Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 129 : Bawa aku pulang.


Episode 129 : Bawa aku pulang.


.


.


Di rumah sakit,


Setelah menunggu beberapa saat, dimana Edgar masih mendekap istrinya begitu erat.


Akhirnya Edgar membuka pembicaraan lagi, sembari mengambil berkas yang tadi langsung ia kantongi.


"Sayang, aku sebenarnya ingin merahasiakan ini akan tetapi aku rasa kau harus tahu, aku tidak ingin bahagia sendirian," bisik Edgar berbicara dengan Aluna yang bersandar di dada nya sekarang ini.


"Ummm? apa ini?" Seru Aluna mengambil berkas laporan pemeriksaan yang sudah di serahkan oleh Edgar kepadanya.


Edgar tidak menjawab pertanyaan nya dan hanya tersenyum begitu lebar dan penuh cinta.


"Srak!"


Aluna membuka kertas itu dan dia mulai membaca perlahan-lahan, sampai matanya tertuju ke tulisan positif satu bulan.


Tangan Aluna jadi gemetaran, dia melihat berkas itu dan membaca nya lagi dengan pelan-pelan.


"Aku ... aku sudah hamil satu bulan? benarkah?" tanya Aluna dengan tangan yang bergetar dan air mata yang kembali mengalir dan jatuh ke kertas itu.


"Ummm, kau hamil anak kita, di dalam sini ..." Edgar menjawab sembari dia menunduk dan bersandar di pangkuan istrinya dan telinga nya menempel di perut Aluna, Edgar melanjutkan ucapannya.


"Disini sudah ada anak kita, anak yang akan membawa kebahagiaan untuk kita sayang." bisik Edgar memejamkan matanya dan mengusap perut istrinya.


Saat itu Aluna masih tidak bisa mengerti semua ini, segala sesuatu terjadi begitu mendadak dan tiba-tiba.


"Untung saja kau datang di Waktu yang tepat, jika saja terjadi sesuatu kepadaku tadi saat bayi kita sudah tumbuh di dalam perutku, aku benar-benar mungkin akan gila ... untung saja kau datang dengan cepat, untung saja ..."


Aluna menangis dengan hebat, jika saja terjadi sesuatu yang buruk terjadi kepadanya tadi dan akan membahayakan bayinya maka mungkin Aluna tidak akan bisa hidup lagi.


Edgar yang mendengar itu langsung bangkit, sepertinya Aluna benar-benar trauma atas kejadian tadi jadi Edgar bangkit dan meraih kedua pipi istrinya.


"Sayang, semuanya sudah baik-baik saja, tidak ada apapun yang terjadi, yang harus kita lakukan sekarang adalah menjaga bayi kita dengan baik, jangan menangis lagi ya ..." bisik Edgar mendekap istrinya lagi.


Bisa terasa oleh Edgar bagaimana tubuh Aluna bergetar hebat.


Aluna saat ini sedang merasakan tekanan yang bertubi-tubi.


"Bawa aku pulang," Aluna berbicara pelan tanpa membawa ucapan suaminya.


Mendengar itu, Edgar segera menganggukkan kepalanya, dia segera menggendong istrinya di tangannya dan membawanya menuju mobil.


Saat melangkah, Aluna bersembunyi di dalam pelukan suaminya, tidak ingin melihat orang lain di sekitarnya.


Edgar menyadari hal itu, bagaimana tangan Aluna mencengkeram kuat di bajunya.


.


.


Di saat yang sama,


Di mansion Edgar Brown,


Freya dan Marin sudah di bawa menuju mansion Edgar Brown, mereka langsung di kurung di ruangan bawah tanah dimana Marin sudah terlihat ketakutan.


"Saya tidak salah, saya sama sekali tidak melakukan apapun, dia yang merencanakan ini semua, tolong lepaskan saya."


"Saya hanyalah Ibu rumah tangga yang lemah dan tidak berdaya, tolong ampuni saya ..."


Marin menangis sejadi-jadinya, ketika tahu dia akan di kurung di tempat yang tidak ia tahu sudah membuat nya sadar jika dia dalam masalah besar.


Dan jika suaminya tahu mengenai ini maka dia mungkin akan diceraikan, bagaimana tidak saat masalah dulu, suaminya sudah memberikan peringatan jika Marin melakukan masalah lagi maka Marin akan diceraikan.


Penjaga yang merupakan bawahan Dean yang ada di situ sama sekali tidak menggubris ucapan Marin yang menangis.


"Kenapa Aluna selalu beruntung?! kenapa dia bisa mendapatkan lelaki seperti Edgar, pertama dia bisa merebut lelaki yang aku cintai, Deffan, aku pikir hidupnya akan hancur saat itu! tetapi ternyata dia beruntung lagi dan bersama lelaki yang begitu hebat!"


"KENAPA?"


"APA YANG DIMILIKI OLEH ALUNA YANG TIDAK DIMILIKI OLEHKU?"


geram Freya merasa frustasi, dia sama sekali tidak mendengar ucapan Marin, yang ada di kepalanya sekarang hanyalah perasaan tidak adil dan bagaimana Aluna selalu saja merebut kebahagiaan nya.


.


.


.


Author : Guys maaf ya update nya kemalaman, kebetulan aku demam nih, mungkin terlalu capek ngurusin acara dari kemarin 🥺


Hari ini segini dulu yaaa..