
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kita tinggalkan cerita cinta yang belum tentu berakhir dengan sesuai rencana itu, kerna pada dasarnya sesuatu yang di paksakan tidak akan baik, biarlah mereka jatuh cinta dengan sendirinya tanpa harus ada paksaan, karena cinta yang indah adalah ketika rasa yang imbuh di hati bisa terbalskan bukan cinta karna tekanan yang berujung penyesalan.
Keempat anak manusia dengan tingkah laku dan sifat yang berbeda-beda yang terbilang kontras, kita tidak bisa menentukan jalan hidup seseorang dan maka dari itu biarlah hubungan mereka mengalir dengan seiring berjalan nya waktu.
Waktu berjalan dengan sangat cepat tak terasa usia kandungan Ririn sudah memasuki bulan ke enam, untuk jenis kelamin mereka sudah beberapa kali melakukan USG tapi nihil si jabang bayi terlalu malu untuk menunjukan jenis kelamin nya jadi biarlah jenis kelamin si jabang bayi menjadi hadiah terindah untuk calon ayah dan ibu itu.
"Hari ini ada les ketenangan, kata nya harus di dampingi suami." ucap Ririn yang sedang duduk di ujung tempat tidur.
"Jam berapa?." tanya Rafa yang sedang mengancingkan kemeja nya.
"Jam 11 siang." jawab Ririn. " Dan nanti sore aku mau pergi ke Mall, aku ingin membeli beberapa peralatan bayi." sambung Ririn lagi.
"Baiklah aku akan pulang tepat waktu." sahut Rafa. "Dan untuk ke Mall sebaiknya membawa satu atau Bodyguart dan pengasuh agar tidak kelelahan."sambung Rafa lagi.
Ririn berjalan ke arah suaminya, "Iya bawel, tapi sebenarnya aku lebih suka tidak membawa siapapun berjalan di kelilingi Bodyguart membuatku terasa seperti ratu hamil saja." ucap Ririn sambil membenarkan dasi suaminya.
"Itu tidak masalah, karna kamu memang ratu..ya ratu hatiku." goda Rafa sambil memeluk tubuh istrinya yang kini sudah terlihat berisi dengan perut yang membuncit.
Rafa mengelus perut istrinya penuh kasih sayang dan hal itu di nikmati oleh Ririn yang kini sedang membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya, sambil menghirup aroma mescolin dari tubuh suaminya yang membuat pikiran nya tenang.
Ahkk melihat Rafa yang tampan membuat Ririn engan untuk melepaskan tubuh yang kini sedang memeluknya itu, rasanya dia tidak mau berbagi pandangan dengan wanita lain, terlepas dari semua sifat yang melekat di diri suaminya Ririn benar-benar di buat jatuh hati pada pria kejam itu.
pria yang dulunya sempat bersikap seenaknya tanpa mengenal ampun, tapi Ririn mencintai pria itu bahkan Ririn mau menerima semua rahasia Rafa di dunia gelap, marah kesal pasti tapi Ririn juga tidak mau egois dan bertindak seenaknya karna dia bukan lagi gadis melainkan calon ibu, sebelum bertindak tentu dia harus memikirkan anak yang ada di dalam rahim nya bukan hanya dirinya seorang.
"Aku mencintai mu lebih dari apapun pria tampan ku."
Rafa hendak melepaskan pelukan nya namun saat dirasa istrinya tidak mau melepaskan nya dia hanya pasrah dan diam, Rafa merasa sangat beruntung memiliki istri yang baik dan cantik hatinya seperti Ririn, meski awal pernikahan mereka banyak sekali kejadian-kejadian dimana membekas luka tapi dengan pemikiran dewasanya Ririn malah menyuruhnya melupakan semua itu dan berkata "Aku memaafkan mu."
Merasa bersalah? tentu saja, tidak ada orang yang akan bisa melupakan semua kejahatan nya, tapi Ririn bagaimana mungkin gadis 20 tahun itu bisa memiliki pemikiran yang jauh dewasa.
"Aku tidak meminta apapun lagi tuhan, jangan buat dia menderita dan biarkan dia hidup bersamaku sampai ajal menjemputku."
🌹
Setelah selesai dengan rutinitas les bersama pengasuh nya Ririn diantarkan Rafa ke salah satu Mall besar yang ada di tengah-tengah kota, dan tak hanya itu Dian ditambah bodyguart dan satu pengasuh pun takalah ikut di boyong ke Mall untuk menjaga keselamatan si nona muda.
"Apa kau mau di jemput?." taya Rafa.
Ririn mengelengkan kepala cepat." Tidak perlu, emm aku bisa pulang bersama kak Dian dan yang lain nya."jawab Ririn.
"Baiklah, jangan terlalu banyak berjalan..kalo cape duduk dulu." ucap Rafa mengingatkan istrinya, dia tau Ririn seperti apa, meski dia sudah menikah tapi jiwa remaja labilnya masih hidup di tubuh calon ibu muda itu.
"Iya siap sayang." sahut Ririn. "Aku pergi ya." Ririn ingin melangkahkan kaki nya namun tangan kekar Rafa tiba-tiba menarik lengan nya.
Cuppp..
Cuppp..
Cuppp..
Satu kecupan mendarat di pipi, satu kecupan mendarat di kening dan satu kecupan lagi mendarat tepat di bibir yang mana membuat Ririn melotot tak percaya, ya sifat Rafa akhir-akhir ini memang seperti itu selalu melihatkan keromantisan nya di tempat keramaian seolah ingin mengumumkan bahwa Ririn adalah wanita satu-satunya pemilik hatinya, bahkan bulan lalu Rafa mencium Ririn di kantor tepatnya di saat Ririn marah karna Rafa tidak membelikan makanan yang di inginkan nya dan alhasil ciuman di tempat umum itupun terjadi.
"Hey kalian apa yang kalian lihat, cepat ikuti istriku."perintah Rafa. "Jangan buat istri ku kelelahan atau kalian akan menerima hukuman." sambung Rafa lagi sedikit mengancam.
"Ba'ik tuan muda.." ucap Dian, pengasuh dan dua Bodyguart menjawab serempak.
Didalam Mall Ririn benar-benar lupa jika dia bukan anak kecil lagi, banyak sekali barang yang di beli Ririn mulai dari tempat tidur bayi, popok, tempat mandi bayi, dan banyak lagi lain nya.
Semua barang-barang belanjaan Ririn sudah satu persatu masuk kedalam bagasi mobil, selagi menunggu Ririn duduk dengan di temani Dian dan pengasuh nya.
"Aku mau Es cream." ucap Ririn.
"Akan saya belikan nona, anda mau rasa apa?." tanya Dian.
Ririn mengeleng." tidak." ucap Ririn yang membuat Dian bingung. "Maksud aku biar Sus aja yang beli nya." sambung Ririn lagi.
"Anda mau di belikan rasa apa nyonya?." tanya pengasuh Ririn.
" Es cream Vanila dan collat," jawab Ririn yang diangguki si pengasuhnya.
Ririn kembali duduk dengan Dian yang sama duduk di samping nya.
"Bagaimana apa ada kemajuan?." tanya Ririn kepo.
Dian mengaruk kepalanya yang tidak gatal merasa tidak paham dengan ucapan dari istri bosnya.
" Maaf nona kemajuan apa yang nona maksud?." tanya balik Dian.
"Kemajuan hubungan kakak dan kak Rey, apa kalian sudah menentukan kapan kalian menikah? aku harap kalian secepatnya agar anak kita nanti bisa menjadi teman yang baik." tutur Ririn panjang kali lebar dan terlihat antusias.
"What anak? bahkan hubungan aku dan tuan Rey hanya sebagai patner kerja tidak lebih, dan aku masih belum bisa mencintainya, meski dia sudah berulang kali mengatakan cinta." batin Dian.
"Anda terlal9u berlebihan nona," ucap Dian, "emmm maksud saya hubungan saya dan tuan Rey tidak lebih dari seorang patner kerja saja nona."sambung Dian lagi menjelaskan agar istri majikan nya tidak terlalu berharap jauh karna Dian masih belum bisa melupakan rasanya untuk pria yang kini menjauhinya itu.
Ririn mengangguk mengerti." aku paham kakak pernah patah hati, tapi sebaiknya coba membuka hati karna cinta yang tulus tidak datang dua kali." ucap Ririn sambil beranjak berdiri. "Ahkk Es cream ku akhirnya datang." Ririn tersenyum senang melihat apa yang di bawa pengasuh nya.
Dian terdiam masih mencerna ucapan nona mudanya sampai dia terdiam sebentar lalu melihat ke arah ponselnya yang menyala.
dia melihat satu notif pesan, tapi Dian ragu melihat nya.
.
" Aku tau kamu tidak bisa mencintaiku, maka dari itu biarlah aku pergi membawa cintaku, selamat tinggal." isi pesan itu yang membuat Dian terdiam dalam lamunan nya.
"Dia mau pergi? apa jangan-jangan dia?." batin Dian. "Astaga apa dia mau bunuh diri? kalau iya aku harus mencegahnya aku tidak mau tiap malam tidur di gentayangi hantu penasaran." sambung Dian lagi membatin.
____________
🌹🌹🌹🌹🌹
Tingglakan jejak😉
Jangan lupa like coment and Vote !!