
Episode 130 : Ampuni aku.
.
.
Di kediaman Edgar Brown,
Saat kendaraan sudah sampai di kediamannya, Aluna sudah tertidur pulas.
Nampaknya Dean meninggal Tuan nya sampai pulang, sehingga Dean segera menyambut Tuan nya di sana.
"Tuan ..."
Saat Dean hendak memanggil Tuannya, Edgar langsung menghentikannya dengan segera.
"Sssttt ... tunggu sebentar, istriku sedang tidur ..." bisik Edgar langsung menggendong Aluna dengan sangat lembut di tangannya.
Membawanya ke dalam mansion dan menuju kamar pribadinya.
Tentu saja ketiga pelayan yang melihat Aluna baik-baik saja menjadi panik, mereka kebingungan dan mata mereka melebar saat itu.
"Apa yang terjadi bukankah mobil yang dinaiki olehnya tadi kecelakaan dengan hebat?"
"Mengapa wanita sialan itu masih terlihat baik-baik saja?!"
"Sialan! sepertinya kita semua harus pergi untuk beberapa saat dari tempat ini untuk menghindari masalah! jika wanita sialan itu tahu dan Tuan Edgar tahu maka kita semua akan mati!"
Geram para pelayan itu sepakat pergi menjauh untuk beberapa saat, apalagi saat mereka melihat Aluna baik-baik saja.
Kesempatan kejahatan mereka ketahuan jadi lebih besar dari sebelumnya.
.
.
Di kamar pribadi Edgar Brown,
"Cup!"
Edgar segera mengecup kening istrinya yang ketiduran itu, Edgar merebahkan nya di atas ranjang dengan sangat lembut.
"Sayang, aku keluar sebentar ya, aku mau membereskan sesuatu, sebentar lagi aku akan kembali ..." bisik Edgar benar-benar sangat lembut dan penuh perhatian terhadap istrinya itu.
Edgar mengusap rambut istrinya dengan sangat lembut dan memeluknya sebentar sebelum ia keluar dari kamar.
"Ctak!"
Saat Edgar keluar dari kamar, Edgar terkejut saat melihat sudah ada Clara disana, dimana Clara baru saja sampai di mansion dan segera berlutut di depan pintu.
"Kak Edgar maafkan aku ... ini semua karena kebodohan ku, maafkan aku ..." Clara langsung menangis sesenggukan dan berlutut.
"APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN? KENAPA KAU BERLUTUT DAN MEMOHON DISINI!" Geram Edgar merasa Clara seperti memiliki hubungan dengan kejadian yang menimpa Aluna yang terjadi hari ini.
"Huhu"
Clara sudah menangis sampai sesenggukan, selama perjalanan sejak tadi dia tidak berhenti menangis, apalagi ketika tahu ada tiga orang celaka dan sedang berada di rumah sakit Karena nya.
"Sebelumnya ada tiga orang pelayan di sini yang menghasut ku, katanya Aluna itu jahat dan memanfaatkan Kakak, mereka tidak ingin melihat Kakak terluka sehingga mereka ingin mengusir Aluna, dengan cara aku harus bisa memisahkan Kakak dengan Aluna ..."
"Saat mendengar itu, aku hanya menyanggupi tapi tidak melakukan nya karena aku rasa itu tidak benar, tapi tadi pagi aku cemburu kepada Aluna karena dia mengusir ku dari kamar itu, jadi aku mengatakan pada ketiga pelayan itu jika Kakak sedang tidak ada di rumah ... aku sudah mengatakan pada mereka jika mereka tidak boleh melakukan sesuatu yang berbau kriminal ..."
"Mereka setuju dan aku percaya, tapi setelah aku menonton berita aku tahu jika mobil yang dikendarai oleh Aluna kecelakaan, jadi ... jadi ketiga pelayan itu merencanakan yang buruk pada Aluna ..."
"Ampuni aku Kak, aku memang bodoh! aku minta maaf!"
Clara menangis sampai wajahnya pucat, ini adalah pertama kali dalam hidupnya dia melakukan kejahatan.
Walau secara tidak langsung, akan tetapi hatinya tetap saja sakit dan terasa pahit.
Edgar yang mendengar itu semakin marah dan murka, matanya yang tajam itu dan wajah nya yang benar-benar terlihat mengerikan.
"PERGI KAU DARI SINI! JIKA KAU INGIN MEMOHON AMPUN, MEMOHON AMPUN LAH PADA ISTRIKU!" geram Edgar tidak mau melihat wajah Clara lagi.
Walau Clara tidak tahu mengenai rencana jahat itu, akan tetapi secara tidak sengaja Clara telah memuluskan langkah ketiga pelayan itu.
Edgar langsung pergi begitu saja, diikuti oleh Dean yang sejak tadi ada di sana.
Dimana Dean akan melaporkan pemeriksaan yang dia lakukan, dimana rem mobil yang dikendarai oleh Aluna tadi telah sengaja dirusak, linier dengan pengakuan dari Clara.
.
.
.
Di sisi lain,
Di kediaman Orangtua Edgar Brown,
Saat Camelia menyelidiki mengenai kehidupan putranya yang selama ini memang sengaja ia biarkan hidup bebas sangat syok.
Alasan Camelia membebaskan putranya adalah karena dia ingin putranya menenangkan diri dan bisa berdamai dengan dirinya juga masa lalunya.
Jika Camelia selalu meletakkan mata-mata di sekitar Edgar maka Edgar akan merasa tertekan lagi dan akan semakin sulit untuk sembuh.
"Lee, persiapkan penerbangan untukku sekarang juga, aku harus segera menemui putra ku untuk ini!" seru Camelia dengan tangan yang gemetaran.
Dia harus melihat semua ini secara langsung dan melihat gadis yang mirip dengan Fiona itu.
Jika saja gadis itu sangat berbahaya maka Camelia akan langsung menyingkirkan nya bagaimana pun caranya.