Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Hari pertama Dian.


JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!


Selamat membaca😉


🌹🌹🌹🌹


Ririn masih belum bangun dari pingsan nya, Rafa terlihat cemas sambil memegang tangan Ririn, dokter tadi bilang kalo Ririn hanya banyak pikiran tapi meski begitu Rafa tetap saja khawatir karna melihat wajah Ririn yang nampak sembab.


Setelah mendengar kabar istrinya pingsan Rafa yang pada saat tadi sedang berjalan ke arah ruang meeting seketika membatalkan acara meeting nya karna takut terjadi apa-apa dengan istrinya, iya tau istrinya berbeda dari gadis pada umunya, sejak kecil mendapatkan tekanan dan siksaan membuat Ririn selalu bergrtar hebat dan pingsan jika mempunyai ketakutan yang berlebihan.


Disisi lain terlihat Zex yang sedang memarahi gadis yang sudah iya percaya menjadi Asisten istri majikan nya itu, Zex merasa kesal dan kecewa karna Dian tidak bisa di percaya.


" Maaf." Hanya kata itu lah yang keluar dari gadis tomboy itu.


" sudahlah, Untuk kali ini kamu di maafkan, tapi kalo yang kedua kalinya bersiaplah kau ku penjarakan." Ucap Zex lalu pergi ke sembarang arah meninggalkan gadis tomboy yang masih terlihat merasa bersalah atas pingsan nya istri majikan nya.


" Dian kamu jangan cengeng, kamu bukan wanita lemah..ingat ada ibumu yang masih membutuhkan mu." Dian menyemangati dirinya sendiri.


Tak berselang lama Ririn bangun dari pingsan nya gadis itu terlihat lemas, tangan nya memegang kepalanya yang terasa sakit karna saat pingsan kepalanya lumayan keras terbentur lantai.


Rafa yang melihat itu langsung memeluk istri nya, " Sayang.. akhirnya kamu sadar, ada yang sakit? apa yang kamu rasakan? sekarang ? hem." Rafa bertanya bertubi-tubi.


Ririn mengeleng kepala." Hanya sedikit sakit kepala tapi tidak apa." Ucap Ririn dengan tangan yang ingin mengapai gelas.


Rafa yang melihat itu langsung gesit memberikan minum pada istrinya yang kemungkinan kahausan dan benar saja Ririn menghabiskan segelas air minum itu tanpa tersisa sedikitpun.


" Mau minum lagi? atau mau makan?." Tanya Rafa menawarkan.


" makasih, aku mau ketemu ayah." Ucap Ririn dengan nada lesunya.


" Ayah sedang dalam pencarian, aku sudah menyuruh anak buah ku untuk mencari kemana ibu tirimu membawa ayah mu, bersabarlah..aku pasti akan membawa ayah pulang kerumah kita." Ucap Rafa sambil membelai sayang rambut halus Ririn.


Setelah Ririn cukup baikan, Rafa membawa Ririn pulang ke rumahnya, mereka berpamitan pada pelayan lebih tepatnya hanya Ririn yang berpamitan pada Bu Ina dan pelayan lainya, Ririn meminta Bu Ina dan pelayan lainya untuk memberitahukan jika ada yang kerumahnya atau jika bu Arini dan Dessy pulang karna iya sangat khawatir pada ayahnya.


Dian menyerhitkan dahinya melihat benda yang menurutnya sangat antik, diantaranya kamera, Diary, ransel bunga-bunga, dan lainya." Ini ponsel jaman aku Sd, ngapain Nona muda bawa ponsel jadul? ahk tapi ya sudahlah apa urusan nya dengan ku." Batin Dian tak mau memikirkan sesuatu yang tak bisa di cerna oleh otak cerdasnya.


Setelah melewati jalanan yang cukup macet mobil yang di tumpangi mereka pun tiba di halaman rumah mewah, Ririn yang masih lemas berjalan di pangku oleh sang suami, menciftakan keromantisan yang membuat dua manusia yang mengekor di belakang nya menjadi mengaruk-garuk tengkuk nya yang tidak gatal lebih tepatnya hanya Dian saja, sedangkan Zex sendiri pria itu acuh karna itu adalah makanan sehari-harinya beberap minggu ini, jadi Zex sudah terbiasa melihat hal itu.


Maaf nona muda, barang-barangnya di taruh dimana ya?." Malu-malu Dian bertanya karna iya tak mungkin terus menerus membawa barang-barang itu di tangan nya.


Ririn yang baru masuk kamar pun langsung menyuruh Dian untuk membawa barang-barang nya ke kamar nya, dan Dian pun menuruti perintah sang majikan.


Ini adalah pertama kalinya bagi gadis tomboy itu memasuki tempat yang di sebut kamar, ruangan yang bernuansa erofa terlihat megah dan sangat luar biasa.


Saking terpesona nya Dian tak bisa berkata-kata melihat luasnya kamar majikan nya, yang mungkin jika di bandingkan dengan rumah kontrakan nya, mungkin hanya sebesar kamar mandinya saja.


"Dian kamu kenapa?."Ririn menyerhitkan dahinya melihat Dian yang melongo seperti orang kesurupan.


sedangkan Zex yang di luar kamar terlihat mendengkus. " Dasar norak." Batin Zex.


" Eehh maaf Nona muda, saya tadi terpukau liat kamarnya gede banget. hehe kalau gitu saya permisi ya Nona muda." Ucap Dian sambil menepuk pelan kepalanya karna lagi-lagi iya terlihat bodoh jika melihat sesuatu kemewahan.


Ini adalah hari pertama nya bekerja tapi entah mengapa hari ini iya rasa sangat melelahkan di bandingkan pekerjaan nya sebelumnya yang terus berdiri di ruangan Ac.


begitu banyak drama hari ini yang membuat Dian heran kenapa menjadi orang kaya selalu banyak masalah yang rumit, sedangkan iya dari dulu sampai sekarang hanya satu masalahnya yaitu uang uang dan uang.


________


🌹🌹🌹🌹


Like...like...


Biar aku tambah semangat Upp nya.


TBC😚