
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sepanjang perjalanan Hany yang duduk di belakang si pengemudi motor hanya diam, mencoba untuk menganalisirkan detak jantung nya yang tiba-tiba berdetak kencang saat Zex menyuruhnya untuk memeluknya agar tidak jatuh dengan alasan jalanan licin.
"Astaga detak jantung ku naik 10x lipat, bahkan lebih dari saat berdekatan dengan Adit." batin Hany. "Apa aku mencintai kak Zex? tapi sejak kapan? bahkan aku sedari dulu selalu kesal dengan pria ini tapi sekarang jantungku telah mengkhianatiku." sambung Hany lagi membatin.
Sama hal nya dengan Hany pria yang memiliki nama lengak Nicho Zexandar itu pun merasakan hal yang berbeda dimana dia merasakan sesuatu di dalam tubuhnya yang tiba-tiba menghangat saat si tomboy memeluk nya dari belakang, bahkan Zex bisa merasakan sensasi panas dingin saat hembusan nafas si tomboy di hembuskan di area lehernya.
"Sadarlah Zex kau tidak boleh terlihat bodoh hanya karna perasaan sesaat ini." batin Zex berusaha untuk menetralkan perasaan nya yang tiba-tiba menuntut meminta lebih.
Motor itu berhenti tepat di pagar, Hany turun dari motor, dia berdiri sebentar sambil mengadahkan pandangan nya pria yang sedang membuka helm itu.
"Kenapa dia terlihat tampan saat rambutnya basah seperti itu?, aku baru sadar jika dia tampan." batin Hany sambil menatap tak percaya jika Zex yang galak ternyata sangat tampan jika rambutnya basah seperti itu.
"Hey apa yang kau lihat?." tanya Zex yang membuat Hany tersadar dari lamunan nya yang telah diam-diam memuja prai yang memiliki tatapan tajam itu.
"Tidak ada, hanya saja kak Zex terlihat tampan jika rambut basah." ucap Hany jujur gadis itu sudah melupakan gengsi yang di pegang nya dari dulu, dia juga tidak tau kenapa mulutnya bisa sebocor itu.
"Ahk..emm..maksudku terimakasih, yang tadi lupakan aku hanya asal." ucap Hany lagi yang melihat Zex nampak kepedean.
" Hey aku memang tampan, dan kau baru menyadarinya? kemana saja dulu?." ucap Zex sambil tertawa.
Hany lagi-lagi terhipnotis, ini pertama kalinya pria itu tertawa di depan nya karna biasanya pria itu hanya bisa melemparkan tatapan tajam saja padanya. "Ya..ya aku tahu, hanya saja kakak yang sekarang lebih tampan dari yang dulu." ucap Hany yang langsung mendapatkan tatapan tak biasa dari Zex.
Hany yang di tatap seperti itu menjadi salah tingkah, "Eem aku masuk dulu." ucap Hany sambil membalikan tubuhnya namun saat ingin melangkah tangan nya di cekal Zex.
"Jangan bilang kau menyukaiku." bisik Zex di telinga Hany yang membuat pipi gadis itu merah seketika, "kepedean, siapa bilang." Hany berkata sambil mencoba melepaskan cekalan tangan nya dari Zex.
"Aku ngantuk, pulang lah nanti kakak demam jika terus memakai pakaian basah itu."ucap Hany sambil membuka pagar lalu berlari ke rumah nya.
Zex tersenyum melihat tingkah Hany yang menurutnya sangat mengemaskan, tubuhnya bahkan menghangat padahal biasanya setiap bertemu dengan Hany bawaan yang dia rasakan pasti kesal dan berakhir perdebatan tapi entah kenapa akhir-akhir ini dia tidak merasakan rasa itu lagi.
tak jauh dari tempat Hany dan Zex tadi terlihat seorang pria yang sedang menatap di balik jendela dengan wajah yang tak terbaca. "Han..secepat itu kamu jatuh cinta? padahal aku baru aja mau nyatain perasaan aku sama kamu." ucap Pria itu yang tak lain adalah Adit.
"Tapi aku ngak akan biarin dia rebut kamu dari aku gitu aja, aku akan bikin kamu jadi milik aku Han, kamu hanya milik aku." sambung Adit lagi dengan tangan yang mengepal.
🌹
Di rumah Hany yang baru masuk di buat kaget karna melihat ibu tirinya dan ayahnya yang sedang duduk di sofa tepat dekat tv.
"Dari mana saja kamu? anak perempuan hobby nya kelayapan aja." ucap pak Andre yang tak lain ayah Hany.
Hany melirik, "Aku cari kak Rey, kakak pergi karna ayah." ucap Hany sambil berjalan hendak ke kamarnya, jujur saja dia sedang malas berdebat dengan ayah nya.
"Mau ibu buatkan teh atau susu hangat?." tanya bu Ratna ibu tirinya Hany.
"Terserah." ucap Hany yang masih mendengar ucapan ibu tirinya.
"anak itu semakin susah di atur." ucap pak Andre dengan helaan nafas berat.
"Sudahlah mas, mereka masih butuh waktu..aku ngak apa-apa ko, kamu jangan terlalu keras pada anak-anak." ucap Bu Ratna sambil memijat kepala suaminya.
"Tapi seharusnya mereka bisa menerima dari dulu, aku sebagai ayahnya merasa malu dengan sikap mereka yang tidak mau menerima mu dengan lapang dada." ucap pak Andre lagi.
"Biarlah mereka memahami pernikahan kita dengan sendirinya, aku yakin siiring berjalan nya waktu mereka akan mengerti." ucap bu Ratna. "Ahk iya aku sampai lupa aku mau membuatkan Hany susu hangat." sambung bu Ratna lagi.
Bu Ratna membuatkan susu hangat untuk Hany dengan wajah yang sangat bahagia karna biasanya Hany selalu cetus tapi tadi dia tidak melihat mata kebencian Hany dia melihat Hany seperti orang yang sedang jatuh cinta.
meski Hany bukan anak kandung nya tapi jelas bu Ratna menyayangi Hany begitupun dengan Rey, pernah mengalami perceraian beberapa kali membuatnya trauma akan pernikahan sampai akhirnya dia bertemu dengan pak Andre yang tak lain adalah tetangga nya di kota B, dia merasakan suka duka pria paruh baya itu bagaimana susahnya mengurus seorang anak.
Sebelumnya bu Ratna memang tidak memiliki anak di pernikahan pertama maupun ke empat nya karna saat pernikahan yang pertamanya janin nya sudah diangkat saat dia mengalami kecelakaan dulu yang membuatnya tidak bisa memiliki anak dan saat dia mengetahui pak Andre memiliki dua anak jelas raut wajah kebahagian nampak terlihat di wajah wanita berusia 48 tahun itu.
"Semoga Hany suka." ucap bu Ratna sambil tersenyum.
tok..tok...
"Hany..ini ibu apa ibu boleh masuk?." ucap bu Ratna sambil mengetuk pintu.
"Ya masuk aja, ngak di kunci." teriak Hany di balik pintu.
Ceklekk.. pintu terbuka.
"Ini susunya, diminum ya biar perutnya anget." ucap bu Ratna sambil menaruh satu gelas susu hangat di nakas.
Hany mengangguk tangan nya bergerak untuk mengambil satu gelas susu hangat itu, lalu melenguk nya sampai habis tak tersisa.
"Terimakasih bu." ucap Hany sambil tersenyum.
Bu Ratna terdiam dari sudut matanya nampak terlihat cairan bening, dia merasa terharu karna baru pertama kalinya di panggil ibu.
"coba kamu katakan sekali lagi nak." ucap bu Ratna sambil menyeka air matanya.
"Makasih ibu." ucap Hany lagi.
Bu Ratna yang senang sekaligus terharu langsung memeluk Hany tanpa permisi.
Hany heran setaunya dia tidak berkata kasar tapi kenapa ibunya malah menangis? bukan kah itu aneh?.
"ibu kenapa?." tanya Hany heran.
Bu Ratna melepaskan pelukan nya." Ini adalah pertama kalinya ada yang memanggil ibu, terimakasih nak terimakasih." ucap bu Ratna lagi sambil menahan air matanya.
Deg..
Hany merasa jahat selama ini, orang yang dia anggap jahat ternyata tidak seperti yang dia bayangkan, ini semua gara-gara bu Arini ibu tirinya Ririn yang membuat Hany takut akan hal pertirian. "Maukah ibu mulai hari ini menjadi ibuku? dan aku menjadi anak ibu?." ucap Hany dengan suara pelan namun masih terdengar jelas di telinga bu Ratna.
"Tentu saja sayang, kamu akan menjadi anak ibu yang paling cantik." ucap bu Ratna sambil memeluk tubuh kurus Hany.
suasana di kamar Hany menjadi penuh haru, keduanya nampak mulai bisa menposisikan diri masing-masing, bahkan Hany meminta bu Ratna menemaninya tidur.
" Kak Zex benar, Ternyata memiliki ibu sambung tidak seburuk yang aku bayangkan." batin Hany.
"Terimakasih ya tuhan, engkau telah mengabulkan doa hamba, Hany ibu janji akan menjadi ibu yang baik untuk kamu dan kakak kamu." Batin bu Ratna yang kini sedang mengelus kepala Hany penuh kasih sayang.
____________
🌹🌹🌹🌹🌹
Bentar lagi tuan muda bakalan marah besar ya, ada yang tau kenapa?
jangan lupa jejak😋