
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah penantian yang cukup lama akhirnya keluarga kecil Andrian dan Nana bisa merasakan rempong nya memiliki anak, keduanya kini sedang di sibukan dengan mengurus bayi cantik nya.
Rachel Putri Pariska, nama bayi mungil yang memiliki kulit seputih susu itu, wajah yang cantik persis dengan Mami nya.
dan pipi chabby nya mengikuti Papinya yang memiliki pipi Chabby.
Andrian tidak bekerja karena hari ini adalah akhir pekan, dia mau fokus menjaga istrinya yang masih belum terlalu sehat itu.
Ada rasa bahagia tersendiri di hati Nana, dimana dia melahirkan putri Pertamanya dengan normal.
"Oekkk..!! oekkk..!! "
"Uh anak Mami haus ya." ucap Nana sambil membuka satu persatu kancing nya, dan mulai memberi Asi untuk putrinya.
Andrian tersenyum melihat istrinya yang sedang menyusui putrinya, melihat Achel yang sedang menyusu pada ASI istrinya membuat nya terharu, ternyata begini rasanya memiliki anak.
Meski ada Achel tetap saja Ansela akan tetap menjadi putri pertamanya, dan Achel putri keduanya.
keduanya akan menjadi kesayangan nya dengan rasa sayang yang sama besar nya.
"Sayang tolong dong mau minum." ucap Nana yang merasa haus.
Entah kenapa setelah melahirkan dia mudah haus dan juga gampang lapar.
Andrian memberikan segelas air putih untuk istrinya, dan langsung di minum habis oleh Nana.
Setelah di rasa putrinya sudah tertidur pulas Nana beranjak berdiri, dengan perlahan dia berjalan ke arah tempat tidur bayi nya.
menidurkan Achel di ranjang miliknya sendiri.
"Mau makan." kata Nana manja.
Andrian mengangguk dia mengambilkan mangkuk berisi sayur sop yang ada di meja, lalu berjalan mendekati istrinya yang duduk di tepi ranjang.
"Aaaa..!! "
Nana membuka mulutnya, menerima setiap suapan yang di berikan oleh suaminya.
dan Andrian dengan sabar menyuapi wanita yang telah berjuang hidup dan mati hanya untuk melahirkan putri nya.
"Makasih sayang." kata Nana sambil tersenyum.
Setelah selesai menyuapi sang istri keduanya memilih untuk bersantai di depan tv.
Bayinya sedang tidur maka dari itu Nana dan Andrian memilih untuk meninggalkan bayinya dengan di temani pengasuh yang dia tugaskan untuk memberitahu nya jika putrinya bangun nanti.
"Cantik ya artist nya." kata Nana, dan Andrian hanya mengangguk.
"GLOWING ya, udah gitu body nya langsing banget ya." lanjut Nana, sedikit menekan kata GLOWING.
Sadar istrinya memperlihatkan wajah masam membuat Andrian langsung mencium pipi istrinya.
"Kamu lebih cantik dari mereka, lebih montok dan lebih segalanya." kata Andrian memuji istrinya.
"Dan lebar." lanjut Nana, membuat Andrian terkekeh.
Ya jika jujur memang bentuk tubuh istrinya pasca setelah melahirkan memang sangatlah berbeda dengan Nana yang dulu, dimana sekarang Nana yang cantik dengan tubuh labgsing nya kini berubah menjadi sosok ibu-ibu gembrot.
Tapi bagaimana pun bentuk tubuh istrinya Andrian tetap mencintai istrinya, karena Nana adalah istri sekaligus ibu dari anak-anaknya.
dulu tepatnya dua tahun yang lalu saat dia menikahi istrinya Andrian sudah berjanji apapun yang terjadi dia akan selalu menyayangi istrinya dan janji itu akan selalu dia ingat sampai kapan pun.
"Jangan ketawa." sungut Nana sebal.
"Ngak ketawa, cuman gemes aja." kata Andrian sambil tersenyum.
"Bohong kamu, pasti di belakang aku kamu ejek aku gendut kan, ngaku aja emang aku gendut ko." lanjut Nana malah melebar kemana-mana, bahkan hampir menangis.
"Kamu cantik begini, mau kamu gendut ataupun kurus kamu tetap istriku, jangan nangis hanya kamu wanita yang aku sayang, Mami Achel." kata Andrian sambil menatap istrinya dengan wajah yang meyakinkan.
Nana terisak, dan sampai mengeluarkan air matanya.
membuat Andrian panik seketika dia benar-benar tidak bisa melihat wanita menangis.
"Sayang.." panggil Andrian.
"Sayang.." panggil Andrian lagi, semakin panik karena Nana semakin terisak.
"Apa sih, berisik banget kamu sayang." kata Nana kesal, namun pandangannya tidak ke arahnya.
Andrian melihat ke arah tatapan mata istrinya, dan dia menganga saat melihat sebuah iklan makanan, dan apa mungkin makanan itu penyebab istrinya menangis?.
"Kamu mau makan itu?." tunjuk nya pada iklan makanan yang ada tv.
Nana melirik, dia melihat perutnya yang besar, lalu melihat lagi ke arah tv.
dia mau.. tapi Nana ragu.
"Ngak ahk." ujarnya yang lain di mulut lain di hati.
Sebenarnya Nana mau, dia bosan memakan sayuran terus, tapi melihat perutnya yang besar dia merasa tidak bersemangat untuk memakan makanan yang ada di iklan itu, dia takut semakin lebar, lebih tepatnya takut suaminya berpaling jika tubuhnya semakin gemuk.
Sadar akan perasaan istrinya Andrian langsung memegang tangan istrinya.
"Aku pesenin ya." kata Andrian, tapi hanya mendapatkan gelengan kecil istrinya.
"Aku cinta kamu apa adanya sayang, udah jangan diet-diet lagi, aku cinta kamu apa adanya meski kamu gendut sekali pun aku ngak perduli karena cinta aku akan tetap sama." kata Andrian dengan tatapan wajah yang penuh keseriusan.
"Meski banyak wanita seksi dan langsing di luaran sana?." tanya Nana dengan alis yang terangkat satu.
Dan Andrian kembali mengangguki nya.
"Iya, karena mereka ngak ada yang bisa ngalahin kecantikan Mami nya Achel." Andrian berkata dengan wajah yang menggoda.
Nana terkekeh. "Gombal kamu sayang." ucapnya sambil mencubit gemas pipi chabby suaminya.
"Kita gendut sama-sama ya, kalau kamu gendut aku juga bakalan gendut." lanjut Andrian.
Dan setelah itu keduanya memesan makan yang ad di iklan tadi, Nana memakan pizza nya dengan khitmat begitu pun dengan Andrian, keduanya sama-sama menghabiskan satu porsi besar pizza.
Jika Nana merasa biasa dengan makanan sebanyak itu maka lain hal nya dengan Andrian, dia merasa sangat kekenyangan sampai perutnya kembung.
Tapi demi istri tercinta Andrian rela, tidak apa makan banyak demi menyenangkan hati istri, lagi pula istrinya gendut juga karena ulah nya sendiri.
"Oekkk.. oekkk.." suara Achel kembali terdengar, dan tak lama kemudian nampak Achel yang
di gendong oleh pengasuh nya.
Nana menerima putri nya dan kembali memberikan ASI-nya, namun bayinya menolak, dan malah semakin kencang menangis.
"Oekkk.. oekkk.."
"Cup..cup.. Achel cantik anak Papi Mami, jangan nangis ya sayang kan Achel anak Sholehah, mimi ya sayang jangan nangis lagi." kata Nana sambil menimang putrinya di pelukan nya.
Andrian melihat interaksi istri dan putri nya, jika dia setelah makan masih bisa duduk santai maka lain halnya dengan istrinya, Nana kembali di sibukkan dengan putrinya yang menangis.
Nana terdiam saat mencium aroma bau sesuatu, dan saat dia mencium bokong putrinya dia tau penyebabnya putri nya menangis.
"Sayang, bantuin yu." kata Nana sambil berjalan ke arah kamar nya.
"Achel pop, ayo kamu belajar cebokin Achel." lanjut Nana sambil memberikan tisue basah dan pempers ganti untuk bayi mungil nya.
Andrian melakukan nya, meski baru pertama kalinya melakukannya tapi Andrian mencoba menjadi Papi yang terbaik untuk putrinya, dia akan membuktikan pada dunia jika meskipun seorang pengusaha tapi tidak ada batasan untuk seorang laki-laki bisa melakukan pekerjaan seorang ibu, seperti yang di lakukan nya sekarang.
Rachel Putri Pariska ♥️