Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Yang tertunda.


^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Kehamilan yang masih awal-awal di tambah rasa mual yang menerpa di setiap pagi nya membuat calon ibu itu sedikit malas untuk beraktivitas, bahkan menjadi sangat manja pada suaminya.


Tepat saat pernikahan Hany dan Zex, Dian merasakan pusing yang menerpa kepalanya sehingga membuat dia pingsan tak sadarkan diri, dan saat itu juga Rey membawa Dian kerumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit keduanya seperti mimpi mengetahui kabar kehamilan Dian yang ternyata sudah menginjak bulan ke 2 yang mana membuat Rey semakin memanjakan istri yang sudah memberikan keturunan untuk nya itu.


"Ayah mau cwo atau cwe anak kita nanti?." pertanyaan mulai di layangkan si ibu hamil.


"Sedikasih nya aja, yang penting sehat." jawab Rey si calon ayah.


" Ngak kebayang pelit dan matrenya kaya gimana nanti keponakan aku, emak nya matre bin hemat dan bapak nya matre bin pelit, semoga keponakan aku ngak ngikut gen orang tuanya yang alaihi gamreng itu." batin Hany merasa ngeri jika harus membayangkan sifat kedua kakak nya yang hemat bin pelit menurun pada keponakan nya.


"Nanti kita belanja susu hamil ya ayah, sekalian bunda mau belanja bulanan." ucap Dian sambil mengusap kepala suaminya.


Rey mengadahkan pandangan nya ke istri nya. "Iya bunda sayang, nanti kita belanja." sahut Rey sambil tersenyum dengan tangan yang mengusap perut rata istrinya.


Hany mendengkus sebal saat melihat kemesraan kedua kakaknya yang tidak tau tempat itu. "Pamer..pamer mulu." getutu Hany dengan wajah kesal nya.


Rey dan Dian melirik secara bersamaan. "Ya maaf." ucap keduanya sambil tertawa.


Hany lagi-lagi di buat kesal. "Nyesel aku main kesini, kalo tau gini mending main ke rumah Ririn sukur-sukur banyak makanan ngak kaya di sini perkumpulan orang-orang matre yang menghemat pengeluaran." ucap Hany sambil memicingkan matanya.


"Ikut." ucap Dian beranjak dari tempat duduknya yang membuat Rey hampir membentur meja karna sebelumnya dia tiduran di paha istrinya.


"Sakit." rengek manja si mantan asisten mafia yang membuat Hany mengelengkan kepalanya tak percaya, bagaimana tidak kakak nya yang super dingin dan tegas bisa menjadi pria yang selembek itu.


"Bisa gila aku kalau lama-lama diem disini, mending aku kabur aja." batin Hany.


" Kak jalan dapur kemana?." tanya Hany.


Rey yang sedang di elus oleh istrinya melirik. "Pertanyaan macam apa itu, mana ada orang nanya dapur dimana." ucap Rey diangguki Dian.


"Iya aneh-aneh aja pertanyaan nya." ucap Dian si ibu hamil yang masih sibuk bermanja-manjaan dengan suami tercintanya.


"Ya takut nyasar aja." sahut Hany asal.


"Emang nya di hutan." jawab Rey dan Dian bersamaan yang tak di hiraukan oleh Hany.


.


.


.


.


Waktu berjalan begitu cepat tak terasa sudah satu minggu pernikahan nya Hany dan Zex berlalu, kehidupan keduanya sangat di warnai dengan kebahagian karna cinta memang hadir diantara mereka.


"Hoam..Kakak, ayo tidur." ucap Hany sambil menguap lebar.


Hany mendengkus kesal, sudah dua hari ini suaminya benar-benar mengacuhkan nya terutama di malam hari, seketika otak cangih Hany berpikir keras dan tak lama kemudian sehuah ide berlian masuk kedalam kepalanya.


Hany berjalan mengendap-ngendap ke kamar mandi dengan tangan yang membawa sesuatu.


sesampainya di kamar mandi Hany menganti pakaian tidur nya dengan pakaian yang ada di tangan nya.


Sebuah ligerie berwarna putih nampak sudah menempel di tubuh Hany, detak jantung nya tiba-tiba berdetak kencang dan tak karuan, "Tenang rileks Han, jangan tegang." ucap Hany sambil menarik nafas dalam-dalam.


"Aku yakin dengan cara ini kakak ngak akan ngacuhin aku lagi, mana tahan kak Zex kalau lihat aku ngak pake baju." guman Hany mencoba untuk menepis semua kegugupan dan ketakutan nya tentang malam pertama yang sering di katakan sangat sakit dan nyeri itu.


Pintu kamar mandi terbuka, perlahan-lahan Hany berjalan tentunya dengan gaya santainya, dia melihat suaminya yang masih sibuk bekerja yang membuat Hany menghela nafasnya, bahkan untuk malam pertama pun dia yang harus agresip duluan pikir nya.


"Kakak, ayo tidur." ucap Hany sambil menyelipkan rambutnya ke telinga.


Zex melirik lalu di buat melotot dengan penampilan istrinya yang nampak sangat menggoda, "Sayang." ucap Zex sambil menalan ludahnya kasar.


"Sini.. aku mau." ucap Hany sambil mengigit kecil bibir tipis nya yang malah membuat penampilan Hany semakin seksi dimata Zex.


"Jangan menggodaku lagi sayang, aku tidak mau seperti kemarin lagi." ucap Zex, ya acara malam pertama waktu memang masih membekas di ingatan nya.


"Ya udah, kalau gitu aku pulang aja ke rumah ayah, ngak mau sama kakak bete." ucap Hany sambil berjalan ke arah lomari ingin mengambil pakaian nya.


Saat ingin mengambil baju tiba-tiba tubuh Hany diangkat dan di baringkan di tempat tidur yang mana membuat Hany kaget dan tidak sempat memberi perlawanan.


Glek.. Hany susah payah menelan ludahnya saat melihat suaminya sedang membuka bajunya yang menyisakan celana boxer saja, dan sekarang beralih membuka baju yang menempel di tubuhnya sampai polos tak terhalangi.


"Kamu yang mulai jadi jangan salahkan aku jika malam ini kamu akan merintih kesakitan." ucap Zex sambil mengusap pipi Hany dengan lembut.


Hany tersenyum. "Oke, siapa takut." Jawab Hany dengan wajah menahan gugup.


Zex memulai aksinya dengan awalan sebuah cium*n yang lembut yang semakin lama semakin menuntut, setelah merasa Hany mulai pasrah dan menginginkan lebih dari sebuah cium*n Zex pun tidak menyia-nyiakan hal itu dan langsung melakukan sesuatu yang semakin lama semakin membuat nya merasakan sesuatu sensasi yang luar biasa.


Rintihan di barengi isakan mulai di keluarkan oleh Hany, tapi Zex benar-benar tidak memberi jeda untuk istrinya menenagkan diri, seolah lupa dengan segalanya Zex pria 34 tahun itu melakukan aksinya berkali-kali tanpa melihat istrinya yang terus merintih di bawah kungkungan nya.


"Ahk !! Kakak sakit.. hikss." ucap Hany sambil terisak karna terus menerus merasakan sesuatu benda tumpu yang memaksa masuk kedalam perutnya.


"Ini baru sebentar, aku bahkan belum mengeluarkan cairan nya." ucap Zex di sela-sela aktivitas panasnya.


Hany kembali memegang erat kain sprey. " Kapan kakak akan keluar, ini sakit." ucap Hany lagi yang langsung mendapatkan cium*n lembut oleh suaminya.


"Aku tidak percaya jika rasanya luar biasa." batin Zex di sela-sela aktivitas panasnya.


"Mulai saat ini aku harus berpikir lagi untuk menggoda nya, kak Zex benar-benar gila." batin Hany.


______________


🌹🌹🌹🌹🌹


Selamat abang Zex😂