Istri Cantik Tuan Muda Kejam

Istri Cantik Tuan Muda Kejam
S2.Tidak bisa diam.


^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Tidak adanya Bian membuat Arka lebih leluasa untuk berduaan dengan istri nya, seperti sekarang Arka yang sedang duduk dengan Alena yang bersandar di dada nya.


"Jangan mulai, ini di kantor." ucap Alena mencoba memperingati suaminya.


Namun bukan Arka nama nya jika tidak bisa diam, pria yang sudah menyandang ayah satu anak itu nampak sibuk mengusap paha istrinya dengan tangan nakal nya.


"Tenang saja, mumpung Bian tidak ada kita' harus bisa memanfaatkan waktu singkat ini dengan hal indah." kata Bian, sambil mencium aroma tubuh sang istri.


Alena mengeliat geli saat hembusan nafas panas Arka mengenai telinga dan leher nya, sungguh demi apa Arka benar-benar ingin membuat dia terangsang.


"Sayang, nanti ada orang." ucap Alena sambil memegang tangan Arka yang akan kembali nakal.


"Tenang saja tidak akan ada yang melihat." ucap Arka sambil menatap istrinya.


"Nanti Bian pulang." ucap Alena kembali menghalangi tangan nakal itu memegang paha nya.


Arka menggeleng. " Bian sudah di antarkan ke rumah Opa nya oleh Andrian, tenang saja kita aman." kata Arka lagi, membuat Alena hanya hanya bisa diam karna tidak ada alasan lagi.


Tubuh Alena yang semakin nampak terisi membuat Arka semakin terpesona dengan semua yang di miliki istri nya.


"Aa..mau kemana." pekik Alena kaget, Arka tiba-tiba mengangkat nya.


Dengan senyuman yang horor Arka menatap pada sang istri. "Tentu saja membuat adik untuk Bian." jawab nya sambil berjalan ke arah kamar tersembunyi.


Alena menghela nafasnya pelan, tidak ada guna nya dia berontak, melawan pria yang sedang mempunyai nafsu tinggi adalah lawan yang salah, apalagi kini tangan nakal itu sedang memangku nya layak nya bayi koala.


"Jangan lama, nanti Bian keburu pulang." ucap Alena memperingati.


Dan Arka hanya mengangguk kecil lalu memulai aksi nya untuk membuat adik untuk Bian, keduanya melakukan nya dengan Arka yang memimpin.


Skip...


Setelah selesai melakukan aksi panas itu keduanya langsung mandi bersama, dan nihil Arka kembali mengulang aksi panas nya di kamar mandi, membuat Alena semakin tidak berdaya di buat nya.


Alena keluar dari ruangan tersembunyi itu dengan langkah yang pelan karna pinggang nya benar-benar terasa linu alias sakit, berbeda dengan Arka yang nampak masih bertenaga dan langsung semangat bekerja.


"Sayang, kapan kamu selesai bekerja?." tanya Alena yang sedang duduk, tenaga nya sudah habis bahkan untuk memegang ponsel pun rasanya tidak sanggup.


"Sebentar lagi, aku masih harus melihat file-file ini." Jawab Arka, lalu melihat lagi ke layar laptopnya.


Alena menghela nafasnya kasar, hal seperti inilah yang tidak di sukai nya dari Arka, terlalu fokus dalam bekerja, dan kembali mengabaikan nya lagi.


Tak mendengar keluhan Alena lagi membuat Arka melirik ke arah sopa, dan matanya melihat Alena yang nampak tidur dengan posisi duduk, dia menutup layar leptop nya lalu beranjak dari duduk nya.


Arka berdiri lalu berjalan mendekati istrinya.


"Dia pasti kelelahan." gumam Arka sambil melihat Alena yang nampak terlelap tak lupa dengan nafas yang tidak karuan.


"Maaf aku ketiduran." ucap Alena sambil mengucek matanya pelan.


Arka menggeleng, "Tidak, aku yang harus nya minta maaf, karna aku kamu jadi kelelahan dan malah ketiduran di sopa." kata Arka menatap lekat istrinya.


Melihat wajah suaminya yang nampak sedih membuat Alena gemas, "Tidak apa, aku sudah biasa kita senang melakukan nya bukan?." ucap Alena lagi sambil tersenyum manis.


Ya jika membayangkan acara bercinta mereka tadi memang sangat panas, meski singkat dan padat karna waktu yang mepet tapi Alena bisa merasa puas, begitupun dengan Arka yang sangat puas dan semakin bersemangat kerja seolah mendapatkan asupan vitamin dadakan.


Keduanya memutuskan untuk pulang, Alena yang masih lemas tidak sanggup berjalan dan sebagai suami siaga Arka langsung memangku istrinya, membuat para karyawan yang melihat nya seketika iri melihat ke romantisan pasangan pasutri itu.


"Nona muda benar-benar sangat beruntung bisa memiliki suami paket komplit seperti tuan muda."


"Andai aku bisa di posisi nona muda, mungkin aku akan menjadi wanita paling berbahagia karna memiliki suami yang tampan, kaya dan romantis seperti tuan muda."


Begitulah argumen karyawan wanita yang melihat keromantisan yang di lakukan Arka pada istrinya, jika Alena mendengar pujian yang di lontarkan para karyawan wanita itu pada suaminya mungkin Alena hanya akan tertawa terbahak-bahak, karna nyata nya semua yang di puja karyawan wanita pada diri suaminya adalah tipuan mata semata.


Enam tahun menikah dengan Arka banyak rintangan yang telah Alena lalui, di mulai harus mengurusi si tuan muda sombong, arogan dan kejam itu, dan jika semua orang bilang Arka romantis maka itu hanya berlaku setelah dia takluk pada sosok Alena.


Nyatanya Arka dulu tak seperti Arka yang sekarang, dulu pria yang gemar mengangkat senjata api itu adalah pria kejam yang suka berbuat sesuka nya, dan ya Alena berhasil meluluhkan pria kejam itu sehingga menjadi pria bucin seperti sekarang ini.


Setelah melewati perjalanan beberapa menit mobil yang di tumpangi Arka dan Alena sampai di halaman luas rumah besar, keduanya keluar bersamaan dengan Alena yang di dalam pangkuan Arka.


"Sayang lepasin, malu." ucap Alena, malu di tatap aneh oleh para pelayan yang melihat nya.


Arka menggeleng, "Tidak, aku tidak akan membuat istriku kesusahan berjalan, aku akan memangku mu sampai ke dalam, tenanglah aku ini suami idaman." kata Arka sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


"Astaga Arka, Alena kenapa?." tanya Ririn yang sedang duduk di ruang tv.


Arka mendudukkan istrinya di sopa dekat sang Mommy, "Tidak apa, hanya kelelahan saja Mom." bukan Arka melainkan Alena yang langsung menyahuti pertanyaan mertuanya, jika suaminya yang menjawab maka habislah, dia akan malu karna suaminya selalu berbicara sesuka nya.


Ririn melihat Alena yang nampak pucat dan terlihat lemas, "Mommy akan membuatkan mu teh hangat, tunggu sebentar ya." ucap Ririn beranjak berdiri.


"Tidak usah repot-repot mom, aku tidak apa hanya butuh istirahat sebentar saja." kata Alena lagi, sedangkan Arka hanya tersenyum kecil melihat istrinya yang menahan malu.


"Alena kelelahan membuat adik Bian Mom, tidak apa Mommy temani saja Alena, biar aku yang membuatkan teh hangat untuk nya." kata Arka sambil melangkah pergi ke arah dapur.


Sementara di ruang tv Alena nampak menahan malu di hadapan mertuanya, berbeda dengan Ririn yang nampak tersenyum mendengar ucapan putra nya.


"Tidak apa, jangan malu Mommy harap adik Bian akan segera hadir di tengah-tengah kita." ucap Ririn.


"Iya mom." jawab Alena sambil tersenyum kecil, sedangkan dalam hatinya dia menggerutu kesal dengan suaminya yang bisa-bisanya mengatakan perihal intim pada mertuanya.


"Awas saja kamu sayang, nanti aku kasih puasa satu Minggu baru tau rasa." batin Alena kesal.


____________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak♥️