Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Awal mula pertemuan Hany dan Zex.


H A P P Y R E A D I N G..


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Hany beberapa kali mengelengkan kepala, mengacak rambutnya kesal." Apa-apaan dia yang hamil aku yang harus repot." gerutu Hany kesal.


" Lagian Ririn ngapin juga sih nyuruh-nyuruh aku buat Ngadate sama pria beruang kutub yang ngeselin itu, ngidam sih ngidam tapi ini apaan masa permintaan calon bayi aneh- aneh gini." Hany kembali mendengkus mengingat permintaan Ririn tadi yang memintanya untuk Ngadet dimalam minggu besok.


"Kalo tau gini nyesel aku tadi mampir bawain rujak sama seblak, sekarang malah kena getahnya lagi emang bener ya ngak anak nya ngak bapa nya ngak ibu nya sama aja ngeselin rese." Hany membaringkan tubuhnya mengambil guling kesayangan nya, pandangan nya menatap kearah atap dengan pandangan menerawang.


#Flashblack On.


Hany kecil tumbuh dengan sikap yang manja licik dan sangat tomboy, entah beberapa kali gadis itu membuat ibu dan ayahnya pusing karna kelakuan Hany yang kala itu berusia 10 tahun sangat di luar akal bagaimana mungkin anak perempuan bisa membuat onar hanya karna sebuah tendangan?.


"Ganti pokonya, saya ngak mau tau ya, kaca di rumah saya itu kaca mahal bukan kaca murahan." ucap seorang ibu berdaster.


"Kalo kaca mahal ngak mungkin dong bisa gampang pecah." jawab Hany.


"Tau apa kamu anak kecil, cepat gantikan atau aku laporkan kamu ke pa Rt biar kamu di kasih hukuman lagi." ucap ibu berdaster itu dengan wajah sinis nya.


Ini bukan pertama kalinya ada yamg meminta ganti rigi tapi sering bahkan sangat sering, jika biasanya Hany selalu diam dan tidak bersuara karna memang dia salah tapi sekarang Hany tidak akan diam, karna Hany merasa tidak bersalah atas insiden pecahnya kaca di rumah ibu berdaster itu.


"Kalo punya anak tuh ya di warah, mau jadi apa anak sekecil ini kelakuan nya udah ngak bener." ucap ibu itu lagi.


" Maaf mbak, jangan marahi anak saya, saya yang salah saya mohon jangan laporkan ke pa Rt saya akan ganti rugi." ucap Ibu Hany.


Hany yang kala itu melihat ibunya yang akan memberikan uang ganti rugi pada si ibu berdaster langsung mengambil alih uang itu.


" Aku diam bukan karna aku salah ya tante, dan asal tante tau bukan aku yang nendang bolanya." ucap Hany dengan wajah yang kesal.


"Orang jelas-jelas saya lihat kamu yang main disana, terus kamu juga kan pemilik bola ini, lalu alasan apa lagi?." sungut ibu-ibu berdaster tidak mau kalah.


"Iya emang bolanya punya aku, tapi bukan aku yang nendang." ucap Hany membela diri.


"Terus kalau bukan kamu siapa? hah setan." ucap si ibu itu lagi dengan nada yang cukup keras. " Siniin uang nya, udah salah ngak mau ngaku lagi." ucap ibu berdaster itu sambil mengambil paksa uang yang ada di tangan kecil Hany.


Hany menatap pungung ibu-ibu itu dengan wajah kesal nya, "Awas aja, nanti malam akan ku buat dia ketakutan ." batin Hany menatap tajam wanita yang usianya seumuran dengan ibunya itu.


"Bu Hany ngak salah, teman-teman Hany yang salah, mereka kabur ningalin Hany." ucap Hany sambil menatap ibunya.


"Sudahlah, ayo masuk cepat mandi bentar lagi sore." ucap Ibu Hany sambil melanhkah kan kakinya masuk kedalam rumah.


Hany mengikuti langkah ibunya." Bener bu, Hany berani sumpah bukan Hany yang nendang." ucap Hany lagi.


Ibu Hany menghentikan langkah kakinya." iya sayang ibu percaya sama kamu, tapi lain kali kamu harus janji sama ibu jangan bergaul dengan anak-anak itu lagi, carilah teman perempuan jangan teman laki-laki kamu itu perempuan bukan laki-laki jadi tidak sepantasnya kamu main sepak bola." tutur ibu Hany.


"Kamu cantik, cari teman perempuan, jangan teman laki-laki, ingat ya." ucap ibu Hany sambil melangkahkan kakinya kedapur.


Malam harinya seperti yang sudah di rencanakan oleh Hany, gadis kecil itu akan membuat perhitungan pada si ibu berdaster yang berani memarahi ibunya itu, " semuanya jadi berapa bang?." tanya Hany pada abang pemilik warung.


"10 rebu neng, kalo boleh tau buat apa sih petasan sebanyak itu?." tanya si abang punya warung.


"Buat main besok bang, makasih ya bang." Hany dengan cepat berlari karna takutnya si pemilik warung bertanya lebih banyak lagi padanya.


Hany berjalan ke rumah si ibu berdaster tadi, dengan wajah yang santai dia menyalakan beberapa petasan itu upps bukan beberapa melainkan semua petasan yang di belinya yang di taruh di beberapa titik rumah ibu itu, kegaduhan mulai terdengar di rumah itu, bahkan teriakan dari si ibu dan penghuni lain terdengar sangat lantang di telinga Hany.


"Rasain, emang enak kaget kan." Hany tertawa kecil.


Setelah puas mengerjai ibu-ibu itu Hany dengan cepat pergi sebelum ketahuan pikirnya, saat sedang berjalan di area komplek rumah nya Hany tak sengaja melihat seekor anj*ng dan binatang itupun sama hal nya dengan nya yang melihat Hany dengan mata yang tak berkedip.


"Santuy Han, jangan cemas..rileks..rileks.." batin Hany sambil mencoba berjalan sedikit demi sedikit sampai akhirnya suara dari binatang penjilat itu mulai terdengar.


"Gukkkkk...gukkk..


"Aaaa lariiiiii." Hany berlari sekuat mungkin sampai akhirnya dia menabrak seorang remaja laki-laki yang usianya tak jauh dari kakak nya Rey.


"Lariiii kak Lariii." teriak Hany sambil lari tanpa menunggu pria yang jatuh itu.


Si pria yang tak lain adalah Zex mengerutkan kening nya melihat adik teman nya yang berlari seperti katakutan sampai akhirnya suara binatang penjilat itu terdengar di telinga nya dan menyadarkan nya dari lamunan.


"Astaga apa lagi yang di lakukan anak itu." batin Zex sambil berlari sampai akhirnya dia melihat pohon yang cukup besar, dia bersembunyi di balik pohon besar itu.


Cukup lama Zex bersembunyi di balik pohon besar itu, setelah di rasa aman Zex pun keluar dari tempat persembunyian nya sambil mengelus dadanya, "Ko ngak naek? ngak bisa naek pohon ya? hahha." ucap seorang gadis yang sedang duduk santuy di atas pohon.


"Astaga.. anak ini memang benar-benar ya, cepat turun !! aku aduin kamu ke kakak mu biar kamu di omelin."ucap Zex yang di balas uluran lidah oleh Hany.


"Santuy aja kali kak, lagian kakak ngapain malam-malam kelayapan." bukan nya meminta maaf Hany malah bertanya.


"Seharusnya aku yang bertanya ngapain kamu anak kecil malam-malam keliaran," Zex membalikan pertanyaan.


sambil menatap tak percaya dengan Hany yang nampak santuy duduk di atas pohon berbanding dengan nya yang sangat takut dengan taik menaik pohon.


#Flashblack Off.


Hany mengetuk-ngetuk kepalanya yang telah memikirkan pria beruang kutub itu, "Astaga tuh kan kepikiran si jomlo itu lagi, ayo Hany rileks jangan sampai kamu punya rasa sama pria menyebalkan itu," ucap Hany berbicara sendiri sampai rasa kantuk mulai menerpanya, dan pada akhirnya Hany pun tertidur dengan posisi yang memeluk guling kesayangan nya.



Hany Angraeni Pariska si gadis tomboy yang sedang di buat pusing dengan acara yang akan di buatkan si bumil.



Ini Hany kalo make Up ya๐Ÿ˜‰



Nicho Zexandar, pria yang sedang di buat hilang kesabaran dengan tingkah mahluk yang namanya wanita.



Dan ini Kebersamaan Rey dan Hany, couple kakak adik yang saling menyayangi satu sama lain, adik kakak yang sama-sama di tolak cintanya๐Ÿ˜…


___________


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Jejak !!