Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 99 : Potongan masa lalu.


Episode 99 : Potongan masa lalu.


***


Di kamar pribadi Edgar Brown,


.


.


.


Nafas Edgar semakin berat, dia mencari-cari obat penenang nya, lalu ia dengan cepat meneguk obat penenang dalam jumlah banyak.


Dia berdiri di dekat ranjang dimana foto prewedding nya dengan Fiona masih ada di sana.


Tangan nya meraih foto itu dengan masih gemetaran dengan hebat, lalu ...


"Srak!"


Edgar menarik paksa foto besar itu dan melemparkan nya ke lantai sampai pecah.


"Brak!"


Saat kaca foto sudah berserakan, dengan tanpa pelindung tangan dia menggeser pecahan kaca dan melihat senyuman Fiona disana.


"Kau tersenyum sedangkan aku menderita, kenapa kau lakukan itu? kenapa?"


"Kau bilang kau mencintaiku dari apapun, tetapi kenapa kau lakukan itu?"


"Kenapa? Kenapa? Kenapa?" Edgar memukul-mukul kaca pecah sampai tangannya sudah berlumuran darah.


Ingatannya kembali segar kembali, seperti potongan kaca yang pecah, dia mengingat kejadian tragedi yang mengerikan itu.


Tragedi yang merubah hidup Edgar selama-lamanya.


.


.


Flashback beberapa tahun silam,


Edgar adalah seorang pribadi yang memiliki perasaan yang sangat dalam, dia setia dan cukup berbeda dari kebanyakan orang, kesetiaan nya terlalu pekat sampai akan melukai dirinya sendiri.


Edgar bertemu dengan dengan seorang gadis yang menarik perhatiannya, Fiona yang merupakan seorang wanita penghibur dahulunya.


Tetapi karena kebaikan hati Fiona, Edgar menarik nya dari dunia malam itu dan menjadikan nya kekasihnya.


Tentu saja Keluarga Edgar menolak dengan keras, apalagi Kakek Edgar yang sangat Edgar sayangi.


Tetapi semuanya hanya masalah waktu karena mau bagaimana pun, kebahagiaan Edgar adalah yang paling utama, mereka melihat bagaimana Edgar memang tulus menerima Fiona dalam hidupnya dan ingin menjadikan Fiona jadi pasangan hidupnya.


Sampai ketika tragedi itu dimulai ...


Fiona nampak nya memang memanfaatkan Edgar untuk kepentingan nya sendiri, sebelum bersama Edgar, Fiona sudah memiliki pasangan yang memanipulasi Fiona untuk melakukan apa saja untuknya, termasuk hal itu.


.


.


Malam hari di kediaman Edgar,


"Fiona ... a-apa yang kau lakukan?" Edgar baru saja membatalkan perjalanan bisnisnya karena ingin memberikan surprise untuk Fiona.


Edgar ingin memberikan banyak hadiah, hanya saja saat ia kembali pulang, kediaman orangtuanya sudah sangat sepi, dimana sebelum menikah Fiona memang tinggal disana.


Disana ada Fiona dan seorang lelaki yang sangat dekat dan dikenal oleh Edgar.


Tangan Edgar bergetar hebat, dan matanya menjadi buram, dia melihat Fiona menangis dan meminta maaf bersimpuh di hadapannya.


"Ed ... maafkan aku, aku sungguh-sungguh mencintai mu, hanya saja aku tidak punya pilihan lain."


"Maafkan aku Ed, ampuni aku ... aku bersalah," Fiona dengan tangan gemetaran dan tangisan pecah, dia baru sadar apa yang ia lakukan telah melebihi batas dan menghilangkan nyawa seseorang.


Lelaki yang tadi ada di sisi Fiona menatap dengan menyedihkan namun menghina, dia menatap Fiona dengan seringaian dan senjata api yang ia sudah ia kantongi sejak tadi sudah diarahkan kepada gadis itu.


"Kau bilang kau mencintaiku Fiona, kau mengkhianati ku, jadi kau juga harus mati ..." geram lelaki itu tanpa berpikir panjang langsung menembak kepala Fiona sampai Fiona kehilangan nyawanya dan masih meminta maaf kepada Edgar hingga akhir hayatnya.


Edgar yang melihat semua kejadian itu merasa hatinya menjadi gelap dan hampa, dia bisa melihat senjata api sudah mengarah kepadanya tetapi ada yang lebih mengerikan dari hal itu tumbuh di hati Edgar.


Sebuah rasa sakit yang tidak akan pernah sembuh dan kegelapan hati yang tak memiliki cahaya.


"Padahal aku memimpikan keluarga bahagia bersama mu Fio ..."


Seru Edgar kemudian potongan ingatan itu melayang lagi.


🦋


🦋


Kembali ke masa sekarang,


"AAAAHHHHHH!"


Edgar memukul-mukul kaca itu sambil berteriak.


"Kau membunuh Kakek ku, kau membuat Ayahku lumpuh, kau membuat Ibuku ketakutan setiap hari!"


"Kenapa kau tersenyum Fiona!"


Teriak Edgar kemudian merasa sesak, dia berbaring di atas serpihan kaca dan melihat langit-langit kamarnya.


"Seandainya aku tidak bertemu dengan mu saat itu ..." keluhnya hampir terpejam karena obat penenang nya.


Sampai ketika ...


Aluna yang mendengar semuanya merasa gemetaran dan takut saat melihat Edgar berdarah-darah.


Edgar masih bisa melihat Aluna mendekat berlari ke ayahnya.


"Aluna?" serunya tanpa sadar memang di alam bawah sadarnya, tidak pernah menanggap Aluna sebagai Fiona.


Yang dirasakan oleh Edgar terhadap Aluna pertama kali adalah semesta yang membawa takdir cinta yang kuat, yang nanti akan menyembuhkan dua hati yang terluka begitu dalam.


"Apa yang kau lakukan?" seru Aluna menangis dengan keras lalu menarik tangan Edgar dan memeluknya di tempat itu.


.


.


.


.


Author : Jika ingin lanjut besok lagi jangan lupa di like dan di komen ya, yang baca novel ini setiap hari sekitar 120rb an views, tapi yang komen dan like ya ada 1% nya. 🥺


Dukung aku terus ya guys. Terimakasih banyak.


Like dan komen kalian memang tidak terlalu berpengaruh ke pendapatan, yang berpengaruh itu gift tapi bagiku like dan komen kalian lebih berarti, karena aku bisa tahu jika banyak yang menikmati karya ku. 🤍