
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
Menjadi penganti, siapa yang tidak mau? mendengar nya saja sudah membuat jiwa kaku meronta-ronta apalagi nyata, percayalah setiap manusia di bumi pasti menginginkan sebuah pernikahan, apalagi di nikahinya oleh pria yang di cintainya, sungguh paket yang menyenangkan bukan.
Hany gadis yang sedang berbunga-bunga karna beberapa jam lagi dia akan benar-benar melepaskan masa lajang nya, mengganti status menjadi seorang istri dari Nichol Zexandar, baru mendengar nama calon pria yang akan merubah status nya saja Hany sudah merinding, apalagi jika sudah benar sah mungkin Hany tidak bisa memperkuat benteng pertahanan nya sebagai wanita yang tidak asal comot-menyomot.
"Aku tidak percaya, uwaw..ini seperti mimpi." gumam Hany yang sekarang baru selesai di rias oleh MUA profesional.
Hany menatap pantulan wajah nya di depan cermin, kebaya putih adat sunda kini sudah melekat di tubuhnya dengan polesan make up natural yang menjadi penambah kesan anggun dan kecantikan alami Hany sebagai seorang wanita yang akan melepas kesendirian nya.
"Sayang kamu sangat cantik nak, ibu berasa melihat princes." ucap bu Ratna yang tiba-tiba berdiri di samping Hany.
"Emm makasih bu." sahut Hany sambil tersenyum, bohong jika dia tidak gugup dan gelisah, sedari malam bahkan Hany sampai tidak bisa tidur karna dag dig dug ser dengan acara pernikaan nya yang tingal menghitung jam.
"Kamu gugup ya?." tanya bu Ratna.
"Engak ko." jawab Hany mengelengkan kepala, malu jika dia ketahuan gugup.
Bu Ratna tersenyum, "Itu normal sayang, hal itu akan di rasakan oleh setiap gadis yang akan menikah." ucap bu Ratna seraya menatap anak gadisnya.
"Benarkah?." tanya Hany.
"Iya sayang, lagi pula apa yang harus kamu gugupin sayang? kamu adalah pengantin tercantik yang pernah ibu lihat." puji bu Ratna sambil merentangkan tangan nya.
Hany yang mengerti langsung menghamburkan tubuhnya kepelukan sang ibu, yang di balas dengan elusan kecil dari lengan bu Ratna di pungungnya. "Makasih ya bu selalu ada di saat Hany butuh sosok bunda, ibu memang bukan ibu kandung Hany tapi ibu adalah ibu sambung terbaik yang pernah Hany miliki, Hany sayang ibu." ucap Hany sambil mempererat pelukan nya.
Bu Ratna tersenyum. " ibu seneng kamu bisa menikah dengan pria yang kamu cintai sayang, ibu merasa baru saja kemarin kita bertemu dan saling membuka hati, dan sekarang ibu harus merelakan anak ibu yang cantik jelita ini, ibu berharap semoga kamu bahagia selamanya sayang." ucap bu Ratna sambil terisak.
Setiap ibu pasti akan ada masanya di posisi bu Ratna sekarang, dimana dia harus benar-benar menguatkan hatinya saat melihat anak gadisnya berada di pelaminan, bukan nanti karna anaknya akan pergi, tapi setiap seorang ibu pasti memiliki rasa khawatir tersendiri untuk anaknya, meski Hany lahir bukan dari rahim nya taoi jelas terasa rasa berbeda di hati bu Ratna saat melepaskan anaknya menikah.
"Dengarkan ibu ya sayang, saat sudah resmi menikah nanti kamu harus mendengarkan setiap perkataan suamimu, jika dia salah maka ingatkan lah, surga seorang istri ada di ridho seorang suami jadi jika kamu tidak mendapatkan ridho suamimu maka kamu tidak akan mendapatkan ridho dari alloh juga." pepatah bu Ratna yang langsung mendapatkan angukan cepat dari Hany.
"Iya ibu, Hany paham." jawab Hany sambil melepaskan pelukan nya.
Ceklek... pintu terbuka.
"Hany ayo, calon suamimu sudah menunggu." ucap Dian yang terlihat anggun dengan balutan kebaya keluarga yang senada dengan bu Ratna.
Hany melirik, "Apa dia tampan kak?." tanya Hany antusias.
Dian mengangguk cepat. "Ya dia tampan, tapi lebih tampan suamiku." jawab Dian dengan memuji suami nya, Entahlah setelah menikah hampir setahun Dian merasakan jatuh cinta 1000ร lipat pada suaminya, Setiap pria memiliki ketampanan yang berbeda-beda bukan, tidak bisa di bandingkan apalagi di samakan karna setiap pria tidak akan sama, emm sepertinya faktor cinta sangat mengendalikan kehidupan Dian saat ini.
"Bucin niye." goda Hany sambil berjalan dengan bu Ratna dan Dian yang memegang masing-ma
sing tangan nya Hany.
Tak hanya Hany saja sebenarnya yang gugup bahkan Zex si kutub pun ikut-ikutan gugup terlihat dari jari lengan nya yang terus bergerak-gerak kecil.
Menikah tanpa di temani orang tua ternyata itu adalah hal yang tidak menyenangkan meski dulu sebenarnya dia tidak mempersalahkan hal itu.
Baru saja Zex memaafkan bapak nya tapi sayang nya dia tidak bisa melihat bapaknya lagi untuk yang ketiga kalinya karna tepat dua minggu sebelum pernikahan nya bapaknya meninggal dunia yang mana membuat Zex benar-benar tidak memiliki sosok keluarga lagi, tapi setidaknya dia masih beruntung karna Rafa dan para bodyguart yang bekerja di rumah besar bersedia menjadi bagian dari keluarganya untuk menghantarkan seserahan.
"Bagaimana apa sudah bisa di mulai?." tanya bapak-bapak berkumis baplang dengan jengot nya yang di kepang, yang tak lain adalah pak penghulu.
"Sudah." ucap Zex sedikit gugup yang mana hal itu mengundang banyak kekehan dari beberapa pasang mata yang melihat nya, siapa lagi kalau bukan Rafa dan Rey yang tidak bisa menahan tawanya bahkan dua pria itu sampai memegangi perutnya.
"Begitulah jika pria beruang kutub sudah jatuh cinta, lemah." Batin Rafa.
"Adik ku sangqt hebat, bisa membuat pria datar itu menjadi kikuk, calon bucin." batin Rey.
Sepertinya mereka tidak sadar jika mereka pun sama hal nya dengan Zex yang akan bucin pada pasangan nya, apalagi kedua pria itu sekarang sedang dalam masa Susis alias suami takut istri, lebih tepatnya takut jatah olahraga malam nya di undur atau bisa-bisa di kurangi.
"Baiklah acaranya akan kita mulai." ucap pak penghulu yang diangguki cepat oleh Zex.
"Sodari Nichol Zexandar bin Andi saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Hany Angraeni Pariska binti Andre Parisky dengan mas kawin satu unit motor dan seperangkat alat sholat di bayar tunai."
"Saya terima nikahnya Hany Angraeni Pariska binti Andre Parisky dengan mas kawin tersebut di bayar tunai."
Akhirnya dengan satu tarikan nafas Zex berhasil melakukan ijab kabul itu.
"Bagaimana para saksi? Sah?." tanya pak penghulu.
S.A.H !!
Ucap semua saksi bersamaan, yang mana membuat Hany replek mengangkat tangan nya ke atas karna saking senang nya. "Alhamdulilah." gumam Hany kecil, dan hal itu malah semakin membuat orang yang melihat nya dibuat tertawa dengan tingkah pasangan pengantin itu, pria yang biasanya datar menjadi gugup dan si wanita yang biasanya santuy menjadi bar-bar sungguh pasangan yang serasi bukan.
Setelah acara ijab kabul dan berdoa selesai, acara pasang memasang cincin pun di lakukan, keduanya tersenyum lalu di lanjut dengan Hany yang mencium pungung tangan suaminya, yang di balas kecupan di kening oleh suaminya.
Zex tersenyum melihat Hany yang nampak sangat cantik, begitupun dengan Hany yang nampak terpana dengan aura suaminya yang menurutnya semakin bertambah ketampanan nya.
____________
๐น๐น๐น๐น๐น
Aku Upp ini udah dari pagi ya gays, tapi ngak tau kenapa Nt gangguan, jadi cape ngetik ulang karna tulisan yang tadi udah di hapus soalnya ngak ke upload terus.
Maaf baru Upp.. ada double Upp malam ini, btw doain pernikahan nya supaya Aothor ngak bikin rusuh dan drama di pernikahan Hany dan abang Zex.๐
Sayang kalianโค