
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Pertimbangkan, aku mohon." ucap seorang pria dengan wajah bersungguh-sungguh.
Wanita itu melihat ke arah pria yang usia nya jauh lebih muda di bawahnya itu, "Apaasi mau nya bocah gila ini." gerutu wanita itu sambil melihat apa yang di lakukan pria tampan di depan nya.
"Baisakan wajah mu, kamu pikir aku perduli." ucap wanita itu yang tak lain adalah Kelle, merasa risih dengan wajah memelas yang di perlihatkan pria di depan nya.
Dan pria itu adalah Andrian Parisky putra semata wayang nya Rey Parisky dengan pernikahan nya bersama Dian Ayu Permatasari.
"Aku mohon, pliss terima aku jadi pacar kamu ya." pinta Andrian dengan wajah memelas lagi.
Kelle menatap jengah pada Andrian, si brodong muda yang selalu menggoda nya, ini bukan pertama kalinya dia di tembak oleh Andrian, tapi ini kali kesepuluh nya dia mendapatkan pernyataan cinta dari Andrian, pria 24 tahun sedangkan dirinya sudah hampir 29 tahun.
Lagian kesambet apa juga itu anak sampai tergila-gila padanya, Kelle bahkan selalu melirik nya dengan sinis, tapi entah kenapa sikap nya yang jutek sama sekali tidak mempan untuk seorang Andrian.
"Heh bocah, sadar usia kamu itu baru 24 tahun, kerja yang bener." sungut Kelle sudah muak meladeni setiap kata yang di ucapkan berondong muda itu, "Satu hal lagi, cari wanita yang seumuran sama kamu, asal kamu tau aja ya, aku ngak suka brondong, apalagi brondong gila kaya kamu." sambung Kelle sambil menatap Andrian sinis.
Sebenarnya Kelle tidak setega itu, tapi dia harus melakukan itu agar Andrian sadar jika usia mereka sangat lah berbeda, dan lagi pula Kelle juga tidak menyukai Andrian.
Penolakan yang di berikan Kelle sama sekali tidak meruntuhkan niat nya, Andrian memang sudah tergila-gila pada tenteu dari bos nya itu, jika di tanya sejak kapan Andrian juga tidak tau, tapi rasa itu tumbuh seiring dia beranjak dewasa.
Gila memang gila, tapi itulah yang terjadi, nyatanya kita tidak bisa menentukan pada siapa kita jatuh cinta, dan itu lah yang Andrian rasakan saat ini, dimana dia mencintai wanita yang selalu dia panggil tanteu.
"Aku akan bekerja dengan giat, tapi terima aku ya..pliss ya." ucap Andrian lagi, seolah tak lelah mengejar cinta Kelle si tanteu cantik yang selalu datang menghiasi isi pikiran nya.
Kelle mengelengkan tak percaya, kenapa dia harus terus di pusingkan dengan berondong muda itu, dan kenapa juga dari sekian banyak nya pria di dunia ini hanya Andrian si brondong muda yang selalu mengejar nya.
Kenapa tidak Arka?, ahk membicarakan Arka yang sudah bahagia karna sebentar lagi menjadi Papa muda membuat Kelle sedikit murung, dia juga menginginkan kebahagian seperti Alena, di cintai oleh pria yang di cintai nya.
"Ngak mau !!, sana pulang." usir Kelle sambil buru-buru masuk kedalam Apertemen nya, dia tidak tinggal di rumah kakak nya Rafa, karna Kelle terlalu malu menunjukan wajah nya yang jahat ini pada kakak iparnya.
Huh..
Andrian menghela nafasnya, semakin dia mendapatkan penolakan terus menerus, dan semakin teguh juga pendirian nya untuk tetap mempertahankan cinta nya, anggap saja ini adalah sebagian kecil dari perjuangan nya untuk mendapatkan cinta dari si dambatan hati nya.
Andrian pulang membawa penolakan cinta nya, tapi meski begitu Andrian tidak sedih bahkan senyuman ceria terus dia perlihatkan pada orang-orang yang melihat nya, sampai di dalam lift Andrian tak sengaja menyenggol seseorang.
"Aduh Om kalau mau masuk tuh liat-liat." ucap gadis berbaju kuning dengan rok overal pendek.
Andrian menoleh, Om? bahkan dia masih muda, kenapa dia di panggil Om? gerutunya di dalam hati merasa tidak suka.
"Om tuli ya? di marahin malah bengong." ucap gadis itu lagi yang membuat Andrian tersadar dari lamunan nya.
"Heh bocah, kamu juga yang salah lift kosong gini malah berdiri depan pintu lift." sungut Andrian melampiaskan kekesalan nya pada gadis di depan nya, yang dia yakini usia nya masih 17 tahunan.
Gadis itu melihat Andrian dengan wajah marah nya, dan satu detik kemudian air matanya tumpah dan terdengarlah suara tangisan yang membuat Andrian replek membekap mulut gadis di depan nya.
"Huaa.. Mama..Papa." isak tangis gadis itu sambil sesegukan.
"Hey berhenti menangis, nanti aku beliin permen mau ya." ucap Andrian dengan tangan masih membekap mulut gadis itu.
Awww..
Andrian meringis karna mendapatkan gigutan di lengan nya, dan si pelakunya jelas gadis itu.
Tring.. (pintu lift terbuka).
"Rasain, emang enak..dasar om-om gila, emang nya aku cwe apaan yang bisa berhenti nangis hanya karna premen, huh..ngak modal." sungut gadis itu sambil menjulurkan lidah nya, lalu pergi meninggalkan Andrian yang mematung menahan kesal di luar lift.
🌹
Di tempat lain tepat nya di dalam rumah milik Rey nampak lah Dian yang sedang di sibukan dengan beberapa map berisikan data keuangan dari gerai roti nya di masing-masing cabang, baik yang di dalam kota maupun di luar kota.
Rey melihat betapa sibuk nya sang istri bahkan dia duduk di dekat sang istri pun wanita matang itu sama sekali tak mengkhiraukan nya.
"Sudah bun, ayo makan." ucap Rey mengajak makan, dia tahu seperti apa istrinya jika bekerja selalu lupa waktu.
Dian menoleh. "Bentar yah, bunda lagi sibuk ini." sahut Dian kembali pokus pada data keuangan yang sudah di kirimkan oleh bagian keuangan di gerai milik nya.
Ya, Dian dan Rey memiliki banyak cabang gerai roti matre di berbagai kota, keduanya sibuk dengan menjalankan bisnis nya, bahkan Rey dan Dian berniat akan menambah beberapa usaha lagi di usaha kuliner.
"Aku suapin ya." ucap Rey diangguki Dian.
Begitulah Rey, pria yang dingin dan kejam namun jauh di balik semua yang dia lakukan di luaran sana berbanding dengan apa yang dia lakukan di rumah, sikap nya yang penyayang membuat Dian sangat beruntung bisa menikah dengan pria seperti Rey.
Banyak cerita yang mereka lalui, cobaan demi cobaan menerpa kehidupan mereka, tapi meski begitu Rey dan Dian tetap saja harmonis, karna cinta keduanya sangat kuat.
Suapan demi suapan Rey berikan pada istrinya, begitu sabar nya Rey mananggapi sikap istrinya, "Yah, si Andrian kemana sih udah malem juga belum pulang." tanya Dian, sekarang dia sudah menyelesaikan pekerjaan nya dan langsung mengambil alih sendok dan piring nya.
Kini bukan dia lagi yang di suapin, tapi Dian yang balik menyuapi suami tercinta nya.
Rey tentu saja senang, karna meski Dian gila dengan mencari uang tapi wanita 49 tahun itu tidak pernah melupakan tradisi mereka yang harus makan dengan suap-suapan.
"Mungkin dia sedang berkencang." jawab Rey menebak.
"Emang putra kita udah punya pacar?." tanya Dian antusias.
Rey mengangkat bahunya sedikit, dia tidak tau. "Mungkin." jawab nya sambil kembali menyuapi istrinya.
Dan saat itulah Andrian datang dengan wajah lesu nya. membuat Dian dan Rey saling melirik satu sama lain.
"Kenapa." tanya Dian dan Rey bersamaan merasa aneh dengan wajah masam bin lesu milik putra nya.
Andrian melirik kedua orang tuanya, "Biasalah." jawab nya singkat.
"Di tolak?." tebak Dian diangguki Rey.
Huh..
"Ya tepat sekali, aku nganyuk bun, yah.. selamat malam." jawab Andrian sambil berjalan begitu saja melewati ayah bunda nya.
Dian dan Rey saling melirik lagi. "Sepertinya cucu kita akan lama datang nya." ucap Rey, di angguki Dian.
"Bagaimana kalau kita jodohkan saja anak itu? lagi pula Andrian anak penurut aku yakin dia mau." Dian memberikan usul nya.
Rey terdiam nampak bimbang. "Terserah, tapi jangan buat dia marah, bunda tau kan Andrian memang penurut tapi jika marah dia sangat buas." Rey memberi peringatan sebelum istri nya bertindak jauh.
"Oke." jawab Dian cepat dengan senyuman mengembang.
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
Biar ngak bosen selingan sama cerita Andrian ya🤗
Btw bentar lagi Alena lahiran nih, kasih drama nangis ngak? 😁
Jangan lupa jejak ❤