Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Acara Ngadate yang aneh.


^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Realita cinta membuktikan jika sekejam-kejam nya manusia pasti akan luluh jika di hadapkan dengan orang yang sangat berarti dalam kehidupan nya, begitupun dengan Ririn yang kini menjadi frioritas si tuan muda mengingat dia sedang hamil dan pasti nya setiap ibu hamil memiliki permintaan yang kadang aneh-aneh.


Tidak ada yang bisa menolak permintaan si tuan muda, bahkan untuk merengek menangis darah pun tidak bisa terkecuali si ibu hamil seorang, ya maklum namanya juga cinta apapun yang di inginkan istrinya pasti akan Rafa lakukan sekalipun keinginan istrinya bisa membuat orang lain rugi ataupun kesal.


Hany berjalan dengan santai di sebuah pasar malam lebih tepat nya di area lapak pedang kaki lima, sebelum nya dia sudah membeli bakso setan yang level kepedasan nya bisa membuat orang mandi keringat, seolah belum puas Hany kembali mengijakan kakinya ke lapak pedagang Seblak ceker jeletot yang terkenal dengan sambal pedas exstra yang bisa membuat bibir jontor dalam hitungan detik.


"Bang pesen dua, es teh manis dingin 4." ucap Hany sambil duduk di bangku yang terbuat dari kayu, dan hal itu juga di lakukan si pria bertubuh tegap yang kini menjadi pasangan ngadate si tomboy.


"Santuy aja kali, itu muka jangan di tekuk tambah lecek kaya baju yang udah lima hari ngak di cuci aja." ucap Hany santai sambil melihat sekitar yang kebanyakan pengunjung nya adalah kalangan anak remaja belasan tahun, dan jika di bandingkan dengan dirinya dan pasangan ngadate nya mungkin mereka berdua adalah yang paling tua menurut Hany.


Malam ini adalah malam minggu, sesuai dengan permintaan berkedok ngidam si nona muda kemarin Hany dan Zex harus melakukan ngadate, Entahlah bisa di katakan ngadate atau ajang tantangan makan pedas bahkan di lihat dari penampilan keduanya pun sangat lah kontras dan berbeda dari pasangan ngadate lain nya.


Hany memakai celana jeans sobek-sobek di tambah baju kaos yang nampak sesuai dengan porsi tubuhnya, rambut pendek nya di biarkan terurai dan sendal jepit yang menambah penampilan nya.


berbeda dengan Zex yang memakai pakaian kerjanya karna baru pulang kerja, sungguh penampilan yang sangat kontras.


"Kenapa ngak sekalian seminggu saja, kenapa harus lima hari." jawab Zex dengan wajah kesal nya.


"Masih mending lecek nya kaya baju yang belum di cuci lima hari, temen aku ada tuh yang lebih dari seminggu." Hany semakin ingin menggoda pria beruang kutub itu.


"Terserah." Zex tidak mau berdebat, bisa malu jika dia berdebat di tempat umum dan disaksikan oleh anak-anak remaja, dengan helaan nafas kasar nya yang hanya di jawab dengan senyuman kecil Hany yang seperti mengejek.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya seblak ceker jeletit level 10 pun datang, Hany langsung mengelap air liur nya yang hampi'r menetes karna tergoda dengan aroma dari sebak, lain hal nya dengan Zex yang memang tidak terlalu menyukai makanan pedas, tapi demi gengsi nya yang tinggi pria itu memberanikan diri untuk memakan makanan yang bisa membuat nya kepedasan itu.


Hany dan Zex memulai acara makan untuk yang kedua kalinya, keduanya nampak menikmati makanan nya upps..ralat hanya Hany tidak dengan Zex yang terus minum dan minum hingga habis 3 gelas teh manis dingin, sedangkan Hany sendiri gadis itu baru menghabiskan setengah gelas nya saja, karna menurit Hany jika makan pedas tidak boleh berhenti itu akan menambah sensasi pedas nya maka dari itu sebisa mungkin Hany terus memakanan makanan pedas itu.


"Mau minum lagi ngak?." tawar Hany yang tak tega melihat wajah merah nan bibir yang bergetar meminta untuk di lepaskan itu.


"Tidak, aku masih bisa menghabiskan nya." tidak mau mengaku, gengsi nya terlalu tinggi.


"Tapi bibirnya itu udah jontor loh." ucap Hany dengan nada meledek.


"Mana ada, cepat habiskan habis ini kita pulang." ucap Zex lagi yang membuat Hany melotot.


"Apaan pulang, ini baru jam 9 malam ya, kita baru makan dua menu, lagian juga aku mau naik komedi putar dulu," Hany menunjuk wahana yang sangat di sukainya, meski dia tomboy tapi Hany juga jelas masih mempunyai ketarikan akan sesuatu yang sangat di gemarinya semasa kecil.


Zex mengangguk cepat, "Tapi setelah itu kita pulang." ucap Zex sambil menahan rasa pedas nya.


"Deal, tapi kamu juga naik." ucap Hany sambil memakan lagi makanan nya.


"Dasar gengsi, udah tau pedes masih aja di makan." batin Hany. "Tapi kasian juga sih, aku tadi minta punya dia level 12 sedangkan aku level 10 hhe." batin Hany lagi sambil melihat pria di depan nya yang terus berguman SUHAHAHHHHHH..SUHAHHHH !!.


"Bisa-bisa setelah ini bulak balik ke kamar mandi, huhhh..anak ini benar-benar lain dari yang lain." batin Zex sambil melihat Hany yang nampak tidak kepedasan sedikitpun.


.


.


.


.


.


Disisi lain tepatnya di sebuah pusat perbelanjaan yang ada di tengah-tengah kota nampak pasangan berpakaian berbeda dimana si wanita memakai kemeja di sertai jas pakaian yang rapih rambut tertata rapih dengan sepatu pentofel hitam mengkilat, berbanding dengan si pria yang memakai celana jeans di tambah sweeter hitam dan rambut yang tidak rapih namun terlihat lebih muda dari usianya.


Pasangan itu tak lain adalah Dian dan Rey yang malam ini sedang melakukan Ngadate sesuai dengan perintah si tuan muda dan keinginan si ibu hamil.


"Maaf ya tuan saya akan menghabiskan uang anda, hhe suruh siapa jatuh cinta sama orang miskin yang berjiwa matre kaya saya." Batin Dian sambil tersenyum setelah dia membayar beberapa barang belanjaan nya itu.


"Sudah?." tanya Rey. "Mari pulang."sambung Rey lagi.


"Kita belum makan tuan." ucap Dian." Saya tidak mau pingsan karna kelaparan jika pulang sekarang." sambung Dian sambil memberikan beberapa tentengan baju nya pada Rey lalu berjalan santai ke tempat dimana dia akan memanjakan perut nya.


Rasanya Dian ingin berteriak hari ini dia bisa membeli banyak barang yang dulu sempat iya impi-impikan, berasa menjadi cinderella sehari itulah yang di rasakan Dian saat ini, berbeda dengan Zex yang nampak mengerutu karna sedari tadi dia hanya berjalan mengikuti kemana langkah kaki si tomboy pergi.


"apapun demi cinta aku rela."


Kini keduanya duduk di tempat makan ala jepang, Rey melongo melihat banyak nya makanan yang di pesan Dian, "Siapa yang akan menghabiskan nya?." tanya Rey.


Dian melirik." tentu saja saya, dan yang membayarnya adalah anda tuan." ucap Dian sambil mulai memasukan makanan nya kedalam mulutnya.


" Ternyata gini ya rasanya di cintai? " batin Dian. "tapi sayang nya aku mencintI orang lain, aku merasa jahat sekali." sambung Dian masih membatin dengan mata yang melihat Rey.


"Pundi-pundi uang ku telah habis, tapi tidak apa aku bisa meminta lebih banyak lagi pada si tuan muda, lagi pula ini rencana dia." batin Rey berniat meminta rugi pada Rafa.


Keduanya makan dengan pikiran masing-masing, Dian yang tidak enak hati dan Rey yang terus memikirkan uang nya yang akan semakin berkurang jumlahnya.


Di tempat lain terlihat pasangan suami istri yang tengah tersenyum geli melihat layar komputer yang memperlihatkan dua pasangan berbeda tempat tongkrongan itu.


"kak Zex dan Hany terlihat cocok, Hany yang tomboy kekanakan dan kak Zex yang terlihat gagah seperti anak dan bapak nya, hahah." ucap Ririn sambil memasukan cemilan kedalam mulutnya, sebelum nya Rafa sudah menyuruh dua orang Bodyguart untuk memantau dua pasangan itu, yang jelas itu adalah usul si ibu hamil.


"Ya, tapi jangan terlalu berharap sayang, Zex tidak mudah jatuh cinta dia sangat sulit untuk berintraksi dengan seorang wanita." ucap Rafa mengingatkan untuk istrinya tidak terlalu ikut campur akan pasangan sahabatnya itu.


"Itu kak Rey juga cocok sama kak Dian, kak Rey kaya 10 tahun lebih muda dari usianya ya mas, jadi kaya kak Dian pacaran sama berondong." ucap Ririn lagi yang kini sedang mengomentari penampilan pasangan Rey Dian.


Rafa menghela nafasnya dia tahu jika cinta Rey sudah bertepuk sebelah tangan pada Dian karena Dian menyukai Zex." Ya, mereka sama-sama matre dan selalu memikirkan uang." ucap Rafa.


"itu yang membuat mereka cocok bukan, Aku tidak sabar melihat mereka menikah." Ririn kembali berbicara.


"Tapi sayang kita tidak bisa memaksakan mereka, hati tidak bisa di paksakan." ucap Rafa mengingatkan jika teman-teman nya itu memiliki hak untuk memilih pasangan nya sendiri.


Ririn melirik." Aku saja bisa, kenapa mereka tidak." ucap Ririn sinis. "dan malam ini mas tidur di luar, aku mau nonton kartun sampai pagi." sambung Ririn lagi yang membuat Rafa melotot menahan kesal.


"Cepat keluar !!!!."



Stelan Hany saat ngadate ๐Ÿ˜‰



Ekspresi Zex saat kepedasan๐Ÿ˜… (tapi menggoda ya๐Ÿ˜).



Stelan Rey saat ngadate bareng si tomboy.



Stelan si tomboy Dian saat ngadate.


____________


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Jejak !!