Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Surat kuning.


H A P P Y R E A D I N G..


🌹🌹🌹🌹🌹


Semenjak Ririn hamil Rafa memperketat exstra penjagaan di rumah nya, tapi bukan hanya itu saja permintaan demi permintaan yang aneh dan sedikit tabu pun tak sering di pinta oleh bumil itu yang selalu berakhir dengan dengkusan kesal menahan amarah yang keluar dari raut wajah si tuan muda.


Di usia kandungan yang masih sangat renta dengan kondisi tubuh Ririn yang memiliki riwayat Asma membuat Rafa was-was dan membatasi kegiatan istrinya.


Tak jarang Rafa selalu merasa kasihan saat melihat istrinya yang hampir setiap pagi mual dan muntah-muntah sampai tubuh Ririn lemas dan itu membuat Rafa iba. " Apakah semenderita itu orang hamil?."


Hoek !! hoek !!


Ririn memuntahkan semua isi makanan yang ada di perutnya, dengan Rafa yang dengan setia memijat tengkuknya, "Sayang, kamu makan dulu ya abis itu minum obat biar ngak mual lagi." Ucap Rafa sambil memijat tengkuk istrinya.


Sebelumnya dokter kandungan pribadi Ririn juga sudah memberikan obat untuk sedikit membantu menghilangkan rasa mual dan beberapa Vitamin, karna kebiasaan Ririn meminum obat Asma cair jadi sang dokter pun memberikan obat berupa sirup untuk di kosumsi Ririn agar mempermudah Ririn meminum nya.


"Nanti mas, tanggung nih mual terus." jawab Ririn lalu muntah lagi.


Setelah dirasa sudah membaik Ririn duduk di tempat tidur dengan Rafa yang duduk di samping nya. ini masih jam 7 pagi dan Rafa juga akhir-akhir ini memang tidak dulu pergi bekerja karna menurutnya istri dan anaknya adalah nomer satu, tidak mungkin dirinya pergi bekerja meninggalkan sang istri yang selalu mual dan muntah-muntah, bukan karna apa Rafa tidak mau meninggalkan istrinya tapi mengingat Ririn yang sering bulak balik ke kamar mandi membuat Rafa khawatir jika istrinya akan terjatuh.


"Mas mau mangga." Pinta Ririn manja.


Rafa melongo mendengar ucapan istri kecilnya. " Sayang ini masih musim durian loh, kenapa ngak duren aja." jawab Rafa, setaunya mangga di tempat nya tidak ada yang berbuah dan kalau pun ada pasti sangat sulut di cari.


Ririn mrlotot mendengar jawaban suaminya." Ya udah kalo ngak mau ngambilin, aku akan cari sendiri." Ucap Ririn sambil beranjak pergi meninggalkan Rafa yang terduduk di tepi ranjang.


" Sayang tunggu." Rafa berjalan cepat untuk mengejar istrinya yang sudah berjalan menuruni tangga.


"Kalau kamu ngak mau biar aku yang nyari, lagian aku bisa sendiri ko..ngapain juga punya suami kalo mau apa-apa harus sendiri," Ucap Ririn kesal sambil terus berjalan. "Sayang Daddy mu jahat, dia tidak mau mencarikan mangga untuk Mommy." Ririn berkata sambil mengusap perutnya.


Rafa yang melihat itu menghembuskan nafasnya. " Sayang jangan bicara seperti itu, aku akan mencarikan untukmu. diam lah disini jangan kemana-mana ya." Ucap Rafa akhirnya mengalah.


Ririn mengangguk." Kenapa ngak dari tadi coba, kalo gini capekan aku naik turun tangga. hiss." Ririn kembali berjalan menaiki tangga berniat untuk menunggu di kamarnya sambil menonton sinetron.


"Mulai lagi." ucap Rafa dengan helaan nafas yang tidak bisa di artikan. Segera iya berjalan cepat ke arah parkiran tak lupa membawa Aris salah satu Bodyguart yang sudah 4 tahun lebih mengabdi padanya untuk di jadikan supir sementara Rafa sendiri akan melihat-lihat halaman tetangga nya yang mungkin memiliki pohon mangga.


"Dimana yang ada pohon mangga nya?."tanya Rafa.


"Saya tau tuan, tapi ini cukup jauh..di dekat kontrakan saya ada yang memiliki pohon mangga dan kebetulan pohon nya sedang berbuah lebat." Tutur Aris.


Rafa terdiam lalu melirik ke kaca mobil iya tidak melihat satu pun pohon mangga di area sekitar komplek rumahnya yang mana membuatnya kesal sendiri. " Terserah saja, bawa aku ke tempat pohon mangga itu, ini bersangkutan dengan anak ku, aku tidak mau di ileran." Ucap Rafa, bahkan untuk membayangkan nya saja dia tidak bisa.


.


.


.


.


Disisi lain Ririn yang sedang menonton sinetro di buat kesal dengan iklan yang terlalu lama, karna menunggu iklan nya yang baru 2 menit Ririn pun iseng mengambil buku diary nya.


pluk..


"Apa ini?." Ririn mengambil amplop berwarna kuning dan langsung membukanya karna penasaran.


"*Jangan percaya dengan cinta buta mu, karna kau tidak tau jika pria yang kau cintai itu memiliki rahasia yang cukup besar.


Jangan terkecoh ddngan kebaikan nya bisa saja dia hanya memanfaatkan mu.


jangan sampai kau terpatuk ular.


Aku tahu kau pasti penasaran siapa aku dan apa maksud dari semua isi surat ini, jika kau ingin tahu maka datanglah ke jalan Xxxxxxx kau akan mendapatkan jawaban nya*."


Ririn terdiam tidak mengerti, " apa maksud nya? untuk siapa surat ini?." ucap Ririn bingung.


dan sedetik kemudian Ririn teringat jika beberapa hari lalu ada salah satu Bodyguart nya yang menyerahkan surat ini padanya dan itu berarti ini adalah surat untuk nya?.


"Aku tidak mungkin keluar dari rumah, tapi aku sangat penasaran dengan maksud dari surat ini." Ucap Ririn lagi.


Karna rasa penasaran yang tinggi Ririn pun memutuskan untuk membawa buku diary dan surat itu dan langsung di masukan kedalam ransel kecilnya, tak lupa Ririn mengganti bajunya dengan Switer dan celana jeans kebesaran yang membuat nya terlihat seperti anak kecil yang sedang ingin berangkat ke sekolah.


"Aku ingin pergi sebentar, dan ahk iya kau melihat suamiku?." Tanya Ririn yang sudah sampai di depan pintu utama pada Dian sang Asisten nya.


" Saya akan mengantarkan anda nona, dan untuk tuan muda beliau sudah pergi bersama salah satu Bodyguart tadi." Tutur Dian sopan.


" Ahk baiklah ayo." Ririn melangkah masuk kedalam mobilnya di susul dengan Dian yang ikut masuk dan menjadi supir untuk istri majikan nya.


Mobil yang di kenakan oleh Ririn dan Dian keluar dari area rumah besar dan saat itu pula 1 mobil yang berisi 4 Bodyguart pun langsung mengikuti mobil yang di kenakan istri majikan nya dari belakang.


" Kau tahu jalan ini?." tanya Ririn pada Dian sambil melihatkan kertas yang tadi di bacanya pada Dian.


"saya tau nona, itu adalah gudang tua dan letak nya cukup jauh, mungkin satu jam lebih." ucap Dian.


"Baiklah kita akan kesana tapi sebelum itu kakak berhenti dulu jika melihat tukang ketoprak entah kenapa aku ingin memakan ketoprak." Tutur Ririn.


"Baik nona." Sebenar nya Dian heran dan bingung dengan tujuan istri majikan nya ketempat itu tapi iya juga tidak bisa melarang karna Dian tau batasan nya, dia hanya seorang pekerja dan sudah sepantasnya jika Dian melarang majikan nya.


"Semoga saja tidak ada hal aneh, jika ada sudah di pastikan aku akan kehilangan nyawa ku. hemm Alena." Dian mengingat si Alena hewan laut yang di ceritakan Rey waktu itu, bergendik ngeri membayangkan tubuhnya harus menjadi santapan ikan hiu.


Sedangkan di belakang Ririn terlihat 4 Bodyguart yang terlihat terus memantau pergerakan mobil di depan nya. " Sepertinya nona muda akan pergi jauh, tapi kenapa jalan mereka seperti ke tengah hutan?." ucap salah satu Bodyguart yang pernah menjadi anggota Mafia bersama Rafa.


"Ikuti saja jangan banyak bicara." ucap salah satu teman nya yang sama-sama menjadi Bodyguart.


Bodyguart yang menyupir itu tersenyum sinis lalu tiba-tiba berhenti di pinggir jalan dan hal itu membuat ke 3 teman Bodyguart nya heran dan kebingungan. " kenapa berhenti? kita sudah kehilangan jejak nona muda terlalu jauh." tutur salah satu Bodyguart.


" Diam lah, jangan banyak bicara." Ucap Bodyguart yang menjadi supir.


tak lama setelah itu tiba-tiba datanglah segerombolan pria yang membuka paksa pintu mobil hingga perkelahian pun terjadi ketiga Bodyguart itu penuh dengan luka dan sudah di pastikan mereka kalah karna jumlah orang yang mengeroyok mereka sangat banyak.


"Pengkhianat." batin si Bodyguart sambil berpura-pura memejamkan matanya.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jejak !!