Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Ririn dan Rafa sadar.


^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Entah di dimensi mana suara hembusan angin dan burung berkicauan seolah bersahutan, Ririn duduk termenung menatap warna bunga yang kebanyakan nya berwarna putih itu, dia tidak tahu apa tujuan nya dan apa yang di lakukan nya di tempat yang sepi namun indah ini, tapi dia merasakan jika ada sesuatu yang menahan nya, sehingga membuat dia terus berada di tempat itu.


"Ririn.." Suara orang yang dia rindukan nampak nyaring di telinganya.


Ririn melirik dan tak lama kelamaan Ririn melihat pria dan dua wanita yang taklain adalah keluarganya.


" Ayah bunda, kakak.." ucap Ririn sambil tersenyum lalu berlari ke tempat dimana keluarganya berdiri.


"Ririn rindu kalian." ucap Ririn sambil memeluk satu persatu orang-orang yang dia sayangi itu.


"Kami juga merindukan mu sayang, tapi kenapa kamu disini sayang. " ucap Bunda lalu bertanya.


Ririn mengelengkan kepalanya tidak tau membuat Ayah nya tersenyum." Ini bukan tempatmu nak, pulang lah jemputan mu sudah datang." ucap Pak Danu sambil mengusap rambut anaknya.


"Jemputan?." ucap Ririn tidak mengerti.


"Sayang." ucap seseorang dari arah belakang.


Ririn berbalik dan terkejut melihat Rafa yang berpakaian putih sama dengan nya, "Mas.. kamu kenapa ada disini?." tanya Ririn.


Rafa mengeleng tidak tau, "Aku tidak tau, tapi naluriku membawaku kesini." sahut Rafa sambil melihat wajah istrinya yang nampak sangat cantik.


Lalu mata Rafa menangkap satu orang pria yang dia kenal yang tak lain mertuanya dan Cia sahabat nya sewaktu SMA dan wanita satunya lagi bisa dia tebak dia pasti ibunya Ririn begitulah yang ada di pikir Rafa.


"Pulang lah sayang suami mu sudah menjemputmu, disini bukan tempat kamu." ucap pak Danu.


"Iya nak pulanglah, anak kalian membutuhkan kalian, kami akan selalu melihat kalian di sini, berbahagialah nak," ucap bunda nya Ririn.


Dan tak lama kemudian keluarga Ririn menghilang tanpa jejak, dan menyisakan Ririn dan Rafa yang saling berpandangan.


"Mari pulang, anak kita menunggu kita. " ucap Rafa sambil mengulurkan tangan nya, yang langsung di angguki Ririn sambil mengambil uluran tangan suaminya.


🌹


Hany yang sedang duduk sambil mencoba bercerita berharap akan di dengar oleh Ririn di buat kaget karna melihat pergerakan jari tangan Ririn dan jari tangan Rafa yang nampak bergerak sedikit.


"Dokter !!." panggil Hany di ambang pintu.


Dua dokter datang dengan wajah cemas sekaligus takut apalagi mereka melihat yang memanggil itu dari ruangan VIP yang di tempati Rafa si tuan muda yang membuat mereka bergegas dengan cepat masuk kedalam ruangan itu.


"Ini adalah keajaiban nona..Tuan muda dan nona muda sudah melewati masa koma nya." ucap sang dokter yang sudah memeriksa Rafa dan Ririn.


"Terimakasih ya tuhan, terimakasih." batin Hany.


"Kapan mereka akan bangun?." tanya Hany.


"Sebentar lagi keduanya akan bangun, hanya saja jika mereka bangun nona tidak boleh memberikan kabar yang akan membuat mereka syok karna hal itu bisa mempengaruhi kesehatan tuan dan nona muda." tutur si dokter yang langsung diangguki Hany.


Tak hanya Hany yang bahagia akan bagun nya dua patsuri itu tapi para dokter dan staf lain yang bekerja di rumah sakit juga ikut bahagia karna setelah ini mereka bisa bernafas dengan lega tanpa memiliki ketakutan berlebih seperti dua minggu belakangan ini.


"Eghhh.."


"Ririn, syukurlah kamu sudah sadar." ucap Hany sambil tersenyum haru melihat sahabatnya sudah bangun dari komanya.


"eee..di rumah Rin, Babby Arka di rumah." ucap Hany gugup dia ingat pesan dokter untuk tidak memberikan kabar buruk karna bisa mempengaruhi kondisi teman nya.


"Jadi nama nya Arka?." tanya Ririn lagi.


"Namanya Arkasya Ammar Raid." bukan Hany yang menjawab melainkan Rafa yang baru sadar yang menjawab nya, tak lupa dengan suara serak dan pelan layaknya orang yang baru bangun dari tidurnya.


"Mas.. kamu?." ucap Ririn yang baru menyadari keberadaan Rafa yang ada di ranjang sebelahya.


"Iya sayang, jangan khawatir aku baik-baik saja." ucap Rafa yang mengerti jika istrinya kaget karna Rafa memakai pakaian orang sakit.


Ririn dan Rafa saling berpandangan." Terimakasih sayang, kamu sudah memberikan anak laki-laki yang sangat tampan untuk ku, aku mencintaimu." ucap Rafa sambil tersenyum dengan mata yang terus menatap ke wajah istrinya.


"Aku juga mencintaimu Mas, sangat." ucap Ririn sambil melihat ke arah suaminya.


Hany benar-benar di buat melel dengan sikap keduanya yang benar-benar membuat semua anggota tubuhnya dari kemarin-kemarin terus memberikan reaksi, jika kemarin-kemarin dia terus menangis, berbeda dengan sekarang yang malah nampak kegelian.


" Khem..Aku mau ke toilet dulu ya Rin, bentar lagi kak Rey dateng." ucap Hany beralasan sambil melangkahkan kakinya.


"Bukan nya di sini juga ada toilet ya?." Ririn menyerhitkan dahinya bingung.


"ngak ah, aku kalo di toilet suka lama, takutnya nanti kamu mau ke toilet ehk malah harus ngak jadi karna aku kelamaan." ucap hany lagi beralasan.


Hany keluar dari ruangan itu dengan wajah yang penuh kebahagian, dia sabgat bersyukur karna Ririn dan Rafa bisa sadar dari koma nya, Hany berjalan di lorong rumah sakit berniat untuk ke ruangan tempat dimana Babby Arka sedang di rawat.


Hany masuk kedalam ruangan VIP yang di tempati Babby Arka dengan senyuman nya, saat melihat Zex yang sedang duduk di sudut sofa membuat Hany tersenyum.


"Kak Rafa dan Ririn sidah sadar." bisik Hany di telinga Zex yang membuat pria itu replek berdiri.


"Jangan bercanda, itu tidak lucu." Zex masuh engan percaya.


"Kalo ngak percaya cek aja, paling kak Zex jadi kambing conge yang liatin pasien pacaran." ucap Hany sambil mengambil bantal sofa.


Zex melihat raut wajah Hany yang kembali ceria yang membuat pria itu menjadi yakin jika yang dikatakan Hany adalah nyata bukan bercanda semata.


"Syukurlah jika mereka sudah sadar, tuhan mendengar doa kita." ucap Zex.


"Kita? apa ini artinya? kak Zex sudah.." batin Hany greget.


"Emm..bagaimana kondisi Babby Arka?." tanya Hany.


"Sudah membaik, panasnya sudah turun."ucap Zex.


"Tadi Ririn nanyain Babby Arka dan aku bilang kalo Babby nya ada di rumah, terus dokter juga bilang ngak boleh kasih kabar buruk sedikitpun karna bisa saja hal itu membuat kondisi Ririn yang masih lemah menjadi memburuk." ucap Hany.


Zex mengangguk mengerti lalu menatap Hany dengan wajah yang tak terbaca, perlahan Zex mendekatkan posisinya dengan Hany lalu tangan nya terulur ke pipi Hany membuat Hany semakin berdebar-debar dan replek menutup matanya.


" diam, Bulu mata kamu ada yang jatuh." ucap Zex.


________________


🌹🌹🌹🌹🌹


Ada yang bilang Author hanya anak kecil tapi Author ngak masalah kok di panggil anak kecil emang nyatanya Author masih kecil.


dan karya ini adalah haluan anak kecil😊