Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
Suami Idaman.


^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Pagi ini Zex bangun pagi sekali karena akan membuat makanan yang bergizi untuk istrinya,


lebih tepatnya tidak mau melihat dapur kesayangan nya menjadi bahan petualangan istrinya yang beberapa hari ini membuat kekacauan di dapur.


Pagi itu tepatnya pagi kemarin Hany yang tadinya berniat ingin membuatkan nasi goreng spesial untuk sang suami tercinta yang rela begadang menemani dirinya yang kesakitan karna datang bulan.


Benar-benar tidak tidak sesuai ekspetasi, nasi yang awalnya putih menjadi hitam dan mengerak di wajan karna kekurangan minyak, dan yang lebih parah nya lagi semua bawang yang sudah di iris dan di goreng menjadi tidak terkenali lagi.


Wajan yang semula putih menjadi gosong, minyak berceceran di area kompor dan yang lebih parahnya lagi nasi goreng spesial yang akan di buat berubah nama menjadi nasi goreng terancur di dunia, tragis bukan?.


Celemek berwarna hitam itu nampak menempel di tubuhnya yang menandakan jika dia akan memulai meracik sesuatu makanan yang baik untuk pertumbuhan istrinya.


Dengan berbekal kemampuan memasak nya Zex nampak lihai memotong-motong sayuran, menuci lalu di lanjut dengan di memasukan nya sayuran ke wajan, garam dan rempah-rempah lain nya pun tak luput Zex masukan kedalam masakan nya, sampai tercium aroma mengiurkan mengenai hidung mancung nya.


Aroma masakan itu ternyata membangunkan wanita yang masih betah bersembunyi di balik selimut, ya dia adalah Hany yang sedang merasakan sedikit nyeri di perutnya karna ulah si bulan merah lebih tepatnya karna dia makan pedas di saat datang bulan yang membuat petutnya serasa di cabik-cabik oleh sesuatu takasat mata namun terasa sangat sakit.


"Wangi banget..hikss tapi sakit." ucap Hany terisak dan masih engan untuk berdiri.


Ceklek.. pintu terbuka.


"Sayang sarapan dulu, aku udah buatin sup ayam buat kamu." ucap Zex sambil menaruh baki berisi satu porsi sup ayam beserta nasinya dan segelas air putih hangat.


Mendengar suara suaminya Hany pun sedikit membuka selimut nya, di tatap suaminya yang semakin hari semakin bertambah tampan, sungguh demi apapun jika datang bulan ini sudah berakhir Hany benar-benar akan menerkam pria tampan nya, jiwa menciut alias ketakutan nya akan pelakor dadakan selalu memasuki pikiran nya akhir-akhir ini, dan Hany tidak akan semapi membiarkan hal itu terjadi.


"Masih sakit?." tanya Zex sambil mengusap pipi istrinya.


"Hemm dikit." ucap Hany yang tidak punya daya untuk bergerak sedikitpun.


"Ya udah sekarang sarapan dulu, siapa tau sakit nya hilang kalau sudah makan." ucap Zex seraya mengambil piring berisi nasi yang sudah di satukan dengan sedikit sup ayam.


Aaa !!!


Hany membuka mulutnya meski sebenarnya dia malas makan, Hany tidak mau menyusahkan suaminya berlebih lagi selama 4 hari ini Zex benar-benar memperlakukan Hany seperti seorang ratu, bahkan mandi pun Hany di mandikan, benar-benar suami idaman bukan.


"Kakak kaya kak Rey, biasanya kalau aku lagi sakit kak Rey yang selalu urus aku." ucap Hany sambil mengunyah makanan nya.


Zex tersnyum mendengar penuturan istrinya, jika boleh jujur sebenarnya Zex tidak tau menau tentang masalah datang bulan, bahkan Zex juga tidak terlalu paham bagaimana cara mengurusi mood wanita yang sedang datang bulan, dan sekarang yang di lakukan nya itu semuanya adalah atas perintah kakak iparnya Rey.


"Jangan biarkan dia makan makanan pedas itu bisa membuat dia meraskan sakit, jika dia mau makan berilah makan sayur dan sesuatu yang bergizi, jangan buat dia tersingung karna mood wanita datang bulan seperti macan, jika dia mengeluh sakit itu tandanya dia mau di perhatikan dan di manja."


Kata-kaka Rey benar-benar ampuh buktinya sekarang Hany tidak menjadi macan atau pun marah-marah, dan seketika Zex kembali teringat akan satu hal lagi.


"Jika semuaya aman terkendali jangan lupa hadiah untuk ku ya adik ipar tersayang."


Berakhir tidak menyenangkan bukan, tapi itu bukan perihal sulit untuk Zex demi istrinya apapun akan dia lakukan, hanya saja Zex tidak habis pikir dengan kakak iparnya yang matrenya alaihi gambreng, lebih matre dari pada wanita-wanita pecinta om-om sungguh jika bukan kakak iparnya Zex akan membuang pria matre itu ke Afrika selatan biar menjadi santapan beruang kutub sekalian.


"Aku suami mu tentu saja aku akan merawat mu semampu dan sebisa ku." ucap Zex sambil menyodorkan satu suapan lagi yang langsung di sambut dengan mulut terbuka Hany.


"Jangan bicara seperti itu, kamu adalah penyempurna hidup ku, dan selamanya akan begitu." ucap Zex sambil mengusap bibir Hany dengan jarinya yang mana membuat Hany benar-benar terhanyut dalam kubang yang bernama jatuh cinta kedua kalinya.


"Kakak baik, aku sayang kakak..nanti kalo aku udah selesai datang bulan nya kita buat anak yang banyak." ucap Hany sambil tersenyum, yang di balas dengan kekehan Zex karna merasa lucu.


.


.


.


.


"Yakin ngak mau di tungguin?." tanya Zex sekali lagi yang di balas dengan gelengan kepala oleh istrinya.


"Ngak kakak, aku udah agak segera kok, kakak kerja aja yang semangat." jawab Hany.


Zex menghela nafasnya. "Ya udah nanti aku jemput pas pulang kerja, jaga diri baik-baik ya, kalo sakit lagi jangan lupa telpon." ucap Zex yang langsung di balas angukan kecil oleh Hany.


"Siap kakak sayang," jawab Hany sambil tersenyum lalu mengecup pipi suaminya.


"Vitamin biar semangat hehe." ucap Hany sambil terkekeh.


Setelah kepergian suami tersayang nya Hany pun masuk kedalam rumah kakak nya Rey, sesampainya di dalam rumah Hany tidak melihat siapapun yang membuat Hany menyerhitkan dahinya, "Kemana penghuni nya, ko sepi?." guman Hany sambil berjalan manaiki tangga.


Saat beberapa langkah lagi sampai di lantai atas Hany di buat terdiam saat mendengar obrolan pasangan patsuri lapuk alias pemilik rumah yang sedang dia kunjungi itu, sebuah obrolan yang mengelikan tentunya.


"Jangan lupa makan, nanti dedek bayinya nangis di perut nya." ucap Rey.


"Iya ayah nanti bunda bakalan makan yang banyak ko, biar dedek bayinya kuat kaya ayah nya." jawab Dian.


Benar-benar obrolan yang lebay bahkan lebih lebay dari obrolan nya dengan suami nya. "Ekhmm.. yang mau jadi ayah tua dan ibu tua tiap hari makin lengket, kaya lem tius ya bun." ucap Hany sambil berjalan menghampiri kedua kakanya.


"Wle.. iri bilang bos." ucap Rey sambil tersenyum mengejek yang tak di hiraukan sedikitpun oleh Hany.


"Dari kapan kamu disini Han? ko ngak kedengeran masuk nya." tanya Dian sambil mengelus perutnya yang masih rata, sungguh membuat Hany iri.


"Gimana mau denger orang kakak nya mesra-mesraan mulu." ucap Hany sambil memanyunkan bibirnya yang di balas dengan kekehan Rey dan Dian.


"Iri bilang bos." ucap Rey lagi.


"uyu bulung bus." ucap Hany mrnirukan dengan gaya bibir di majukan.


__________


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Up lanjutan nya malam ya๐Ÿ˜


Salam sayangโค