Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2.memasak


^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Para wanita yang menolak di panggil tua itu nampak sibuk di dapur, ralat hanya Ririn yang memasak sedangkan Hanny dan Dian hanya melakukan kegiatan yang mudah-mudah saja seperti memotong-motong bawang dan sayur yang akan di masak.


Banyak nya para pelayan yang berjumlah 8 orang itu hanya menjadi hiasan, mereka menjadi penonton saat para ibu-ibu itu mulai bertempur dengan alat-alat dapur, sesekali mereka terkekeh dan menahan tawa saat mendengar dengkusan-dengkusan yang di layangkan dua wanita yang berstatus ipar itu.


"*Bawang nya ngajak ribut nih, his..mataku jadi perih." bunyi dengkusan dari Hanny yang memang dari dulu sampai sekarang tidak pernah bisa dengan kegiatan membuat makanan itu, apalagi setelah mendengar penuturan sang suami tercintanya. "Aku tidak menikahi mu untuk menjadi pembantu, masalah memasak kita bisa memakai jasa pembantu*." sungguh kata-kata yang mendebarkan hati Hanny.


Zex adalah suami idaman bagi Hanny, 25 tahun menikah dengan pria seperti Zex membuat Hanny merasa menjadi wanita yang paling beruntung di muka bumi ini, bahkan Hanny di larang pergi kedapur dan malah di suruh pergi ke salon untuk mempercantik diri, menyenangkan bukan?.


Sebenarnya bukan tanpa alasan Zex melarang istrinya yang tak lain adalah Hanny untuk tidak memasuki area dapur, di awal pernikahan mereka Zex sudah trauma akan kekacauan yang di perbuat oleh Hanny yang dengan ganas dan sadis nya membuat semua pakakas dapur menjadi gosong dan banyak yang pecah, bahkan Zex sampai lupa berapa kali dia membeli wajan karna ulah sang istri.


"Berapa harga daging di pasar? harga bawang? dan harga cabai?, aku jadi kepikiran untuk membuat usaha baru." bukan dengkusan melainkan pemikirin untuk menambah cabang usaha pun di ucapkan oleh Dian yang sekarang sudah memiliki beberapa cabang usaha Roti Matre di berbagai kota.


Dian memang tidak pernah mengijak pasar, dia sibuk akan hal itu, memiliki uang banyak membuat dia memilih untuk memakai jasa pembantu, jika masalah masak memasak jelas Rey jagonya maka dari itu Dian tidak pernah repot-repot belajar memasak mengingat masakan suami nya sangatlah lezat, adapun dia bergelut di dapur pasti hasil dari makanan itu bisa membuat seseorang keracunan karna rasanya yang aneh.


Lain halnya dengan kedua teman nya, Ririn tidak pernah melibatkan siapapun untuk membantunya memasak, adapun dia memerlukan bantuan pelayan paling hanya untuk potong memotong sayuran dan bawang-bawangan saja, Rafa tidak pernah mau jika makanan di rumah nya di masak oleh pelayan, 28 tahun menikah dengan Ririn membuat lidahnya nyaman akan rasa masakan istri tercintanya yang sangat lezat.


"Masakan mu adalah vitamin ku, dan kamu adalah canduku." kata-kata yang sering terucap dari bibir tipis si mantan ketua mafia kejam itu selalu berhasil membuat semburat merah di pipi Ririn, cintanya yang semakin besar membuat Ririn merasa di awang, dan semakin bersemangat untuk memasakan makanan kesukaan suami tercintanya.


"Mau kemana Rin?." tanya Dian saat melihat Ririn yang keluar dari area dapur.


Ririn menoleh, "Manggil anak-anak, biar makan bareng." jawab Ririn.


Kelle yang sedang ikut membantu menata makan di meja tak sengaja mendengar ucapan kakak iparnya langsung membuka suara. "Aku aja kak, sekalian mau ketemu Ira." ucap Kelle diangguki oleh Ririn.


"Ya udah, tolong bilangin makanan nya udah hampir siap." ucap Ririn lagi dan langsung mendapatkan angukan kecil dari Kelle.


Setelah kepergian Kelle, Hanny mendekati sahabatnya. "Rin kamu yakin Kelle beda sama emaknya?." tanya Hanny yang tidak semudah itu bisa percaya dengan wanita seperti Kelle bahkan melihat wajah Kelle saja Hanny enggan karna wajah Kelle 99% sangat mirip dengan ibunya, membuat Hanny teringat akan kejahatan Alira dan Dessy kakak tirinya Ririn yang sama-sama orang jahat.


Ririn terdiam, sejauh ini dia sangat yakin jika Kelle adalah wanita baik-baik mengingat Kelle tidak pernah membuat masalah, bahkan sikap Kelle selalu manis di depan nya yang membuat Ririn yakin jika Kelle tidak mengikuti jejak ibunya.


"Aku yakin Kelle tidak seperti ibunya, sejauh ini Kelle terlihat seperti wanita baik." sahut Ririn dengan yakin.


Hanny yang mendengarnya hanya mengelengkan kepala, dia tau seberapa polosnya Ririn meski sudah memasuki usia yang matang, "Tap___" ucap Hanny terhenti karna di potong duluan oleh sang kakak ipar.


"Jika itu terjadi maka dia salah karna mencari lawan seperti kita, ingat singa yang sedang tertidur akan mengamuk jika di bangunkan, dan kalian tau apa yang akan dia dapatkan jika dia menganggu kenyamanan keluarga kita." Dian yang sedang menjadi juri penyicip makanan ikut menyahut.


Hanny dan Dian terdiam, mereka tau seperti apa Ririn yang tidak mudah untuk menuduh sesuatu yang belum dia lihat secara langsung, tapi meski begitu Dian bisa menjaga sikapnya di depan Kelle tapi tidak dengan Hanny yang memang tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya pada Kelle mengingat Kelle kecil pernah melemparkan batu kepada kepala almr putri bungsu nya hanya karna tidak di ajak main boneka.


Disisi lain Kelle yang sedang berjalan menaiki tangga sesekali membenarkan rambutnya, dia berjalan dengan gayanya yang anggun, sampai di depan pintu Kelle pun mengangkat tangan nya lalu mengetuk pintu.


tok..tok..tok.. (bunyi pintu).


Tidak ada sahutan membuat Kelle langsung membuka pintunya.


ceklek... pintu terbuka, menampakan 3 manusia yang sedang tertawa, dan satu manusia yang ekspresinya datar.


"Kak Ririn menyuruh kalian turun untuk makan malam." ucap Kelle yang membuat Arka, Alena, Anaira, dan Andrian, replek melirik kearahnya,


Alena yang pertama melihat Kelle keningnya nampak berkerut merasa asing dengan sosok wanita yang berdiri di ambang pintu kamarnya itu, "Siapa dia?." batin Alena sambil melihat Kelle dari atas sampai bawah.


Tak hanya Alena saja, Kelle pun sama halnya menatap Alena dengan tatapan yang sulit diartikan. "Jadi dia calon istri Arka? lumayan juga ternyata." batin Kelle, lalu mengadahkan pandangan nya pada Arka yang menatapnya dengan tatapan tajam.


"Mau apa dia kemari, dasar penganggu." batin Arka yang memang tidak suka pada Kelle.


"Dia semakin tampan, tapi sayangnya dia keponakan ku." batin Kelle.


"Aunty !!!!." pekik suara cempreng Anaira membuat yang lainnya replek menutup telinganya termasuk Kelle.


"Kecilkan suara mu Ira." suruh Arka tegas.


Anaira melirik lalu terkekeh. "Hhe maaf kakak, kebiasaan soalnya." sahut Anaira sambil tersenyum memperlihatkan gigi putih rapihnya.


"Aunty? apa dia tantenya? tapi usianya terlihat masih muda?." batin Alena sambil menatap sinis Kelle.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Semoga suka❤


jangan lupa jejak😚