Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 98 : Aku mungkin akan melukai mu.


Episode 98 : Aku mungkin akan melukai mu.


.


.


.


Cinta itu membingungkan, hati selalu memiliki ucapannya sendiri mengenai cinta, sedangkan pikiran berkata cinta itu hanyalah ilusi.


Ungkapan cinta bagi setiap orang nampaknya berbeda, bahkan ada yang tidak percaya dengan cinta.


Terkadang orang juga lupa jika takdir berpengaruh di dalamnya, jika semesta telah mengikat takdir dua orang, maka saat mereka bertemu, saat itu mata mereka akan bersatu dan saling mengenali, lalu cinta yang membeku dan mati akan bangun kembali.


Kau bisa menyebut nya sebagai cinta sejati, cinta yang disatukan oleh benang merah takdir.


Cinta yang memang dinanti dan akan menyembuhkan hati yang berteriak karena rasa sakit.


🦋


🦋


🦋


"Deg ... Deg ... Deg!"


Detak jantung yang berdegup kencang, Edgar tak mau melepaskan pelukannya di tubuh istrinya.


Walau saat itu, dia tidak tahu perasaan apa yang dia rasakan untuk Aluna.


Hanya saja dia tidak ingin kehilangan sesuatu yang berharga, seperti tidak ingin mengulangi kesalahannya di masa lalu namun dia tidak tahu caranya.


Aluna terdiam saat Edgar berbicara dengan pelan dan lemah seperti itu, matanya berkaca-kaca dan hatinya berkecamuk.


Dia ingin melarikan diri, tetapi Edgar selalu saja memperlihatkan dua sisi yang berbeda kepadanya, sisi yang sangat kejam sampai membuat orang ketakutan setengah mati, dan sisi yang sangat rapuh dan butuh seseorang untuk menggenggam tangannya.


"Jika kau tidak ingin aku pergi, lalu bagaimana dengan ku? aku tahu jika aku pasti akan lebih menderita di kemudian hari, dengan keluarga mu dan banyak lagi,"


"Aku pernah di posisi ini dulu, dan rasanya sangat menyakitkan, aku yakin dengan mu mungkin aku yang akan hancur, semakin kau memeluk aku dan menggenggam ku, kau lebih menghancurkan aku ..."


"Hah! hah!" Edgar yang mendengar itu mencengkeram tangan Aluna semakin kuat, dengan wajahnya yang sudah memerah dan jantungnya yang berdegup semakin kencang, dia tahu jika dia butuh obat penenang nya sekarang.


"Aluna ... aku sungguh tidak akan mengingat apa yang kau katakan barusan, tidak akan ada yang boleh pergi dariku! tidak satupun!"


Edgar menatap wajah Aluna yang menunduk dan bersedih teramat sangat.


Tangan Edgar yang kokoh namun gemetaran, dia segera melepaskan tangan Aluna saat itu juga.


"Untuk saat ini aku mungkin akan melukai mu Aluna, tidurlah di ruangan sebelah ku, tetapi jangan pergi!"


"Jangan berani pergi satu langkah kaki pun dari kediaman ku, jika tidak aku akan membunuh mu!"


Edgar sungguh tidak pandai berkata-kata, apalagi sekarang dia sedang kambuh dan benar-benar butuh obat penenang.


Dia butuh menjauh dari Aluna agar dia tidak melukai Aluna, lebih baik dia melukai dirinya sendiri saja.


Edgar melangkah mundur dengan tatapannya yang sangat menyedihkan, seperti anak kecil yang tersesat dan tidak tahu harus berbuat apa, dia membuat Aluna semakin ingin tahu seberapa parah penyakit batin Edgar dan apa yang sebenarnya dilakukan oleh Fiona dahulu hingga membuat Edgar sampai seperti ini.


Saat itu dengan jelas Aluna melihat bagaimana Edgar berusaha dengan keras untuk melangkah kan kakinya dengan cepat menuju mansion dan ke kamar nya.


Aluna tentu mengikuti suaminya, walau bagaimanapun hubungan mereka masih sah jadi Aluna tidak boleh membiarkan Edgar melukai dirinya sendiri.


.


.


.


.


Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.


Jangan lupa follow Instagram author juga di :


@Anak_Kost_Joy