Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Hujan.


^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Arka melajukan kembali mobilnya karna Alena mengajak pulang, dengan alasan perutnya sakit karna terlalu banyak memakan jajanan di pasar malam tadi, di jalanan yang gelap di tambah penerangan nya yang minim itu mobil yang di kedarai Arka melaju dengan cepat.


Suara gemuruh petir mulai terdengar membuat Alena yang sedang bersandar di jok mobil itu replek memeluk tangan Arka, rasa takut mulai dia keluhkan saat mendengar suara petir yang terus bersuara.


"Aku takut." ucap Alena sambil memeluk Arka.


Arka menghentikan mobilnya sebentar, lalu memberikan pelukan penuh kehangatan pada istrinya. "Jangan takut aku ada bersamamu." ucap Arka seraya mengusap perut Alena.


"Kita pulang ya." ucap Arka diangguki Alena yang masih memeluk lengan Arka dari samping.


Hujan mulai turun di tambah dengan petir yang terus mengelegar, penerangan di jalan sudah mulai mudar dan Arka tidak bisa melihat dengan jelas karna hujan yang sangat lebat.


"Kenapa berhenti?." tanya Alena yang masih di penuhi ketakutan.


"Hujan nya terlalu lebat, bahaya jika aku memaksakan untuk melewati hujan lebat ini." ucap Arka sambil menatap Alena yang nampak ketakutan.


Karna takut petir di tambah hujan yang lebat akhirnya Alena pun memeluk Arka, keduanya duduk di mobil dengan posisi saling berpelukan, Arka dapat merasakan detak jantung Alena yang berdetak cepat itu.


"Seharusnya aku tidak merengek ke pasar malam, maaf." ucap Alena sadar akan kesalahan nya yang merengek meminta sesuatu di saat cuaca yang tidak mendukung.


Arka mengelengkan kepalanya, "Tidak sayang, ini bukan salah mu, ini kemauan bayi kita jadi ini bukan salah siapa pun." ucap Arka sambil menyelipkan anak-anak rambut melil sang istri ke telinga.


Alena menghangat, dia merasa semakin di cintai oleh suaminya, sampai Alena ingat akan satu hal, foto yang dia temukan di meja kerjanya Arka.


"Aku boleh bertanya padamu?." tanya Alena sedikit ragu.


Arka yang masih menatap Alena mengangguk. "Tentu, katakan saja." sahut nya.


Alena bingung harus memulai dari mana, dia tidak mungkin mengatakan jika ia pernah masuk kedalam ruang kerja Arka tanpa ijin, tapi Alena sangat penasaran akan foto yang memperlihatkan sosok gadis cantik berambut sebahu yang dia yakini ada kaitan dengan suaminya.


"Aku menemukan foto gadis cantik di kamar mu, emm..siapa dia?." tanya Alena.


Arka terdiam, apa ini saat nya dia mengatakan kejujuran nya? apa Alena akan sakit hati jika Arka masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya?.


"Kamu masuk kedalam ruang kerja ku? kenapa tidak ijin." bukan nya menjawab Arka malah bertanya.


"Aku masuk karna aku penasaran, kata Mommy ruangan kerja kamu itu tersembunyi dan tidak ada yang berani masuk." ucap Alena menjelaskan. "Aku hanya ingin tau kebenaran tentang gadis itu." sambung nya lagi.


Raut wajah Arka yang berubah membuat Alena yakin jika Arka benar-benar menyembunyikan sesuatu darinya, dan Alena sempat berpikir jika gadis itu adalah selingkuhan Arka.


Apa harus sekarang? rasanya tidak tepat jika Arka mengatakan kejujuran nya sekarang, dia masih bingung dengan perasaan nya, satu sisi dia mencintai Alena, tapi satu sisi juga Arka memang belum sepenuhnya melupakan gadis berambut sebahu itu.


"Nama nya Kikan Ria, dia adik Kiano Rio, anak kembar dari Om Zex dan tanteu Hanny." ucap Arka menjelaskan dengan helaan nafas berat.


Alena diam medengar kan ucapan suaminya, sampai Alena terdiam saat mendengarkan kenyataan jika gadis bernama Kikan itu adalah mantan kekasih suaminya, dan yang paling menyakitkan adalah Arka mengakui jika selama 6 tahun suaminya belum pernah bisa melupakan mantan kekasihnya.


"Jadi kamu ngak cinta aku?." tanya Alena sambil mengeser tubuhnya.


"Tapi kamu masih mencintainya." ucap Alena sedikit berteriak. "Tidak ada satu wanita pun yang mau di bagi cintanya Arka, aku tidak mau memiliki separuh hatimu." sambung nya dengan wajah kecewa nya.


Semula Alena merasa jika Arka benar-benar membalas semua rasa cinta yang dia miliki, tapi setelah mendengar kejujuran Arka Alena benar-benar merasa kecewa, apalagi Arka membagi cinta nya dengan gadis yang sudah lama tiada.


"Semula aku memang mencintainya bahkan susah melupakan nya, tapi sekarang aku sadar kalau aku benar-benar mencintaimu, aku menyayangimu Alena istriku, dan Kikan hanya masa lalu ku." ucap Arka sambil memegang tangan istrinya.


Berulang kali Arka menciumi tangan Alena, dan yang di lakukan Alena hanya diam, dia engan mengatakan sepatah katapun, kesal, kecewa dan marah, dan semua rasa itu melebur menjadi satu, menjadi rasa yang sulit di ungkapkan.


Keduanya diam menunggu hujan reda, satu jam dua jam berlalu, Arka tidak sadar jika Alena ternyata ketiduran dengan posisi yang tersudut ke pintu mobil, sedangkan Arka sendiri dia sedari tadi malah sibuk dengan pikiran nya sendiri.


Cup..


Satu kecupan kembali dia berikan di kening istrinya, Arka menatap wajah yang nampak gelisah itu, terlihat jelas jika istrinya tidak nyenyak tidurnya, perlahan-lahan Arka membenarkan posisi Alena agar sang istri tidak merasakan pegal atau pun nyeri leher.


"Maaf aku membuat mu menangis, aku mencintaimu." ucap Arka sambil mengusap perut Alena yang kini mulai terlihat membuncit.


Karna hujan sudah reda Arka pun kembali menyalakan mesin mobilnya, melaju dengan kecepatan standar karna jalanan yang licin dan Arka tidak mau mengambil resiko jadi dia lebih mengutamakan keselamatan, karna di mobilnya berisi wanita yang sedang mengandung anak nya, wanita yang dia sayangi.


Saat di tengah-tengah jalan Arka kembali menepikan mobilnya, dia menyerhitkan dahinya saat merasakan ada sesuatu yang aneh dengan mobilnya.


Arka turun dari mobilnya berniat mengecek ban mobil, dia menjadikan lampu senter ponsel nta sebagai alat bantu penerangan, dan benar saja saat dia melihat satu persatu ban nya ternyata salah satu ban nya ternyata kempes, dan Arka melihat paku yang menancap tepat di ban itu.


"Ini jebakan." gumam Arka sambil melihat sekeliling nya yang nampak sepi.


Dan benar saja saat Arka berjalan ke arah pintu mobil dia di kagetkan dengan segerombolan pria bertopeng dengan tubuh yang besar-besar.


"Zeo Ton." desis Arka dengan wajah dingin nya.


"Selamat malam tuan muda Arkasya Ammar Raid, senang bisa bertemu dengan mu tuan." ucap Zeo Ton dengan nada mengejek.


Arka menekan tombol yang ada di sakunya, lalu menatap Zeo Ton dengan wajah datar nya, "Beraninya keroyokan, cih.. " ucap Arka dengan wajah dingin nya.


Zeo Ton menatap Arka dengan tatapan tajam nya, benar-benar copasan Rafasya, pria yang membunuh Daddy nya, dan dia sangat membenci semua keturunan dan orang yang dekat dengan keluarga Rafasya.


"Habisi mereka."


____________


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Part ini akan ada 4 bab, ini baru 2 bab jadi tunggu 2 bab lagi ya๐Ÿค—


Upp nya besok, sekarang masih di tulis๐Ÿ˜‹


Mampir ke cerita Lia dan cwo ganteng nya ya๐Ÿ˜



Cerita di balik layar, tangan ku gampang keringetan, apalagi kalo malam-malam tangan kaya bocor basah banget, jadi Upp nya segini dulu ya๐Ÿ™‚