Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Malam tertunda.


^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Sinar mentari sudah menerangi bumi, Lili mengerjapkan matanya saat sinar mentari pagi itu membuat matanya silau, dia mengucek matanya lalu perlahan melihat sekeliling nya dan ternyata tidak ada siapa-siapa di kamarnya.


"Loh tadi malam perasaan tidur sama bunda." guman Lili sambil menguap.


Lili turun dari ranjang nya lalu berdiri, pandangan nya menatap pada selembar kertas yang ada di nakas.


"Lili sayang bunda pulang duluan ya, Suamimu masih tidur di kamar sebelah, kalau sudah bangun nanti jangan lupa sarapan ya sayang, pakaian ganti nya sudah bunda siapkan di ruangan ganti." isi tulisan yang ada di selembar kertas itu.


"Bunda baik banget, Lili sayang bunda." ucap Lili merasa terharu dengan perhatian sang mertua, bahkan tadi malam Lili merasakan usapan kelembutan yang di berikan sang mertuanya.


Karna merasa lengket Lili pun bergegas mandi, lalu menganti pakaian tidurnya menjadi pakaian santai yang di siapkan sang mertua.


Saat sedang bermain gawai nya Lili tak sengaja melihat unggahan dari teman nya, dan matanya seketika melotot saat melihat sebuah unggahan foto yang di dalam nya ada pemuda yang penuh dengan darah.


"Astaga Dera, dia kenapa." ucap Lili kaget.


Meski Lili tidak menyukai Dera karna play boy dan dua tahun tidak naik kelas, tapi jelas Lili pernah dekat dengan pemuda itu, dan bagaimana pun Dera adalah teman satu sekolah nya.


Semalaman tak memegang ponsel membuat Lili kelabakan saat membuka ponselnya, banyak notif pesan dari group sekolahnya yang mengajaknya menjenguk Dera, tapi Lili bingung karna sekarang sudah memiliki suami.


"Apa kakak akan mengijinkan ku untuk menjenguk Dera? aku tidak yakin." ucap Lili sambil menatap layar ponselnya.


Dan saat Lili sedang melamun tiba-tiba terdengar suara yang familiar di telinga Lili, membuat Lili seketika replek menoleh kesumbeer suaranya.


"Pagi istriku." ucap Andrian sambil berjalan mendekati Lili.


"Pagi kak, aku kira kakak belum bangun." ucap Lili kikuk, dia bingung harus bersikap seperti apa, dan apa yang akan Lili lakukan di pagi hari saat status nya menjadi seorang istri.


Andrian duduk di samping sang istri, mencium harum tubuh istrinya dengan wajah yang penuh maksud, dan hal itu membuat Lili deg-deg an apalagi saat di rasa tangan Andrian mulai mengelus rambutnya.


"Kak." ucap Lili merasa risih.


"Sudah makan?." tanya Andrian.


Lili menggelengkan kepalanya, "Belum, kakak sendiri?." tanya balik Lili.


"Aku juga belum, ayo makan." ucap Andrian sambil beranjak berdiri, lalu mengulurkan tangan nya.


Ragu-ragu Lili mengambil uluran tangan itu dan ikut melangkah beriringan dengan suaminya, keduanya berjalan ke arah lift.


saat di dalam lift Lili merasakan hal yang aneh dengan suaminya.


Sejak kapan Andrian merangkul pinggang nya? bahkan untuk berpegangan tangan pun biasa nya sangatlah langka.


"Jangan seperti ini kak malu di liat orang loh." ucap Lili pelan.


"Tidak ada yang melihat sayang, lagi pula aku tidak perduli jika ada yang melihat kemesraan kita sekalipun, mereka harus tau kalau kamu adalah milik ku, Andrian Parisky." ucap Andrian sambil mencium kening Lili.


Dan saat Andrian mencium kening Lili tiba-tiba pintu lift terbuka, menampilkan sepasang manula yang syok dengan apa yang dilakukan Andrian pada seorang gadis kecil.


Si nenek langsung memegang tangan Lili dan mengusap pipi Lili, "Sudah tidak apa, dasar pria jomblo mereka memang tidak tau malu beraninya cuman sama gadis kecil." ucap si nenek sambil melotot pada Andrian, dia menyangka jika Lili adalah gadis yang di rugikan Andrian.


"Sekolah yang benar cu, kalau butuh uang nenek bisa kasih kamu kerjaan jangan deketin cwo brengsek kaya dia lagi, kamu masih muda dan cantik sayang kalo cuman di mainin kaya gini." ucap si nenek lagi.


Lili melihat suaminya yang ternyata sama sedang menatap nya, dia tidak mengerti apa yang di ucapkan si nenek, tapi mendengar ucapan si nenek yang mengatakan suaminya jomblo membuat Lili tidak terima, jelas dia adalah istrinya.


"Maaf nek tapi dia suami aku." ucap Lili sambil tersenyum, "Kami baru menikah tadi malam." ucap Lili lagi, tak lupa dengan senyuman nya.


Si kakek yang sedari tadi diam langsung memegang tangan istrinya, merasa jika tuduhan istrinya salah dan mereka malah menganggu pasangan patsuri yang baru memulai bahtera rumah tangga.


"Maaf cu, nenek kadang-kadang suka gitu." ucap si kakek, "Ayo nek, lift nya keburu nutup lagi." ucap si kakek lagi.


Si nenek nampak masih belum percaya mengingat wajah Lili lebih terlihat seperti adik dari Andrian,.


"Ayo sayang." ajak Andrian.


Lili masih diam, dia masih mencerna ucapan si nenek tadi, malam pertama? dan hati-hati? apa maksud nya? Lili merasa cemas dengan pipi yang sudah memerah bak tomat.


Saat sarapan Lili lebih banyak diam, dia makan tanpa mengeluarkan suara berbeda dengan Andrian yang terus menatap wajah cantik Lili, dari segi apapun Lili memang tetap cantik dan Andrian tau itu.


"Habis makanan nya, kita harus cepat." ucap Andrian memecahkan keheningan.


Lili mengerutkan dahinya, "Kenapa? memang nya kita mau kemana? kak." tanya Lili heran.


Andrian memasang senyuman aneh itu lagi, dan hal itu kembali membuat Lili tidak nyaman.


"Kita akan ke kamar, melakukan yang seharusnya di lakukan tadi malam." kata Andrian tanpa malu sedikitpun.


Deg...


Pikiran aneh mulai menerpa otak polos Lili, malam yang tertunda berarti malam pertama mereka, dan demi apapun Lili sangat tegang.


Sesudah selesai makan Andrian benar-benar membawa Lili kembali ke kamar hotelnya, bahkan Lili sampai merinding sendiri saat tangan besar Andrian terus memegang pinggang nya.


"Kak, emm. " ucap Lili gugup saat Andrian menjatuhkan tubuhnya di ranjang.


Dengan gerakan cepat Andrian mengkungkung tubuh kecil Lili dengan tubuh nya, dan hal itu tentu saja membuat jantung Lili berdegup semakin kencang.


"Apa kamu mencintai ku?." tanya Andrian seraya menatap netra mata sang istri.


Lili mengangguk cepat, "Lili mencintai kakak." jawab Lili tanpa keraguan sedikitpun.


"Bagus, karna kamu mencintaiku jadi kamu adalah milik ku, dan mau kah kamu memberiku kehormatan yang kamu miliki?." Andrian kembali bertanya.


Dia bukan tipe pria yang memaksa, Andrian adalah pria yang lembut apalagi pada seorang wanita, Andrian tidak mau Lili merasa terbebani dengan permintaan nya, maka dari itu dia bertanya dahulu sebelum Lili memberontak menolak nya.


"Lili mau dan__" ucap Lili menggantung.


"Dan apa?." tanya Andrian kembali menatap netra itu.


ragu-ragu Lili menatap suaminya, ketampanan yang di miliki Andrian kembali menghipnotis nya, "Pelan-pelan, Lili takut." ucap Lili pelan dan Andrian hanya mengangguki nya cepat.


Cium*n pelan dan lembut pun Andrian berikan pada bibir mungil Lili, tangan Lili yang semula memegang seprey kini di tarik ke atas leher suaminya, dan alhasil Lili kini malah menjambak kepala suaminya.


Tangan Andrian mulai nakal meraba kemana-mana dan hal itu tentu saja membuat tubuh Lili bereaksi cepat, Lili merasakan geli tapi saat tangan besar itu terdiam Lili kembali merasa ingin kembali merasakan sentuhan tangan suaminya lagi.


"Kenapa berhenti?." tanya Lili dengan mata sayu nya, sentuhan Andrian barusan membuat tubuhnya menjadi menginginkan hal yang lebih.


"Buka baju nya, kita tidak mungkin melakukan nya dengan pakaian kita yang masih menempel di tubuh." ucap Andrian.


Seketika pipi Lili memerah, dia baru sadar bahkan sentuhan yang tadi ia rasakan saat dia memakai baju, dan Lili tidak bisa membayangkan seperti apa sentuhan saat dia polos nanti.


"Aku akan membuka nya, kamu diam saja ya." ucap Andrian sambil tersenyum manis, dan Lili hanya menurut tanpa penolakan, saat helai demi helai pakaian nya terbuka Lili mencoba menutupi nya dengan tangan nya.


"Jangan di tutupi, biarkan aku melihat tubuh indah mu sayang." ucap Andrian lembut tak lupa dengan mata yang penuh nafsu nya.


Dan setelah itu kalian tau apa yang terjadi, Andrian benar-benar menghabiskan pagi nya dengan melakukan aksi panas nya, keduanya merasakan rasa itu, rasa sempit untuk Andrian dan rasa sakit bagai di koyak-koyak untuk Lili.


Keperawanan bukan satu hal yang penting untuk Andrian, tapi jika mendapatkan gadis perawan bukan kah itu hal yang sangat hebat?, tidak semua pria dapat menikahi gadis perawan, dan Andrian bersyukur bisa menikahi gadis muda seperti Lili yang mau merelakan masa mudanya demi menikah dengan nya.


____________


🌹🌹🌹🌹🌹


Nungguin lanjutan nya ya? maaf ya ngak bisa vulgar Author males revisi kalo sampai tulisan nya mengandung unsur ****ograpi. 😅


Jangan lupa jejak♥️