
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Hey lepaskan apa yang kamu lakukan." ucap seorang pria yang sedang duduk terikat.
"Tidak, aku tidak akan membiarkan anda menjadi hantu tuan." sahut seorang wanita yang tak lain adalah Dian.
Rey yang sedang terikat dengan tali di tambah kepala nya yang berdenyung sakit mencoba untuk memikirkan apa yang akan di lakukan si tomboy? kenapa dia tiba-tiba datang dan malah memukulnya sampai pingsan?.
Beberapa saat lalu tepatnya setelah mengantar nona mudanya pulang Dian ijin pulang dengan alasan ada keperluan mendesak, secepat mungkin Dian mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi.
Saat sampai di tempat tujuan Dian melihat Rey yang membawa koper dan kunci mobil, dan saat itu pula Dian berpikir jika Rey akan bunuh diri dengan menabrakan mobilnya ke jurang atau dia ingin mati bersama mobil nya.
Dian membawa balok kayu yang cukup besar, berjalan pelan mengendap-endap ke tempat Rey berada.
dan Brugkkk.. Dian memukul bagian kepala Rey dengan cukup keras yang membuat pria itu kehilangan kesadaran dan jatuh pingsan.
"Siapa yang akan menjadi hantu, aku belum mati." ucap Rey.
"Aku tahu, tapi aku tidak akan melepaskan mu sebelum kamu berjanji tidak akan mengakhiri hidupmu." ucap Dian. " Kamu harus ingat kamu masih mempunyai Hany, kamu punya banyak harta yang belum habis setidak nya berikan sedikit harta itu padaku atau pada anak-anak yang terlantarkan di luaran sana." sambung Dian lagi.
"Hey apa maksud mu aku tidak mengerti siapa yang mau mati?." tanya Rey lagi.
Dian menghela nafas nya kesal." siapa lagi kalau bukan anda tuan." jawab Dian. "saya tau cinta di tolak itu tidak enak dan pasti terasa sakit tapi seharusnya anda tidak melalakukan hal ini." sambung Dian lagi.
Rey benar-benar di buat bingung dengan sikap aneh Dian, siapa juga yang mau mati? pikirnya.
"Dian dengar saya tidak akan bunuh diri!! saya masih ingin hidup lebih lama lagi." ucap Rey.
"Dan kenapa kamu menuduh saya akan bunuh diri? yang benar saja, saya tidak sebodoh itu." sambung Rey lagi.
Dian terdiam nendengar ucapan Rey, "Lalu pesan tadi? anda yang mengirim nya bukan?." tanya Dian.
Rey terkekeh."Jangan bilang kau mengkhawatirkan saya dan tidak mau kehilangan saya? hey ayolah mengaku saja." hardik Rey sambil tersenyum merasa di khawatirkan.
"Enak saja, siapa yang bilang, saya hanya tidak mau tuan menganggu saya sewaktu tidur malam, karna kata orang jika pria jomlo mati nya tidak wajar pasti akan menjadi hantu genyayangan." ucap Dian. "Jadi anda tidak akan bunuh diri? benar?." sambung Dian lagi bertanya.
"Astaga kenapa dia bisa berpikir sejauh itu?." Rey benar-benar tidak tahan medengar ucapan Dian yang menyebutkan dirinya akan bunuh dari dan menjadi hantu gentayangan.
sungguh hal yang paling mengelikan untuk seorang Rey.
"Hahha kamu sedang bercanda? yang benar saja aku bunuh diri hanya karna cinta, aku bukan pria lemah." ucap Rey. " dan tolong lepaskan ikatan tali ini aku sudah tidak kuat, ini terlalu kuat, tangan ku sakit." sambung Rey meminta di lepaskan.
Dian menurut dia berjalan untuk melepaskan ikatan tali tapi sayang nya ikatan nya terlalu kencang yang membuatnya kesusahan, "Ini sulit tuan, sepertinya harus memakai pisau." ucap Dian. "Dimana dapur?." sambung Dian lagi bertanya.
"Dibelakang, tinggal lurus saja." jawab Rey.
Dian mengangguk lalu dia berjalan ke arah yang di tunjukan Rey tadi, dia mengambil pisau lalu berjalan kembali ke tempat dimana Rey sedang terikat, "Jangan bergerak, takutnya ter_____" ucap Dian terpotong karena melihat tangan Rey berdarah.
Dengan cepat Dian membuka ikatan talinya lalu dia melihat darah yang ada di lengan Rey, wajahnya seketika panik, "Astaga tuan maafkan saya, maafkan saya." ucap Dian merasa bersalah sambil memegang tangan Rey yang berdarah.
Rey melihat tangan nya berdarah malah terkekeh tidak ada rasa sakit sedikitpun yang dia rasakan saat ini malah gemas melihat Dian yang wajah nya terlihat lebih menggemaskan saat ketakutan seperti itu.
Dian mengikuti setiap pergerakan Rey dengan wajah yang kebingungan, "Tuan luka anda akan infeksi jika tidak di bersihkan," ucap Dian.
"Aku tau." jawab Rey sambil mengambil kotak P3k yang ada di atas nakas.
"Biarkan saya yang melakukan nya, saya yang telah berbuat jadi saya yang harus bertangung jawab." ucap Dian sambil mengambil alih kotak P3k ke tangan nya, lalu mengambil air hangat untuk membersihkan darah nya.
Rey memilih diam, sambil melihat apa yang akan dilakukan si tomboy, dengan wajah yang masih sedikit cemas Dian membersihkan luka ditangan Rey dengan air panas, "ini akan sedikit perih, tapi tahan ya tuan." ucap Dian sambil mengusapkan cairan alcohol ke lukanya agar tidak membusuk.
Dian sedikit heran melihat Rey yang sedari tadi tidak memberikan reaksi kesakitan atau apalah, jika orang terluka biasanya akan meringis kesakitan berbeda dengan pria itu yang nampak biasa-baisa saja.
"Sekali lagi maafkan saya tuan, saya berani bersumpah saya benar-benar tidak sengaja." ucap Dian.
"Oh astaga kenapa dia terlihat manis saat ketakutan, sepertinya aku harus terluka setiap saat agar dia mau memperhatikan ku." Batin Rey. "Sepertinya aku harus berpura-pura sakit, ya ini ide bagus." batin Rey.
Rey tertawa." baiklah saya akan memafkan mu, tapi dengan satu syarat." ucap Rey.
"Sayarat? apa?." tanya Dian.
"Sepertinya saya harus memiliki pengasuh agar tangan saya cepat sembuh dan saya rasa kamu bisa melakukan nya." ucap Rey.
"Saya kerja tuan, anda tahu itu bukan?." Dian beralasan.
Rey tersenyum."Saya tahu, saya akan meminta ijin pada majikan mu untuk seminggu kedepan, tuan muda adalah sahabat ku, sudah pasti dia akan mengijinkan." ucap Rey santai.
"Emm baiklah." ucap Dian akhirnya menyetujui lagi pula ini memang kesalahan nya beruntung juga dia tidak di laporkan ke polisi atas tindakan nya yang sudah melakukan kejahatan dengan menawan seorang pria dan juga tidak sengaja mengoreskan luka di tangan seseorang.
"Yess..akhirnya, masalah Rafa masabodo yang penting sekarang aku bisa berdekatan dengan gadis ku." batin Rey.
"Oh iya tuan, jika anda tidak mau bunuh diri lalu apa maksud dari pesan singkat yang anda kirimkan pada saya?." tanya Dian, jujur saja dia
masih merasa penasaran dengan maksud dari pesan singkat itu.
"tadinya saya akan pergi keluar kota untuk beberapa bulan, tapi tidak jadi karna kamu menyandraku dan sekarang bahkan tangan ku susah di gerakan." ucap Rey sedikit drama, jujur saja tidak ada rasa sakit sedikitpun, menjadi mafia beberapa tahun yang sering melakukan aksi yang di luar nalar jelas Rey sudah terbiasa dengan hal ini, apalagi ini hanya luka kecil menurutnya.
"Oohh.." gumam Dian lalu tersenyum kecut merasa bodoh karna sudah membayangkan yang tidak-tidak.
Hany yang baru pulang dan baru masuk kedalam rumah nya di buat melongo melihat rumahnya yang nampak berantakan." Astaga !! ada maling, aku harus waspada." Hany berjalan ke arah dapur hendak mengambil sapu dan peralatan perang lain nya, dan saat di dapur dia melihat pemandangan yang mengejutkan.
"Ternyata malingnya kucing tomboy." ucap Hany sambil menaruh sapu nya kembali lalu berjalan ke arah kamarnya.
"Aku pikir Dian suka Kak Zex tapi ternyata aku salah paham." batin Hany.
____________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote !!
Jejak !!