
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
Manja.. kata itu sekarang sedang mendominasi keseharian nya, Alena sadar sifatnya terlalu berlebihan, tapi percayalah rasanya di manja oleh orang tersayang itu sangat menyenangkan, selain membuat happy kita juga bisa merasakan sebesar apa rasa sayang dari orang sekitar kita.
"Arka.." panggil Alena dengan lembut.
"Hemm." jawab Arka cepat.
Kini keduanya sedang di dalam kamar, menunggu rasa kantuk yang belum hadir dengan tangan kekar Arka yang memeluk istrinya, jangan lupakan elusan kecil yang di lakukan oleh Arka.
"Kamu cape ngak?." tanya Alena tiba-tiba.
Arka menoleh kesumber suara menatap netra yang kini sedang menatap nya. "Tentu saja tidak, memang nya kenapa? apa ada yang kamu inginkan? katakan saja aku akan memberikan nya untuk mu." jawab Arka dengan lembut.
Kini Arka menjadi pria yang berbicara lembut, dan tentu saja itu hanya berlaku untuk istri dan keluarganya saja, tapi jika menyangkut asisten nya yang matre mana bisa dia lembut, apalagi yang selalu di bahas adalah seputar uang, uang dan uang.
Alena menggelengkan kepala nya, "Aku tidak mau apa-apa." sahut nya dengan menatap netra tajam sang suami.
"Maaf." sambung nya sambil membuang muka.
Melihat Alena yang membuang muka membuat Arka heran, dan berpikir jika dia melakukan hal yang membuat istrinya sedih, "Maaf untuk apa?." tanya nya sambil mengubah arah pandangan istri nya, menjadi menatapnya lagi.
Ragu-ragu Alena menatap suaminya lagi, "Kamu masih ingat kan aku pernah kecelakaan?." tanya nya dengan wajah takut.
Arka mengangguk, jelas dia masih mengingat hari di mana Arka menangis hanya karna gadis yang dia anggap sebagai budak nya itu, "Ya, aku ingat." jawab Arka.
"Sebenar nya aku.. emm.. aku tidak lupa ingatan Arka, aku mengingat semua nya, kamu dan semua cerita pertama kali kita bertemu." ucap Alena dengan wajah yang tak bisa di artikan.
Deg..
Jantung Arka terasa sakit saat itu juga, bukan karna ucapan Alena yang mengatakan fakta jika Alena melakukan kebohongan, tapi karna Arka takut jika Alena akan pergi meninggalkan nya karna semua yang telah dia perbuat.
"Sayang.." ucap Arka memegang tangan Alena.
Alena menatap Arka dengan wajah yang tidak bisa di artikan, "Maaf atas sikap ku yang membuat mu risih, aku melakukan semua ini hanya untuk membalaskan rasa sakit ku padamu, aku tau apa yang aku lakukan itu sangatlah buruk, tapi aku.." ucap Alena tak mampu berkata-kata lagi.
Setelah kejadian dimana dia membuka matanya, Alena melihat Arka yang terus menemani nya, awalnya Alena marah dan ingin mengusir Arka, tapi setelah mendengar kata maaf dari bibir tipis suaminya hatinya menghangat.
Alena memutuskan untuk berpura-pura lupa ingatan, ya..Alena memang nekat dan selalu melakukan apapun sesuka nya, tapi apa salah dia berpura-pura lupa memorry nya? sedangkan yang tersimpan di pikiran hanya beberapa memorry pedih saat di tinggal orang tua dan perlakuan Arka padanya yang kejam.
Hidup sebatang kara tidak punya siapa-siapa, lalu apa yang harus dia lakukan? apalagi saat mendengar pria yang sempat ada di hatinya harus pergi meninggalkan kota ke luar negri, apa Alena sanggup hidup sendiri?.
Jawaban nya tidak, nyatanya dia hanya gadis lemah yang masih haus akan kasih sayang, dan Alena mendapatkan semua itu saat dia bertemu dengan Ririn mertua nya, sifat keibuan Ririn membuat Alena nyaman dan membuat Alena engan membuka semua kebohongan nya tentang ingatan nya.
"Tolong jangan buang aku." ucap Alena lagi dengan wajah menahan tangis.
Arka masih mendengarkan ucapan istrinya, dan dia tersenyum saat mendengar kejujuran istrinya.
ia memaklumi apa yang di lakukan Alena, karna disini Arka lah yang seharusnya minta maaf karna cerita cinta mereka di awali dengan kekejaman nya, bukan dengan kenyamanan.
"Kamu tidak salah, seharusnya aku yang minta maaf, ini semua salah ku..aku yang membuat mu terluka." ucap Arka merangkup kedua pipi istrinya.
Alena tak kuasa menahan haru, dia menangis merasa menyesal karna semenjak hamil Alena selalu bertingkah seenak nya pada suami nya, bahkan Alena selalu melakukan hal-hal yang Arka tidak suka, dan semua itu hanya untuk mendapatkan simpati dari suaminya.
"Tapi sikap manja ku keterlaluan Arka, maaf." ucap nya sambil terisak.
Arka menghapus air mata istrinya dengan jari nya, "Tidak apa, aku suka..lagi pula kamu istriku dan sudah sepantasnya aku memperlakukan mu seperti ratu, karna kamu adalah ratu hati ku." seru Arka lagi, dengan tangan yang masih setia mengusap air mata yang jatuh mengenai pipi sang istri.
Keduanya terlarut dalam haru yang mendalam, Arka dan Alena saling memeluk meski pelukan yang Alena berikan tidak sepenuhnya mendarat sempurna, karna posisi keduanya sedang berbaring, di tambah tubuh Alena yang gemuk dan buncit membuat Arka susah menjajgkau tubuh istrinya dengan sempurna.
"Arka aku boleh manggil sayang?." tanya nya dengan suara pelan.
Dan hal itu sontak mendapatkan senyuman dari Arka, "Tentu saja boleh, aku senang mendengar nya." sahut Arka senang.
"Sayang.." ucap Alena pelan.
"Katakan lagi, aku tidak mendengar nya." sahut Arka menggoda istrinya.
Alena tersenyum lalu kembali mengatakan nya. "Sayang..aku sayang kamu." ucap nya dengan nada yang lebih keras.
"Terimakasih." ucap Arka sambil menatap netra sang istri.
"Untuk?." tanya Alena.
Arka tersenyum lagi. "Untuk semua balasan rasa ini, aku mencintai mu." ucap Arka dengan mata yang penuh cinta.
Pipi Alena memerah merona mendengarkan kata cinta dari suaminya, kata-kata yang tidak pernah ia dengar sebelum nya dan kini sudah berhasil membuat jantung nya dag dig dug ser.
Cupp..
Bukan Arka tapi Alena yang mengecup pipi suami tampan nya, "Terimakasih telah mencintai ku, dan aku mencintaimu..sayang." ucap nya sambil menatap netra sang suami.
Begitulah cinta datang tak di undang, rasa itu kini telah sempurna karna balasan yang sama, siapa yang menyangka jika kata cinta yang di ucapkan dengan sederhana itu bisa mengubah segalanya? bahkan bisa menguhah Arka yang semula pria kaku menjadi pria yang lebih mengerti perasaan orang lain.
"Sayang.." panggil nya.
"Apa sayang." jawab Arka dengan tatapan yang tidak berpaling sedikitpun dari wajah sang istri.
Alena terdiam, dia merasakan sesuatu yang aneh dengan tubuhnya. "Ahk sayang basah." pekik nya kaget.
"Kamu kenapa?." tanya Arka takalah kaget, apalagi saat tangan nya yang tak sengaja memegangi seprey yang basah.
"Aaawww sakit sayang..sakit." teriak Alena histeris sambil mengusap perut nya.
__________
๐น๐น๐น๐น๐น
Jadi jawaban tentang Alena yang manja terjawab kan๐ semuanya itu hanya faktor balas dendam nya, tapi kata aku sih apa yang di lakukan Alena ngak jahat, karna manja sama suami sendiri itu ngak dosa๐ค
Bentar lagi Arka bakalan nangis nih, ada yang tau kenapa?