
^^HAPPY READING^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Entah tempat apa, sunyi hening dan tidak ada penerangan, beberapa kali pria itu mencari jalan untuk keluar dari tempat kegelapan itu namun tidak ada sedikit pun penerangan yang bisa iya jadikan sebagai tuntunan arah jalan menuju pulang.
Disinilah Rafa berada di tempat yang penuh dengan kegelapan dan sunyi, dia mencoba mengingat semua hal namun entah kenapa dia tidak mendapatkan hal kecil sedikitpun diingatan nya, sampai terdengar suara seorang wanita yang memanggil-manggil namanya yang entah suara dari mana.
"Mas.. pulang..aku menunggu mu."
Rafa terdiam di mencoba mendengar suara itu lagi sampai akhirnya dia mengingat suara itu suara dari wanita yang di cintainya. "Sayang.. kamu dimana? aku disini..tolong aku, disini gelap." teriak Rafa.
"Mas..pulang lah aku merindukan mu."
Lagi-lagi Rafa mendengar suara istrinya. "Sayang ______ "ucap Rafa terhenti karna melihat sinar kecil dari kejauhan.
Rafa berlari secepat mungkin, entah berapa kali dia terjatuh tapi dia tetap tidak putus asa Rafa terus berlari kearah sinar itu.
"Eunghhhhh.. " Rafa membuka matanya.
"Astaga tuan anda sadar." Zex mendekat dan langsung mengambilkan minum untuk si tuan muda.
Rafa meminum air pemberian Zex, lalu dia pun mencoba untuk bangun tapi rasa nyeri di tubuhnya membuat Rafa tidak bisa bergerak banyak.
"Diam lah tuan jangan banyak bergerak, anda baru sadar dari koma." ucap Zex. "Saya akan memanggilkan dokter dulu." sambung Zex.
Setelah itu Dokter datang lalu memeriksa kondisi Rafa, dia menjelaskan kondisi Rafa sekarang yang sudah membaik meski masih belum sepenuhnya pulih karena luka di perutnya masih basah dan perlu waktu lama untuk mengering.
"Berapa hari aku koma?." tanya Rafa pada Asisten nya.
"4 hari tuan." jawab Zex cepat.
"Astaga itu sangat lama Zex, istriku pasti sudah menungguku." ucap Rafa teringat akan janji nya yang hanya pergi satu minggu tapi dia malah berada di tempat ini dengan tubuh yang lemah.
"Aku akan pulang hari ini, suruh Rey siapkan Jet pribadiku." titah Rafa.
"Pikirkan kondisi anda tuan, anda baru saja bangun dari koma." ucap Zex mengingatkan kondisi Rafa yang masih lemah.
Rafa melirik tajam." aku tidak tidak peduli, istriku sedang menunggu ku." ucap Rafa yang membuat Zex menghela nafasnya kesal.
"Siapkan Jet pribadi, tuan muda meminta pulang." isi pesan yang di kirimkan Zex pada Rey.
🌹
Disisi lain tepatnya di sebuah kamar nampak Ririn yang sedang tertidur di temani Hany, "Mas.. jangan tingalin aku..mas." igau Ririn.
Hany yang mendengar suara langsung membuka matanya dan saat dia bangun dia melihat Ririn yang terus mengigau menyebut nama suaminya.
Ririn terbangun dan melihat ke arah Hany, "Mas Rafa, hiks.. dia.. dia ____ " ucap Ririn terhenti karna meraskan sesak di dadanya.
"Ob__at..hikkk" ucap Ririn terbata-bata.
"Astaga Ririn, dimana kamu naruh nya."tanya Hany panik.
Ririn menunjuk nakas, dengan cepat Hany pun beranjak dari kasur dan segera berjalan ke tempat yang di tunjukan Ririn tadi.
Setelah berhasil menemukan obat asma Ririn Hany memberikan obat itu pada teman nya.
Ririn menyemprotkan 4 kali obat sempotan itu kedalam mulutnya, menarik nafas pelan lalu di hampaskan secara pelan lagi, namun saat dia sudah merasa nyaman Ririn merasakan rasa sakit di perutnya.
"Aaaa sakit Han, sakit." ucap Ririn sedikit berteriak.
"Apanya yang sakit Rin? kamu mau ngelahirin ya?." tanya Hany.
"Bukan hiks, aku masih 7 bulan Hany, tolong bawa aku kerumah sakit hikss..aku ngak mau bayi aku kenapa-napa." ucap Ririn dengan wajah yang kesakitan.
Hany membawa Ririn ke luar rumah lalu dia menyuruh salah satu Bodyguart untuk menjadi supir mereka.
Sepanjang perjalan Hany panik bukan main apalagi melihat wajah Ririn yang menahan kesakitan, "Sabar Rin, bentar lagi kita sampai." ucap Hany mencoba menenangkan Ririn yang sedari tadi meringis.
"Pak cepat pak, kasihan Nona muda." ucap Hany menyuruh si supir untuk mengendarai dengan cepat.
"Iya nona, ini sudah kecepatan penuh." jawab si Bodyguart.
"Kamu pasti kuat Rin, bertahanlah." ucap Hany lagi yang di balas dengan senyuman Ririn.
"Aku ngak ta_____" ucap Ririn terhenti karna dia merasakan sakit yang amat teramat sakit.
"Ririn !! bangun.. aku mohon bangun Rin." Hany mengerakan tangan Ririn namun Ririn tidak kunjung bangun.
"Pak cepetan, pak nyawa Ririn dalam bahaya, dan kalau sampai teman ku kenapa-kenapa bapak orang pertama yang akan di makan si Alena." ucap Hany asal karna emosi.
"Aku tidak mau bernasib di perut si cantik, aku masih mau menikahi si janda kembang." batin si Bodyguart.
"Tuhan aku mohon selamatkan teman ku dan calon keponakan ku." batin Hany.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Maaf baru bisa Upp soalnya Outhor lagi sibuk, keluarga Outhor lagi dapet musibah dan semoga keluarga Outhor bisa tabah menghadapi misibah nya.🙂
Thanks for like😉