Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2. Kelle kesal.


^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah selesai makan malam di rumah sang kakak Kelle dan Rico memutuskan pulang, sedangkan yang lain nya seperti Anaira memilih menginap di rumah Rafasya.


Mobil yang di kendarai Rico melaju cepat, dan tak lama kemudian mobil mewah itu sampai di rumah keluarga kecil Rico Febrian dan Kelle.


Kelle berjalan dengan tas kecil di tengteng nya, sedangkan Rico nampak membawa sang putra yang nampak cemberut karna habis nangis.


"Boy duduk." ucap Kelle tegas, dengan wajah yang tak di alihkan dari wajah putranya.


Bocah tiga tahun itu menurut duduk di samping sang Daddy.


"What happened to your face Mom?. (Apa yang terjadi dengan wajah mu Mommy.)" tanya Boy, dia melihat wajah tak biasa yang di pampangan sang Mommy.


Kelle menarik nafasnya pelan, tadi dia mendapatkan banyak nya notif pengeluaran yang di lakukan putra nya, dan itu membuatnya kesal karna Boy tidak menuruti nasihat nya untuk tidak membeli banyak mainan.


"Mana kartu punya kamu." tanya Kelle.


Boy melirik Daddy nya, tapi Rico yang di tatap hanya menganggukkan kepalanya, membuat Boy menghela nafasnya kesal.


"Mommy terbaik, mommy cantik." ucap bocah itu memuji sang Mommy.


"Cepat, kasih ke Mommy." kata Kelle lagi tegas.


"Mom, aku tidak bisa hidup tanpa kartu mom, bagaimana nanti kalo aku mau mainan?, apa mommy mau anak mommy yang tampan ini di permalukan karna tidak bisa membeli mainan." kata Boy, dia akan mempertahankan kartu milik nya, jika sudah di tangan Mommy nya maka akan susdah di ambil lagi.


Kini tatapan Kelle berganti pada suaminya, membuat Rico yang di tatap hanya bisa menelan ludah nya kasar.


"Berikan kartunya Son, jangan buat Mommy mu marah, itu tidak baik." ucap Rico, sambil melihat istrinya yang masih menatapnya.


"Aduh mom aku mau pipis, Nanny aku mau pipis." teriak Boy, beralasan.


Kelle memegang tangan sang putra, membuat Boy yang di pegang ingin menangis. "Mommy jangan begitu, Mommy kan sayang aku jadi Mommy ngak boleh ambil kartu kesayangan aku ya." ucap Boy memelas.


Tak mendapatkan jawaban dari sang Mommy membuat Boy langsung memeluk tubuh sang Mommy, "Mommy cantik, Mommy baik." ucap Boy lagi.


Kelle menggelengkan kepalanya melihat sifat putranya yang sama persis dengan suaminya,


"Berikan pada Mommy atau Mommy akan membuang semua koleksi robot dan mobil-mobilan mu." ancam Kelle.


Boy menggeleng, dia memiliki banyak koleksi mainan dan salah satu nya mobil-mobilan dan robot.


"No, Mom." ucap Boy ingin menangis, dan mau tak mau memberikan kartu tanpa batasnya pada sang Mommy.


"Hua..Dad." ucap Boy mengadu.


Rico kembali menelan ludahnya kasar saat melihat tatapan horor dari sang istri, "Pergilah tidur bersama Nanny, jangan menangis lagi ketamapanan mu akan luntur jika menangis terus." kata Rico sambil mengusap kepala putra nya.


Mendengar ucapan sang Daddy membuat Boy terdiam sesaat, lalu melirik Daddy nya. "Aku masih tampan kan Dad?." ucap Boy, di angguki Rico.


Lalu Boy melirik sang Mommy dengan wajah menahan sendu nya. "Mommy, hikss..jahat." ucapnya sambil berlari ke arah pengasuhnya.


Di kamar nampak Kelle yang sedang duduk di depan cermin sedang memakai sceanker nya, sedangkan di ranjang nampak Rico yang sedang berbaring dengan bermain ponsel.


"Ini semua karena kamu selalu memanjakan nya, aku sudah bilang jangan memberikan fasilitas yang berlebihan pada anak kita." ucap Kelle kesal.


Rico melirik dengan ekspresi biasa. "Apa salahnya sayang, aku kaya dan aku bekerja juga untuk kalian, jadi apa salah nya Boy menikmati nya?." ucap Rico merasa hal itu bukan masalah.


Kelle bangkit dari duduknya lalu mendaratkan bokongnya di ranjang, "Tapi itu bisa membuat dia tumbuh menjadi pria yang manja, aku tidak mau Boy tumbuh besar seperti itu, aku mau dia menjadi pria yang bertanggung jawab dan tidak boros." kata Kelle lagi.


Melihat putranya yang selalu membeli mainan-mainan yang berharga kan pantastis membuat Kelle kesal, apalagi saat Boy memamerkan segala fasilitasnya ke anak-anak seusianya, dia tidak mau Boy memiliki sifat jelek seperti itu, maka dari itu Kelle mengambil kartunya kembali.


Lain hal nya dengan Kelle pemikiran Rico jelas berbeda, bagi Rico selagi dia bisa kenapa tidak, lagi pula uang bagi Rico bukan hal apa-apa dia ingin putranya memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dari dirinya, dan karena itu juga Rico memanjakan putra nya dengan fasilitas yang terjamin.


"Aku tau kamu sayang padanya sayang, tapi dia masih kecil, apa yang kamu lakukan itu bisa membuat Boy hidup dengan pemborosan tanpa melihat ke sisi lain dimana anak seusianya di luaran sana banyak yang tidak bisa membeli barang-barang mahal seperti yang di miliki nya, aku hanya ingin dia menjadi anak yang bisa menghargai uang dan waktu." ucap Kelle mengutarakan keinginan nya.


Terbiasa hidup sederhana di Swiss dengan almarhum sang Daddy membuat Kelle tidak bisa melihat kehidupan sang Putra yang selalu membeli apa-apa semau nya, apalagi saat melihat nominal tagihan barang yang di beli Boy membuat Kelle ingin pingsan melihat banyak nominal yang di keluarkan.


Rico menaruh ponselnya di nakas lalu melihat istrinya, tangan nya memegang tangan Kelle. "Maaf, aku janji tidak akan memanjakan nya lagi, aku juga mau Boy tumbuh menjadi pria yang bertanggung jawab di masa depan." ucap Rico, dia juga merasa terlalu memanjakan putra nya.


"Awas aja kalau kamu kasih fasilitas sembunyi-sembunyi pada Boy di belakang aku." kata Kelle manatap tajam suaminya.


"Iya, aku janji." sahut Rico sambil tersenyum, lalu mencium tangan istrinya.


"Jangan cium-cium aku, malam ini kita tidur tanpa melakukan itu, aku lagi kesel sama kamu." kata Kelle lagi tegas.


Rico membalakan mata nya mendengar ucapan istrinya, mana bisa dia puasa, apalagi melihat tubuh montok istrinya, sungguh demi apa tubuh Kelle sekarang adalah candu nya, dan menurut Rico tubuh Kelle lebih unggul segalanya dari pada wanita-wanita bayaran yang pernah mengisi malam nya dulu.


"Sayang." Rico menatap sendu istrinya.


Kelle merebahkan tubuhnya, lalu mengambil guling untuk di taruh di tengah dan menjadi garis penghalang antara keduanya.


"Tidur, masih ada waktu besok." ucap Kelle sambil memejamkan mata nya.


Rico menghela nafasnya melihat tubuh montok istrinya, lalu menatap kesal pada guling yang menjadi penghalang nya dan sang istri.


saat Rico akan melempar guling nya Kelle membuka matanya.


"Mau ngapain? ngak terima?, atau mau tidur di luar?." tanya Kelle sambil menarik turunkan alisnya.


Lagi-lagi Rico menahan kesal nya, dan yang terdengar hanyalah helaan nafas kasar yang keluar dari bibir si bule. "Hikss..tega banget kamu sayang sama aku." rengek Rico merajuk.


"Diam atau keluar."


Hupp..


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak♥️