Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2.Kopi.


^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Siang ini Arka akan menghadiri meeteng bersama para pemegang saham, dan di depan nya sudah ada Asisten nya Andrian dan Sekertaris nya Amanda.


"Kamu Amanda bawa semua data hasil meeteng mingguq lalu." kata Arka.


Amanda mengangguk. "Baik tuan muda." sahut Amanda cepat.


Sekarang pandangan Arka beralih pada Asisten nya, "Apa semuanya sudah beres?." tanya Arka.


"Sudah, kemungkinan tujuh puluh persen kita akan memenangkan nya, tapi semua kembali dengan cara mengambil simpati para pemegang saham, mereka yang akan menentukan nya." jawab Andrian secara rinci.


Arka mengangguk, memang alasan dia menghadiri pertemuan dengan pemegang saham karena ada sosok yang sedang akan membeli beberapa saham di luar, dan jelas itu harus di ambil alih olehnya dia harus mendapatkan saham yang hanya dua puluh persen itu, meski pada kenyataan nya saham milik nya jelas yang paling banyak yaitu enam puluh persen.


Kemarin dia mendapatkan kabar jika sahamnya yang ada di perusahaan luar kota anjlok, dan mau tak mau Arka, Andrian dan Amanda harus terbang ke luar kota.


"Kalian boleh ke kamar masing-masing, siapkan diri kalian agar hasil meeteng nanti mendapatkan kabar baik." kata Arka, di angguki Andrian dan Amanda yang langsung keluar dari ruangan si tuan muda.


Setelah kepergian dua bawahan nya Arka langsung berjalan ke arah ranjang, dia mengambil ponselnya dan ingin memberikan kabar untuk sang istri.


"Hallo sayang, sedang apa?." tanya Arka sambil menatap layar ponselnya yang menampakan wajah cantik sang istri tercinta nya.


Terlihat di sebrang sana Alena sedang tersenyum manis pada suami tampan nya.


"Aku baru habis senam kehamilan." sahut Alena seraya tersenyum.


Arka ikut tersenyum melihat istrinya yang mulai bersemangat kembali, "Sudah makan?." tanya Arka lagi, sebisa mungkin dia akan menjadi suami yang selalu perhatian pada istrinya yang kini sedang mengandung anak keduanya.


"Sudah, tadi makan sama capcay buatan Om Zex..uhh enak banget." jawab Alena cepat, masih teringat makanan yang di buatkan Om Zex yang rasanya seenak buatan Restoran bintang lima.


Keduanya berbincang melepaskan rasa rindunya yang sudah satu malam tidak bertemu, kehamilan Alena yang sekarang memang sangat banyak halangan, dimana Arka memiliki banyak project di luar kota, dan Alena yang mudah drof mood yang membuat Arka selalu khawatir dengan istrinya.


Arka tidak menanyakan putra nya, dia tau putra nya itu sedang sekolah dan pasti pulang nya sore hari.


"Jaga diri kamu baik-baik selama aku disini, jangan lupa minum vitamin nya, aku sayang kamu." Arka berkata seraya melihat wajah cantik istrinya yang nampak tersenyum manis.


"Iya suami tampan ku, aku ngak akan pernah lupa minum vitamin, aku juga menyayangimu..muachhh." di akhiri dengan cium jarak jauh, membuat Arka menelan ludahnya kasar melihat istrinya yang memanyunkan bibir nya, namun saat ingin berkata tiba-tiba panggilan Vidio call nya di matikan sepihak oleh istrinya.


Tut..Tut..


Huhh..


Arka mengusap dadanya, dia jadi ingin segera pulang memeluk tubuh istrinya yang menjadi candu nya, membawa istrinya kedalam surga dunia, membayangkan itu membuat Arka semakin merindukan istri tercinta nya.


"Aku merindukan mu, huh.. kalau Bian tidak sekolah sudah pasti aku membawa nya." Bian bergumam sambil menatap layar ponselnya yang menampilkan gambar keluarga kecilnya.


Sedangkan di kamar lain Amanda nampak kesal dengan Andrian, seenaknya saja menyuruh nya untuk membuatkan kopi, padahal di hotel kan sudah ada pegawai hotel yang akan menyiapkan segala kebutuhan pengunjung tapi ini?.


Dengan raut wajah kesalnya Amanda keluar dari kamar nya, dia berjalan ke arah Lift, dan setelah Lift terbuka Ke tempat tujuan nya Amanda langsung berjalan ke arah dapur bersih yang ada di hotel.


Dia membuatkan kopi untuk Asisten majikan nya, dengan wajah yang tidak memperlihatkan ekspresi senang tentu nya.


"Awas aja kalo dia bilang kemanisan lagi." kesal Amanda, sebelumnya dia pernah membuatkan kopi untuk Andrian, tapi pria itu malah berkata pedas padanya.


"Kopi nya terlalu pahit, apa kamu tidak bisa membuatkan kopi yang enak hah!."


Dan Amanda Kemabli membuatkan nya, tapi yang kedua kalinya malah tambah di beri komentar mengesalkan lagi.


"Terlalu manis, kamu mau buat saya diabetes hah!."


Tok..tok..


Ceklek..


"Masuk." suruh Andrian.


Amanda masuk ke dalam ruangan kamar yang di tempati Andrian, dia menaruh kopinya di meja tepat di depan Andrian.


"Silahkan di minum tuan." mengatakan nya dengan wajah yang menahan kesal.


Andrian mengangguk. "Lain kali perlihatkan wajah yang tulus, bukan wajah yang penuh keterpaksaan." kata Andrian dingin, lalu mengambil secangkir kopi panas nya.


Di suruputnya kopi nya, lalu Andrian terdiam sejenak, diam nya Andrian membuat Amanda heran dan berpikir jika dia akan mendapatkan semprotan lagi.


"Pasti di amuk lagi." gerutu Amanda dalam hati.


Sedangkan Andrian yang sedang menikmati rasa kopinya nampak teringat kembali akan rasa kopi buatan istrinya, tidak manis dan tidak terlalu pahit, pas..sama seperti kopi yang kini di minum nya.


Amanda merasa deg-degan terus di kamar Asisten majikan nya, membuat dia memilih meninggalkan ruangan itu ingin mencari aman, tapi langkahnya terhenti karna Andrian kembali memanggilnya.


"Mau kemana kamu?." tanya Andrian menatap tajam Amanda.


Huh..


Kenapa Amanda menjadi kikuk seperti ini, tubuhnya malah terdiam mematung bahkan bibirnya terasa kelu.


"Kopinya enak, terimakasih. lain kali buatkan kopi yang seperti ini lagi." kata Andrian, lalu kembali meminum kopi nya.


Enak? apa dia tidak salah dengar?, pria dingin di depan nya mengucapkan terimakasih padanya?, rasanya benar-benar merinding seperti baru melihat hantu saja.


"I..iya tuan, sama-sama." kata Amanda kikuk.


"Dia tampan jika bersikap manis, tapi jika marah kenapa dia terlihat menyeramkan." batin Amanda.


"Pergilah, kenapa masih ada disini, sana keluar!." usir Andrian, membuat Amanda melotot.


"Iya, saya akan keluar." Amanda langsung berjalan ke arah pintu, namun saat akan keluar dia malah berhadapan dengan Bos nya.


"Permisi tuan muda." ucap Amanda, lalu berjalan cepat keluar kamar Andrian.


Arka yang melihat Sekertaris nya ada di ruangan Asisten nya membuat nya curiga, apalagi melihat gelagat Amanda yang nampak terlihat salah tingkah saat berhadapan nya dengan nya di depan pintu tadi.


"Astaga cara apa lagi ini Rian?, ayolah kau sudah berpengalaman kenapa harus menjadi pemalu untuk memulai sebuah hubungan?." Arka menaikan sebelah alisnya ke atas.


Dia senang Asistennya sudah move on, dia berharap Andrian akan segera bangkit dari kenangan pahit nya, dia menginginkan Andrian kembali mewarnai hidupnya dengan memiliki kebahagian sendiri.


"Apa maksudmu?." tanya balik Andrian tidak mengerti, entah pura-pura tidak paham.


Arka mendaratkan bokong nya di sofa untuk duduk, dia melihat wajah dingin Asisten nya yang membuatnya menggelengkan kepalanya.


"Jangan galak-galak padanya, kau jelas tau bermula dari benci akan menjadi cinta." kata Arka sambil tersenyum, dia suka saat menggoda Asisten nya.


Andrian menarik nafasnya dalam, lalu menggelengkan kepala nya. "Aku tidak berminat, dia bukan tipe ku." Andrian berkata dengan cetus, membuat Arka menggelengkan kepalanya.


"Move on Rian, kau bisa memilih antara Nana dan Amanda, dua-duanya gadis baik, hanya saja kau harus bisa membuka hatimu untuk bisa melihat kelebihan keduanya." Arka menasehati, dia akan selalu mengompori Asisten nya, selain ini adalah usul dari Om dan Tante nya alias bunda dan ayah nya Andrian, dia juga mengharapkan sahabatnya itu bisa memiliki semangat hidupnya kembali.


Andrian melirik Sahabat sekaligus bos nya itu, "Aku belum memikirkan sejauh itu." ucap Andrian, dia malas membahas masalah itu.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Cerita novel nya Bian udah sampai Epsd 38 loh,🥰 yang penasaran langsung aja cus ke judul yang seaseon 2 nya.


^^Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2^^


Jangan lupa jejak, ♥️