Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Mie Instan dan menggoda.


H A P P Y R E A D I N G..


Jam menunjukan pukul 3 malam sunyi hening sepi itulah yang di rasakan Rafa saat berjalan melewati tangga, tidak ada satu pun orang yang berkeliaran di malam hari tergantung dirinya yang selama dua hari ini harus membiasakan diri terjaga di jam-jam seperti ini.


"Sayang aku lapar, sayang haus." rengekan si ibu hamil di sepanjang malam nya.


Rafa yang masih belum sepenuhnya melek terpaksa harus membasuh wajah nya agar kesadaran nya kembali karna dia akan memulai memasak makanan untuk si ibu hamil.


Dia belum bisa memasak, bahkan sudah dua hari ini masakan yang di buatnya pasti selalu gatot ( gagal total) tapi aneh nya seburuk apapun makanan hasil mahakarya nya pasti selalu habis di makan si ibu hamil.


"Tidak apa sayang, aku menghargai masakan mu, meski ini sedikit asin dan terlalu banyak minyak, tapi tidak terlalu buruk." komentar si ibu hamil setelah memakan makanan nya.


Malam ini beda dari malam-malam kemarin, Ririn meminta di masakan mie instan dengan campuran sayuran dan cabai, sungguh melihat nya saja Rafa ingin sekali membuang makanan yang menurutnya tidak sehat itu, tapi mengingat betapa Ririn merengek dan sangat menyukai makanan itu apa boleh buat dengan berat hati Rafa pun membuatkan makanan itu.


"Makasih sayang." ucap Ririn sambil menyeruput mie yang ada di sendok dengan gaya makan nya yang seperti anak kecil yang sedang kelaparan.


Rafa bergedik ngeri melihat betapa cepat nya Ririn memakan makanan panjang kecil dan berkuah itu, "Kamu lapar sayang?." tanya Rafa sambil memberikan minum untuk istri tercintanya.


Ririn mengangguk, " hem, tapi sekarang sudah tidak..makasih sayang besok aku mau parian rasa lain ya." ucap Ririn sambil tersenyum semanis mungkin agar permintaan nya di kabulkan oleh suaminya.


Mana tahan Rafa melihat wajah menggemaskan istrinya, anggukan kecil pun di berikan si tuan muda." Iya, tapi tidak untuk lain kali." ucap Rafa yang di balas dengan bibir mengerucut Ririn.


"Pelit !!." cibir Ririn sambil berjalan ke sofa lalu memencet tombol remote.


"Sayang ini sudah larut malam, sebaiknya kamu tidur lagi." ucap Rafa.


Ririn menoleh." apaan ini udah hampir pagi tau, liat tuh udah jam 4 pagi tandanya bentar lagi subuh." ucap Ririn mendelik tak suka. " kalo mau tidur ya tidur aja, aku mau nonton." sambung Ririn lagi.


Rafa melirik jam di nakas ternyata sudah hampir pagi dan itu berarti dia tidur hanya 3 jam mengingat dia baru selesai lembur kerja malam nya di jam 12 malam dan di sambung dengan acara masak memasak di jam 3 pagi, Dengan helaan nafas berat Rafa akhirnya memilih duduk di samping istrinya.


Melihat acara yang di tonton istrinya hanya bisa membuat Rafa kembali menghela nafasnya, bagaimana tidak Ririn menonton acara kriminal di jam 4 lebih 20 menit, tapi bukan acaranya yang membuat Rafa melongo tapi melihat Ririn yang terus berkomentar dengan acara yang di tonton nya sungguh kelakuan ibu hamil memang aneh-aneh.


"Kaya nya itu cwo buta deh, udah tau nenek-nenek masih aja di nafsuin." cerewet Ririn ikut berkomentar tentang tampilan tv yang melihatkan berita seorang nenek-nenek yang di asusila seorang pemuda.


"Untung kamu normal ya sayang, kalo sampe loyo uh udah aku tingalin." sambung Ririn lagi yang membuat Rafa terperangah kaget mengingat dirinya dulu memiliki trauma yang membuat nya takut akan hal intim apalagi hal yang berbau enak-enak sungguh Rafa yang dulu sangat anti.


mungkin itulah yang di sebut jika yang halal lebih nikmat dari pada yang haram karna pada kenyataan nya Rafa tidak bernafsu pada siapapun terkecuali Ririn gadis yang sudah di halalkan nya.


.


.


.


.


Disisi lain tepatnya di Swiss Zex yang sedang sibukan dengan acara memejamkan matanya nampak terlihat gusar apalagi ada tangan yang memeluk nya dengan erat.


sekuat tenaga nya pria itu mengusir semua rasa aneh yang sedang mengebu di dalam tubuh nya.


"Arghhh anak ini selalu saja seenaknya." batin Zex.


"Hey..ayolah kau kalah." ucap Hany sambil terkekeh karna merasakan pergerakan tubuh Zex.


"Cih.. tidak akan, kau bahkan tidak tau cara membuat seorang pria bernafsu, sepertinya aku lupa jika kau hanya gadis tomboy." ucap Zex mengelak dan berusaha tenang.


"jelas-jelas aku merasa tubuhnya panas dingin." batin Hany.


Sebelum nya Hany ketahuan sedang makan makanan yang di buatkan Zex jika hari-hari sebelumnya Zex percaya makanan nya dimakan tikus besar maka berbeda dengan sekarang Hany tidak bisa mengatakan jika yang mencuri semua makanan hasil memasak Zex itu tikus lagi karna dia sudah kepergok sedang makan di halaman belakang Villa.


Dan yang terjadi sekarang adalah Hany yang gengsi mengakui di tambah Zex tang terus meledek nya dengan kata "Jadi itu semua ulah tikus besar? oh astaga tikus nya besar dan tomboy." cibiran Zex.


Kesal karna di cibir oleh pria berusia 33 tahun itu akhirnya Hany pun ingin menguji seberapa kuat pria itu menahan godaan nya, setaunya setiap pria akan mudah gampang tergoda, tapi ini sudah hampir 2 jam tapi pria itu masih saja tetap membelakangi nya.


"Aku normal, sial anak ini membuatku kesal saja." batin Zex lagi.


Brukkk.. !! Hany terjatuh.


"Awww.. sakit." rengek Hany sambil mengusap bokong nya.


"Jangan bertingkah cepat tidur !!." Zex menatap Hany dengan tatapan tajam nya.


"Sial gagal." batin Hany. "yaya.. aku pergi, dan satu lagi matamu itu jangan di buat tajam seperti itu, aku berasa melihat hantu." ucap Hany sambil berjalan dengan tangan yang masih mengusap bokong nya.


Setelah Hany keluar dari kamarnya Zex mengelus dadanya." Oh shit !! Hampir saja." ucap Zex.


"Hampir saja apa?" tanya Hany yang ternyata masih berdiri di ambang pintu. Zex yang mendengar pertanyaan Hany sontok membulatkan matanya, dan diam nya Zex membuat Hany tersenyum." Jangan bilang kau tergoda dengan si tomboy ini? hahha kau tergoda." ucap Hany sambil tertawa riang.


__________


Jejak !!