya karena tiba-tiba kepalanya menjadi sangat sakit.


"Ha ... ah!" nafasnya menjadi berat dan panas.


Dia ambruk di pelukan Aluna dan hanya dalam sekejap dia memeluknya dengan sangat kencang.


"Aku tidak tahu, aku tidak tahu apakah aku menyukai mu atau tidak, aku tidak mengenali perasaan ku sendiri Aluna, hanya satu yang aku tahu jika kau jangan pernah pergi dariku!"


"Jangan pergi! aku mungkin akan gila jika kau pergi!"


Edgar berbicara dengan tubuh yang gemetaran.


Mengetahui Aluna memiliki tekad yang sangat besar untuk pergi membuat penyakit paranoid Edgar kambuh secara instan.


Dimana dia akan gemetaran dan memiliki keinginan untuk melukai dirinya sendiri dan orang disekitarnya.


.


.


.


.


Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.


Jangan lupa follow Instagram author juga di :


@Anak_Kost_Joy