Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Rencana licik Adit.


^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹



Zex menghela nafasnya pelan merasa gugup dan sedikit cangung untuk sesaat, bagaimana tidak hari ini dia membawa sebuket bunga mawar merah untuk seorang gadis, ini bukan Zex tapi realita nya adalah fakta membuktikan jjka sedingin-dingin nya kulkas pasti akan bisa cair jika colokan nya di cabut, begitupun dengan Zex yang kini baru bisa merenungkan isi hatinya dan mengesampingkan egonya.


Cukup lama berdamai dengan kata hatinya yang terus mengatakan satu nama, tapi jelas hal itu bukan perihal yang gampang, apalagi masa lalu Zex yang suram membuat Zex tumbuh dengan trauma akan hal pernikahan, sebuah cinta suci yang berujung pengkhianatan yang pada akhirnya saling menyakiti.


Zex tidak mau kisah cintanya seperti bapak dan ibunya, tapi setelah menerima kenyataan pahit dari bapak nya yang berisi sebuah kejujuran yang membuat nya sadar jika setiap pernikahan memang akan memiliki masalah, dan kuncinya hanya satu saling mengerti dan selalu saling mempercayai, Zex menganggap jika pernikahan ibu dan bapak nya dulu adalah sebagai motivasi nya untuk membangun sebuah bidah rumah tangga yang lebih mengutamakan kebahagian bersama bukan hanya untuk seorang diri.


Tok..tok..tok..


Ceklek pintu terbuka, menampakan Dian yang terngap-ngap melihat Zex yang membawa sebuket bunga mawar merah. " Zex." ucap Dian pelan sambil menutup mulutnya tak lupa dengan mata yang melotot.


"Siapa sayang." Rey yang melihat Dian dari kejauhan penasaran.


"Ahk Zex ternyata tamu nya kamu pantas saja istriku sampai membuka mulut nya lebar, tapi sayang nya kau kurang beruntung, kau telat." ucap Rey yang melihat teman nya berdiri di depan pintu.


"Dimana Hany?." tanya Zex to the poin.


Rey mengangkat alisnya sebelah. "Pergilah susul adik ku, dia sedang bermain dengan teman-teman nya sebelum berangkat pergi ke luar negri meneruskan study nya." jawab Rey cepat.


Zex terdiam, dia menatap Rey penuh silidik, "Hey aku tidak bohong, meskipun kau mengubrak abrik rumah ku kau tidak akan menemukan adik ku, dia sedang bermain dengan teman-teman nya." ucap Rey lagi seolah mengerti dengan tatapan Zex.


"Baiklah aku pergi, dan ini aku titip untuk Hany." ucap Zex melangkah pergi.


Rey menatap kesal pada teman nya itu yang terkesan tidak ada sopan santun nya pada nya, "Heh Zex awas saja ya kalau kau menyakiti adik ku lagi, aku tidak akan segan-segan membuat mu menyesal." teriak Rey yang tak di dengarkan sedikitpun oleh Zex.


Zex meninggalkan rumah pak Andre dengan wajah yang tidak bisa di artikan, dia mengendarai mobilnya ke tempat-tempat yang sering di kunjungi Hany, sampai akhirnya Zex teringat akan bascamp tempat berkumpul Hany dan geng motor nya dulu.


"Pak maaf ini bascamp anak-anak kenapa di gembok ya?." tanya Zex pada pemilik warung yang ada di sebelah bascamp.


"Maaf kalo boleh tau Tuan siapa?." tanya si penjual dengan mata yang menyelidik.


Zex yang seolah mengetahui tatapan bapak pemilik warung itu mengeluarkan dompet na dan memberikan beberapa lembar uang berwarna merah pada bapak pemilik warung itu, yang langsung di ambil si bapak dengan wajah yang berbinar-binar.


"Oh anak-anak itu lagi tooring tuan, mereka menitipkan kunci bascamp pada saya." ucap si bapak pemilik warung.


" kemana mereka tooring?." tanya Zex cepat.


"Ke daerah Xxxxxx tuan, katanya di sana tempat nya menarik buat anak motor." jawab bapak pemilik warung lagi.


Tanpa berlama-lama Zex langsung pergi meninggalkan si bapak-bapak pemilik warung tadi, dia masuk kedalam mobilnya menyalakan ponselnya lalu mengetik nama kontak di ponsel nya.


"Hallo.. Rafa." ucap Zex.


"Hey kau !! berani sekali kau memanggil nama ku, sudah bosan kaya ya." jawab seseorang si sebrang sana yang tak lain adalah Rafa si tuan muda.


"Oh shit, ada apa? tumben sekali menelpon." tanya si tuan muda di sebrang sana.


"Aku akan meminjam helikopter mu, tapi sebenarnya jika kau tidak mengijinkan nya sekalipun aku akan tetap memakai helikopter mu." ucap Zex sambil menyalakan mobil nya.


" Hah !! sepertinya kau mulai tak tau diri, tapi ya sudah lah aku mengijinkan nya." jawab Rafa lagi.


"Semangat dan kejarlah cintamu, jangan sia-sia kan dia." sambung Rafa lagi yang langsung di matikan sepihak oleh Zex.


🌹


Di sisi lain tepatnya di tempat yang jauh dari keramaian kendaraan seperti di ibu kota nampak Hany yang sedang duduk di bangku kayu menikmati suasana malam yang terang karna banyak nya bintang-bintang yang bertebaran di atas sana.


Ya setelah melewati perjalanan yang cukup menantang adrenalin dan yang pastinya cukup melelahkan akhirnya Hany dan teman-teman nya sampai di pemukiman warga yang ada di kampung terpencil, beruntung ada rumah yang biasa di sewa jadi Hany dan teman-teman nya bisa beristirahat dengan nyaman.


Hany menatap langit dimana banyak bintang-bintang bertebaran di atasnya, "apa aku harus menyerah dengan semua rasa ini? apa aku harus benar-benar membuang perasaan ku?." guman Hany sambil melihat bintang yang paling terang di atas langit.


"Ini untuk kamu, minumlah." ucap Adit seraya memberikan teh manis hangat untuk Hany.


Hany melirik, "makasih Dit tapi harusnya kamu ngak usah repot-repot aku bisa buat sendiri." ucap Hany.


"Tidak usah sungkan, kita teman bukan.. ayo minumlah." ucap Adit seraya meminum teh hangat nya, tak lupa dia tersenyum misterius saat melihat Hany yang sudah memegang gelas berisi teh hangat buatan nya.


"Emm.. ya udah." ucap Hany sambil meminum seleguk teh manis hangat buatan Adit.


"Minumlah dan setelah ini kamu akan menjadi milik ku seutuhnya Hany Angraeni Pariska." batin Adit seraya melihat Hany yang sedang meminum teh manis hangat buatan nya yang jelas-jelas sudah dia campuri obat tidur.


"Yang lain kemana Dit?." tanya Hany yang tidak melihat teman-teman nya.


"Mereka sudah aku buat tidur sampai besok agar tidak ada yang merusak malam indah kita." batin Adit.


"Ahk mereka sudah tidur, katanya mereka lelah karna perjalanan tadi, emm kamu tidak lelah Han? aku lihat kamu sudah mengantuk." ucap Adit lagi seraya memegang pundak Hany.


"Lepas Dit.. hoam." Hany menepis tangan Adit lalu menguap merasakan rasa kantuk yang mulai membuat matanya sangat berat untuk tetap melotot.


Brukk..


Hany ambruk kedalam pelukan Adit dan hal itu membuat Adit tersenyum senang lalu memangku Hany, "Kamu memang baik, tapi karna kebaikan kamu membuat aku terobsesi untuk memiliku mu sayang." batin Adit sambil melangkah berjalan memasuki kamar yang ada di dalam rumah yang dia sewa.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Nungguin ya😂


Bentar udah 1000 kata lebih, tangan Author gampang keringetan jadi ngak bisa lama-lama ngetik soalnya tangan nya basah.


Sabar ya jangan marah ada Upp lagi ko😋 tapi jangan lupa like coment and vote bagi yang mau😊❤