Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Ajakan


^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Benar saja, Andrian harus mematikan ponselnya beberapa waktu karena terus menerus di tanyai masalah di bioskop tadi.


"Sejak kapan?, kenapa tidak kasih tau Bunda kalau kamu suka sama Nanny nya Bian?."


"Jangan tunggu lama, jika sudah klop kasih tau Bunda, biar bunda dan Ayah lamar kan untuk mu, Bunda akan menyuapkan nya secepat nya, tenang saja."


Andrian menghela nafasnya sebal, rasanya sangat rumit tidak seperti yang dia bayangkan, tapi entah kenapa ada rasa aneh yang kini mengganjal di hatinya, dimana dia merasa merindukan sosok yang menghabiskan waktu nya seharian itu.


"Sedang apa dia." gumam Andrian sambil mengusap layar ponselnya.


Tapi saat dia melihat layar ponsel nya yang memperlihatkan banyak notif pesan dari sang Bunda membuatnya kembali mengelengkan kepalanya.


"Bunda menyukai dia, cantik dan juga rumah, jangan tunggu lama nanti ke buru ke ambil orang Rian."


"Kenapa Bunda jadi cerewet lagi, bukan nya Bunda sudah bilang tidak mau ikut campur dalam masalah jodoh lagi." ucap Andrian sebal.


Dia merasa risih jika Bunda nya terus menanyai nya, padahal dia tidak memiliki hubungan apapun, hanya teman dan rekan kerja, bukan begitu.


Tapi, Kenapa isi di kepalanya kini malah penuh dengan bayang-bayang Nana yang sedang tertawa.


"Aku benar-benar sudah gila, kenapa aku malah memikirkan dia terus." ucap Andrian lagi, sambil melihat ke layar ponselnya.


Sekelebatan wajah Nana kembali terngiang di kepalanya, apalagi saat tadi dia memergoki Nana yang sedang santai makan jajanan yang di belinya di mobilnya, tanpa tau jika Andrian panik mencarinya sampai menyuruh beberapa orang untuk mencari Nana di rumah hantu.


Dan sialnya lagi kini dia harus menerima permintaan Nana, yang menginginkan di temani jalan-jalan selama seminggu.


Entah sial atau keberuntungan, tapi Andrian merasa permintaan Nana itu berlebihan, mana ada kalah taruhan harus menikmati liburan ke luar negri gertisan, bukan kah aneh?.


"*Permintaan pertama ku kamu harus mau ikut jalan-jalan ke luar negri selama seminggu."


"Tenang saja ongkos semua aku yang akan bayar, anggap saja kamu dapat kupon liburan tanpa biaya*."


Jika Andrian yang dulu mungkin akan menerima tawaran itu karna tergiur dengan gratisan maka lain hal nya dengan sekarang, Andrian merasa tidak tertarik dengan tawaran itu, hatinya berkata tidak.


"Untuk tawaran mu yang tadi, maaf, aku tidak bisa menerima nya."


Setelah mengirimkan pesan singkat itu Andrian langsung menaruh ponselnya di di nakas, menatap kosong ke atas.


kesunyian datang menerpa nya, dia tinggal di Apertemen nya sendiri tanpa siapapun yang menemani nya.


Di tempat lain tepatnya di kediaman Nana nampak Nana yang mengerucutkan bibirnya sebal karena tawaran nya telah di tolak oleh Andrian.


Apa jiwa matre nya kumat? menginginkan hal yang lebih mahal dari jalan-jalan ke luar negri.


"Sepertinya penawaran ku kurang, atau apa mungkin dia lebih menyukai hal yang lebih menantang?." gumam Nana nampak berpikir.


Dan seketika Nana teringat akan Vila milik keluarganya yang ada di Swiss, Nana rasa tempat itu akan lebih menarik dari pada melihat bule di luar negri.


Suasana nya segar dan tempatnya juga bagus, terlebih lagi Vila milik keluarganya sangat dekat dengan pasar malam, sesuatu yang sangat dia sukai.


"Aku akan mengajakmu ke Swiss, tidak ada penolakan, aku memaksa."


Nana mengirimkan pesan singkat itu pada nomer yang tertera dengan nama Mister galak.


Senyuman mengembang di wajah Nana saat teringat akan sosok yang sedari tadi menghabiskan waktu bersamanya, rasanya sangat menyenangkan, dia nyaman dekat dengan pria itu.


"Kenapa aku kembali teringat dia terus, sebelum nya aku tidak pernah merasa begini." gumam Nana sambil merebahkan tubuhnya, dan memeluk guling nya dengan posesif.


Nana mencoba memejamkan matanya, tapi sedetik kemudian Nana kembali membuka matanya, dia kembali teringat akan sosok yang kini memenuhi kepalanya.


"Arghh aku sudah gila, kenapa aku terus teringat dia." gerutu Nana sambil mengacak rambutnya kesal.


Nana menatap guling di depan nya dengan tatapan yang sangat kontras dengan hati nya.


"Kamu, kenapa kamu terus ada di kepalaku, Jangan-jangan kamu sudah mencuci otak ku dan membuat aku terus mengingat mu." racau Nana yang menganggap jika guling nya itu adalah Andrian.


🌹


Hari-hari berganti, Alena sangat senang menikmati kehidupan nya yang semakin bertambah ramai, memiliki dua putra, ralat sepertinya tiga putra, karena suaminya juga sama manja nya seperti kedua putra nya.


Setelah selesai memandikan Babby Arfan Alena langsung mencari dua laki-laki berbeda generasi itu, ingin menitipkan bayi tampan nya yang sudah wangi.


"Bian.. Papa." panggil Alena sambil melangkah mencari keberadaan dua kesayangan nya.


Tidak menemukan di kamar nya membuat Alena memilih untuk mencari ke kamar mandi, dan benar saja saat dia melihat ke kamar mandi dia melihat dua laki-laki berbeda generasi itu sedang sibuk bermain air di bathub.


Hal itu membuat Alena menggelengkan kepalanya, bisa-bisa nya suami dan putra sulungnya bersenang-senang berdua tanpa menghiraukan nya yang kerepotan, apa-apa sendiri.


Arka dan Bian melirik sosok wanita yang kini bersidekap dada di ambang pintu, keduanya kompak menyengir kuda seolah tak punya salah.


"Sayang." Panggil Arka tersenyum.


"Mam, kemarilah kita mandi bersama." ucap Bian yang sedang sibuk dengan mainan bebek kesayangan nya.


Alena menarik nafasnya pelan.


"Sudah mandi nya, Babby Arfan lagi tidur, bantuin Mama jagain Babby Arfan sama Papa ya kakak." ucap Alena sambil tersenyum selembut mungkin, namun di artikan lain oleh Arka, yang memang sudah kenal dengan ekspresi sang istri.


"Ayo Son kita kerjakan tugas kita, tunjukan bahwa kita adalah pria sejati yang sangat impoten." ucap Arka sambil beranjak berdiri dari bathub.


"Oke, Pap." sahut Bian.


Mau tak mau Bian ikut bangkit, lalu ikut melilitkan handuk di tubuhnya sama seperti sang Papa.


Setelah itu keduanya kompak berjalan melewati wanita yang masih berdiri di ambang pintu itu, Alena yang melihat kedua laki-laki kesayangan itu hanya bisa tersenyum kecil.


Arka dan Bian adalah tipe penurut, terlihat sekarang keduanya sedang sibuk memakai pakaian yang sudah di siapkan nya.


"Kalo nangis ajak main aja, soalnya tadi udah minum Asi banyak, takutnya muntah kalau di kasi susu terus." Alena mengingatkan.


Arka mengangguk sambil mengacungkan jempol nya, begitupun dengan Bian yang mengacungkan jempol nya sama seperti sang Papa.


Hal itu membuat Alena semakin gemas dengan kedua laki-laki kesayangan nya itu, Bian memang memiliki banyak kesamaan dengan suaminya, dari mulai wajah dan sikap, semuanya sama.


"Aku menyayangi kalian tiga laki-laki kesayangan ku." gumam Alena sambil menutup pintu kamar mandi, dia akan mandi agar bisa ikut main bersama kedua putra dan suaminya.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹


Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2, udah sampai Epsd 60, ya♥️ yuk gercep😊


Jangan lupa jejak, ♥️