
Episode 78 : Apakah kau suka menyiksa ku?
.
.
.
.
"Tangan yang menyentuh istriku, akan aku patahkan!"
Bisik Edgar menginjak tangan mereka semua menggunakan sepatu kulit yang ia kenakan, mereka semua berteriak begitu hebat membuat kegaduhan.
Tidak sampai di situ, Edgar mulai menendang perut mereka, wajah dan semua yang terlihat olehnya.
Malam itu penuh dengan darah.
"Aaaaaa!"
Para gadis itu berteriak tak kuasa melihat kengerian itu, mereka tersungkur ketakutan.
Mereka juga kebingungan mengapa seorang Edgar Brown ada di tempat ini.
Aluna yang sudah hampir kehilangan kesadarannya karena obat perangsang melihat Edgar menghabisi mereka semua menggunakan tangannya sendiri.
'Jika aku tidak aku hentikan maka lelaki ini akan membunuh mereka, tidak ... tidak akan aku biarkan dia menjadi seorang pembunuh.' seru Aluna dengan tergopoh-gopoh mencoba bangkit dan meraih kaki Edgar yang hendak melanjutkan menghabisi mereka semua.
"Tu ... Tuan, tolong hentikan ..." Suara yang lemah dan gemetaran, masih ada darah segar yang menetes dari bibirnya karena gigitannya sendiri demi mempertahankan kesadarannya.
Edgar menengok ke bawah dan ia segera berjongkok meraih tangan Aluna.
"Hentikan, bawa aku pulang ... aku merasa panas," Aluna memohon, dengan mata nya yang menyedihkan, mata yang seharusnya penuh dengan kehidupan itu terlihat berair dan menyakitkan.
Aluna meraih kerah suaminya, mencoba meraihnya karena tak mampu lagi menyokong tubuhnya sendiri.
"Deg!"
Rasa sakit yang sama muncul lagi, tetapi semakin sakit.
Edgar meraih kedua pipi Aluna, lalu ia mengusap darah yang ada di bibirnya pelan sekali.
"Apakah kau suka menyiksa ku?"
"Apakah ini adalah hukuman mu untukku karena kemarin aku menghina mu?"
"Apakah kau ingin aku menderita?"
Edgar berbicara sesuatu yang tidak dimengerti oleh Aluna.
Aluna tidak mengerti mengapa Edgar mengatakan jika dia menghukum nya, padahal nyatanya tidak.
'Ah, mungkin karena aku mirip dengan Fiona, dia tidak suka Fiona terluka, makanya dia bersedih seperti ini.' benak Aluna hanya bisa mengikuti tubuhnya yang sudah lemah itu terjatuh di dada suaminya.
"Aluna ..."
Edgar memanggil nama Aluna di akhir, membuat Aluna terkejut namun ia segera terpejam.
Aluna merasa itu pasti mimpi nya saja, tidak mungkin Edgar melihatnya sebagai Aluna, pastilah Edgar melihat dirinya sebagai Fiona, seperti yang diucapkan selama ini.
"Ayo kita pulang ..." Edgar menggendong Aluna yang masih dalam pengaruh obat perangsang itu.
Dia menggendong nya dengan lembut, ketika Edgar berdiri dan hendak pergi, disana sudah ada Dean dan beberapa anak buahnya membereskan semua kekacauan.
Nampaknya restoran telah di tutup secara tiba-tiba atas perintah Dean, kejadian itu tidak boleh bocor kemanapun, apalagi ke media.
Jika saja keluarga Edgar Brown tahu kejadian malam ini, maka Aluna akan dalam bahaya besar.
"Tuan ... kembalilah, aku akan mengurus segalanya ..." seru Dean segera menundukkan kepalanya.
Dean mencengkeram tangannya kuat karena ikut marah melihat keadaan Aluna yang lemah dan tak berdaya di dalam dekapan Tuannya.
"Hmm! ketiga sampah itu, bawa mereka ke mansion ku, meraka harus menuntaskan kepahitan yang hampir dialami oleh istriku!" perintah Edgar Brown dengan wajah yang sangat dingin.
Edgar berbicara dengan ketiga gadis yang hendak mencelakai Aluna, Edgar akan membuat mereka semua merasakan tidak berdaya dan kengerian yang dialami oleh istrinya.
Edgar memang terkenal karena kebengisan nya, setiap ada yang menyentuh miliknya, maka orang itu akan menderita seumur hidup, sama seperti ketiga gadis itu dan ke enam lelaki bejat itu.
Edgar melangkah kakinya pergi, dia tidak peduli lagi mengapa Dean tiba-tiba bisa ada di restoran ini padahal dia tidak menghubungi nya sama sekali.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy
***