
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, usia Babby Arka kini sudah memasuki satu tahun lebih dan Babby Arka juga sekarang sudah mulai belajar berjalan.
"Sayang.." teriak Ririn yang sedang masak.
"Iya, kenapa." Rafa sedikit mendongkakan kepalanya di pintu.
"Jagain Babby Arka nya, jangan maen game terus." teriak Ririn.
"Iya, ini juga di jagain." teriak Rafa lagi lalu berjalan kearah karpet tempat dimana dia dan sang putra bermain tadi.
Aroma bau busuk yang familier mulai menerpa hidung mancung Rafa yang membuat Rafa melihat ke arah sang putra nya yang nampak terdiam dengan pandangan yang mengarah padanya.
"Ya ampun Arka, baru satu jam mandi sekarang udah harus mandi lagi." ucap Rafa dengan helaan nafas, dia mengangkat tubuh bayi gembul nya ke arah bak mandi milik Babby Arka, lalu Rafa mulai mumembersihkan kotoran yang di buang putranya.
Setelah selesai memandikan bayinya Rafa kembali duduk di karpet bulu itu dengan Babby Arka yang ada di samping nya, Rafa memberikan mainan bola-bola warna-warni pada sang putra agar putranya bisa bermain.
Dia kembali masuk kedalam dunia game nya, ya setelah memiliki anak Rafa memang memiliki hobby baru, akhir-akhir ini dia sangat suka bermain game meski terkadang dia mendapatkan omelan dari istrinya jika katahuan, tapi Rafa tetap melakukan nya, hal yang menantang bukan bermain game di belakang istri?.
Pokus terlalu pokus Rafa bahkan tak sadar jika Babby Arka sudah tidak ada di samping nya yang membuat Rafa menepuk jidatnya karna terlalu asik bermain game sampai melupakan putranya.
Rafa mengadahkan pandangan nya kesetiap arah, dan matanya melotot tak percaya saat melihat putranya yang sedang tengkurab di bawah kolong meja.
"Oh..Astaga sayang jika Mommy mu melihat kamu sedang di situ dia pasti akan marah besar pada Daddy mu yang tampan ini." ucap Rafa sambil mengendong Babby Arka, tak lupa dia memberikan ciuman di pipi gembul sang putra.
Tawa si bayi gembul membuat Rafa kembali menciumi pipi gembul sang putra lagi, gemas melihat tingkah putranya yang sangat mengemaskan dan aktif "Maafkan Daddy ya sayang, Daddy janji ini terakhir kalinya Daddy mengacuhkan mu." ucap Rafa sambil mengendong Babby Arka keluar dari kamar nya.
Dia berjalan ke arah ruangan santai dan langsung duduk di sofa tak lupa dengan Babby Arka yang ada di pangkuan nya. Ririn yang sudah selesai memasak berjalan ke arah suami dan putranya, tidak mau kehilangan moment dengan putranya yang kini sudah mulai belajar berdiri dan berjalan.
"Hallo pria-pria tampan kesayangan Mommy." sapa Ririn sambil ikut duduk bergabung dengan anak suaminya.
Ririn mencium pipi gembul Babby Arka dengan gemas, "Uuhh sayang nya Mommy." Ririn membelai wajah sang putra lalu beralih kembali menghujani ciuman di wajah putranya.
"Gemesa nya." ucap nya sambil memainkan jari-jari mungil milik Babby Arka.
"Aku ngak di cium nih?." Rafa mulai senunjukan sikap kenakan nya.
"Iya..iya sini." Ririn lupa jika dia memiliki dua bayi, ya siapa lagi kalau bukan suaminya yang selalu iri akan setiap perlakuan dirinya pada Babby Arka.
Cup..
Cup..
Cup..
Cup..
Empat kali kecupan mendarat di bagian-bagian yang di tunjuk suaminya, " Sudah ya." ucap Ririn sambil memainkan jari mungil putranya lagi.
"Makasih Mommy." ucap Rafa dengan senyuman yang di buat semanis mungkin.
Keluarga kecil itu bermain di atas karpet bulu-bulu yang ada di ruang bersantai, tawa canda mulai terdengar saat Babby Arka mulai berdiri dan melangkah sedikit-sedikit yang mana membuat Ririn dan Rafa langsung bersorak senang karna Babby Arka sangat cepat memasuki masa belajar jalan nya.
"Sayang gimana kalo Arka punya adek? Arka pasti mau." ucap Rafa tiba-tiba dan entah pikiran dari mana tidak ada angin tidak ada hujan pria yang sudah memasuki kepala tiga itu tiba-tiba saja ingin menambah momongan.
Ririn menoleh ke arah tv yang nampak memperlihatkan iklan program keluaga bahagia sesuai dengan anjuran negara, lalu melotot ke arah suaminya." Ngak dulu, Babby Arka masih terlalu kecil." tolak Ririn, dia bukan tidak mau hanya saja menurutnya untuk sekarang lebih baik menunda dulu, apalagi putranya baru berusia satu setengah tahun, dia tidak mau nanti nya Babby Arka kekurangan kasih sayang nya jika Ririn hamil lagi.
"Tapi Babby Arka udah bisa jalan, boleh ya." ucap Rafa dengan wajah memelas.
"Kalo ngak ya ngak, titik." ucap Ririn tegas tidak mau ada penolakan.
"Tapi dua anak lebih baik sayang." Rafa kembali mengeluarkan pendapatnya.
"Kalo gitu kamu aja yang hamil, biar aku yang buat nya." ucap Ririn yang membuat Rafa bungkam seketika, baru membayangkan saja Rafa sudah ngeri apalagi nyata pikirnya.
"Haha..iya iya ngak jadi." ucap Rafa akhirnya memilih mengalah dari pada nanti malam tidak dapat jatah ya kan.
___________
๐น๐น๐น๐น๐น
Jejak!!
Maaf baru Update, Aothor nya lagi ada acara keluarga jadi susah buat ngehalu banyak๐
Thanks yang udah nungguin dan selalu suport karya Author, sayang kalian semua๐