
H A P P Y R E A D I N G..
🌹🌹🌹🌹🌹
Hari berganti hari Ririn yang sudah mulai membaik kondisinya sudah mulai melakukan rutinitasnya kembali meski hanya di dalam rumah karena Rafa menyuruh Ririn untuk menunda kulaih nya demi keselamatan Ririn sendiri dan mau tak mau Ririn pun mengikuti apa kata suaminya.
Ririn yang jenuh sengaja menyuruh Dian Asisten nya untuk menjemput teman nya Hanny kerena Ririn merasa suntuk jika tinggal si rumah seorang diri meski pada kenyataan di rumahnya itu ada banyak pelayan dan Bodyguart yang di tugaskan Rafa untuk menjaga keamanan di rumahnya.
"Gila sih ini, kak Rafa benar-benar gila." Ucap Hany yang melihat di setiap juru rumah suami sahabatnya sekaligus bos kakak nya itu yang nampak di penuhi dengan pria bertubuh kekar berbaju serba hitam.
" Bosen, jalan yu." Ucap Ririn yang sedang menonton acar Tv yang menurutnya acaranya tidak menarik dan hanya itu-itu saja.
Hany semangat, " Ayo pake motor trail aku, gimana?." ajak Hany antusias.
"Tidak nona, itu berbahaya tuan muda bisa marah, tolong kasihani saya nona." Ucap Dian yang takut di marahi bos nya lebih tepatnya mungkin yang di takuti Dian adalah Zex Asisten sekaligus Sekertaris bos nya.
"Hahah aku tau pasti yang kamu takutin itu si jutek bin nyebelin itu, iya kan." Hany dengan lantang nya menyebut pria yang akhir-akhir ini selalu berlalu lalang di pikiran Dian dengan panggilan yang cukup aneh untuk Dian.
" Nona tuan Zex itu tegas dan menakutkan." Ucap Dian.
" Tidak, dia itu pria menyebalkan, dan satu hal lagi dia musuh bubuyutan ku sejak kecil." Ucap Hany yang masih inget dengan semua perlakuan Zex sewaktu nya kecil dulu.
" Terserah anda nona menurut saya dia pria yang menantang." Batin Dian.
"Kenapa aku merasa jika Dian menyukai pria bermuka datar itu, ahk tapi kalaupun iya apa urusan nya dengan ku. yang ada aku akan mengadakan tahlilan jika pria batu akhirnya normal. " batin Hany curiga jika Dian menyukai Zex si pria bermuka datar.
Hany dan Dian saling menatap satu sama lain, penampilan kedua wanita itu tidak ada yang spesial, celana jeans sobek-sobek dipadu dengan atasan kaos oblong berwarna putih yang kebesaran dengan jaket berbahan jeans yang melingkar di pingang ramping nya, sepatu bermerek Converse dan di tambah rambut yang di ikat asal-asalan.
Sedangkan Dian sendiri gadis itu memakai baju kemeja berwarna putih di baluti jas, celana hitam bahan katun, sepatu pantapel berhak 2cm, dan tak lupa rambut yang di ikat kuda.
Ririn menatap jengah kedua gadis di depan nya, " Aku tidak jadi main, aku mau kalian berdua manjat pohon Nangka yang ada di belakang rumah." Ucap Ririn yang memecahkan keheningan namun sekaligus membuat dua gadis yang usia nya terpaut 2 tahun itu langsung melongo.
"Kenapa harus aku, di luar banyak penjaga Ririn lagi pula aku___.." Ucap Hany yang belum selesai karna terpotong oleh Ririn.
"Aku tidak menerima penolakan." Ucap Ririn lagi.
Hany menghembuskan nafasnya sedangkan Dian sendiri gadis tomboy itu nampak biasa saja, karna pada kenyataan nya Hobby nya adalah naik gunung tapi karna ekonomi iya harus terus bekerja untuk menghidupi keluarga kecilnya dan mengesampingkan masa remaja nya.
Kini ketiga gadis muda yang hanya Ririn saja yang sudah memiliki status pasti yang tak lain seorang istri sedangkan kedua gadis yang sedang ada di atas pohon itu masih tetap menjomlo di usianya yang dudah kepala dua itu.
"yang mateng Han, jangan yang masih muda." Teriak Ririn dari bawah pohon.
"iiya nona, " Jawab Hany dengan malas karena bajunya terkena getah Nangka.
Dian yang duduk di atas dahan pohon mengambil satu Nangka yang menurutnya sudah tercium wangi nya, " Ahk sepertinya yang ini sudah matang." Ucap Dian sambil mencoba memutatarkan si Nangka dan tanpa banyak menyita waktu Dian berhasil menjatuhkan satu Nangka begitupun dengan Hany yang sudah menjatuhkan satu Nangka.
Saat Dian dan Hany ingin turun Ririn kembali bersuara di bawah pohon.
" Ayo semangat Han, kak Dian, yang banyak ngambilnya." Teriak Ririn yang membuat Hany dan Dian mau tak mau kembali ke dahan yang belum mereka jajahi untuk mendapatkan Nangka yang sudah matang.
" Untung istri sultan kalo bukan udah aku unyeng-unyeng dah itu anak." gerutu Hany sebal karana bergelantungan di atas pohon.
Sedangkan Dian sendiri gadis itu malah meratapi nasib kemeja barunya. " mana belum kebayar lunas, ehh sekarang udah gini aja bajunya." Ucap Dian yang melihat bajunya terkena getah Nangka yang bisa di pastikan noda getah di baju nya yang pasti akan sulit di hilangkan.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Sambil menunggu Upp terbaru nya Ririn,
Jangan lupa mampir ke karya Baru Outhor ya kka😊
Jejak !!
Jejak !!