
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah pulang dari acara bulan madunya Nana dan Andrian kembali ke rutinitasnya lagi, Andrian bekerja menjadi Asisten si tuan muda sedangkan Nana hanya diam di Apertemen nya, keduanya memutuskan untuk tidak pindah ke rumah barunya karena Nana merasa jika di tempat barunya mungkin dia akan merasa kesepian.
Andrian menatap layar laptop nya, dan setelah itu dia menarik nih seutas senyum di sudut bibirnya.
setalah kejujuran Nana saat acara honeymoon nya Andrian benar-benar mencari siapa Martin Santoso itu.
Dan sekarang Andrian sudah mengetahui siapa Martin Santoso itu, pria yang menginginkan istrinya.
"Kita lihat apa dia akan tetap keukeuh mendekati istriku setelah aku bermain tikus-tikusan seperti ini." ucap Andrian sambil tersenyum menyeringai.
Setelah mengatakan itu Andrian langsung berjalan ke arah ruangan CEO, saat melewati bagian Sekertaris Andrian langsung berhenti, dia merasa aneh karena tidak menemukan sosok Amanda.
"Kemana dia, tumben tidak masuk kerja." gumam Andrian, lalu sedetik kemudian Andrian mengangkat bahunya ke atas, tak perduli.
Saat Andrian membuka pintu saat itu juga Arka melirik ke arah pintu menatap sosok pengantin baru yang nampak sangat berseri-seri.
"Bagaimana rasanya?." celetuk Arka ingin menggoda pengantin baru.
Andrian duduk dan memasang wajah yang tersenyum bangga.
"Tentu saja nikmat, menurutmu apalagi." sahut Andrian santai.
Melihat aura bahagia Asisten nya Membuat Arka ikut bahagia, Andrian memang pantas untuk mendapatkan kebahagiaan nya lagi, dan sekarang kebahagian nya ada di Nana.
"Kau tau Martin Santoso?." tanya Andrian tiba-tiba.
Arka yang sedang melihat laptop nya langsung mengerutkan dahinya tak mengerti.
"Martin Santoso?, pemilik perusahaan Crop G?." tanya balik Arka.
Dan Andrian hanya mengangguk.
"Ada masalah apa kau dengan Martin Santoso?." lanjut Arka kepo.
Andrian menghela nafasnya, dia menjelaskan semua kejujuran yang di berikan istrinya secara jelas dan cermat, Arka mendengarkan dengan intens.
"Kau harus hati-hati, dia bukan pembisnis yang bisa di remehkan, dia mengumpulkan jaringan dunia gelap di perusahaan nya, menurut info yang beredar mereka juga sering berpesta wanita di ruangan rahasianya." kata Arka.
Arka jelas tau siapa Martin Santoso, bagaimana pun dia juga pernah hidup di dunia gelap meski Arka tidak sedalam Daddy nya dulu yang selalu membunuh musuh-musuh nya dan tak kenal ampun.
Hambatan nya adalah satu, setiap akan membunuh musuhnya Arka selalu ingat akan pesan sang Mommy tercinta nya, dan pada akhirnya hanya Anak buahnya yang bertindak, sedangkan dia hanya terima beres saja.
"Dia memang berbahaya, tapi itu bukan masalah." ucap Andrian sambil tersenyum menyeringai, dia sudah punya rencana bagus untuk membuat Martin Santoso pergi dari kehidupan nya.
"Jangan gegabah Rian, jika kau mau aku akan mengandalkan keganasan Daddy kita untuk membantumu." kata Arka menawari para bapak-bapak yang masih memiliki kharisma.
Andrian menggelengkan kepalanya.
"Tidak untuk kali ini aku akan menyelesaikan nya sendiri, Martin Santoso akan habis di tanganku.''ucap Andrian lagi.
Arka tidak bisa mencegah apa yang akan di lakukan Asisten nya, tapi meski begitu Arka yakin meski sendiri Andrian pasti bisa mengatasi masalahnya.
Nana mengerejapkan matanya saat mendengar suara bel Apertemen nya, buru-buru Nana mengikat rambutnya asal dan memakai sandal capit nya.
Saat Nana berjalan ke arah pintu dia melirik dulu ke arah jam yang menunjukan pukul empat sore.
Apa mungkin suaminya pulang cepat?.
Ceklek..
"Katanya mau_____" ucap Nana terhenti karena melihat sosok yang ada di depan nya itu bukan suaminya, melainkan..
"Kamu." Nana ingin menutup pintunya, namun dengan cepat di tahan oleh sosok di depan nya.
Nana bingung harus bagaimana, dia takut suaminya akan pulang dan memergoki nya bersama pria asing.
Tapi..
"Babby?, kamu tidak lupa bukan dengan perjodohan kita?." kata Martin Santoso lagi santai.
"Maaf, tapi aku sudah menikah." kata Nana tegas.
Pria di depan nya tersenyum menyeringai. "Menikah?, kau bercanda bukan." Martin Santoso mengangakat sebelah alisnya.
Nana mengangguk, "Aku sudah menikah, lihat lah tangan ku ada cincin bukan." sahut Nana lagi sambil memperlihatkan cincin nikahnya yang ada di jari manisnya.
"Ini cincin yang di berikan suamiku, pergilah persetan dengan perjodohan itu, aku mencintai suamiku, dan kami akan hidup bersama selamanya." tegas Nana lagi.
Martin Santoso tersenyum misterius, perduli apa di dengan pernikahan Nana, alasan sejatinya dia menerima perjodohan adalah karena mau mengambil alih perusahaan yang di pegang Nana sekarang.
Tanpa di sadari semua itu terekam oleh Cctv, Andrian menonton di dalam mobil nya dengan senyuman mengembang, merasa bangga dengan keberanian istrinya.
"Ceraikan dia dan kembali padaku." ucap Martin memegang tangan Nana.
Dengan kasar Nana menepis tangan Martin, "Apa kau tuli? atau bodoh?, mana mungkin aku meninggalkan cintaku demi pria tamak harta sepertimu, dasar tidak tau malu sudah di tolak masih ngemis-ngemis." sungut Nana mulai meradang.
Jika tidak bisa di ajak bicara baik-baik maka jalan satu-satunya adalah dengan cara kekerasaan, begitu pikirnya.
"Beraninya kau.." Martin menampilkan tatapan tajam nya, namun hal itu tidak sedikit pun membuat Nana takut, dan malah memperlihatkan wajah yang sama tajam nya.
"Apa?, kau pikir aku takut pada pria cupu seperti dirimu yang bisanya bersembunyi di balik para mafia gila itu hah..!!, kau tau siapa suamiku?, Andrian Parisky putra tunggal dari Tuan Rey Putra Parisky, mantan Asisten Mafia kejam Rafasya Ammar Raid, kau tidak bodoh bukan sehingga tidak mengenal kedua sosok terkenal itu." Nana berucap dengan lantang dan percaya dirinya.
"Kau menakuti ku?, haha hanya orang bodoh yang percaya dengan akal-akalan mu Nana." kata Martin lagi, menyangkal ucapan Nana.
"Terserah, tapi sebentar lagi kau pasti akan mendapatkan pesan dari suamiku, dan setelah itu nikmatilah kehancuran mu." lanjut Nana lalu cepat menutup pintunya.
Dan setelah Nana menutup pintunya Martin pun berniat meninggalkan area Apertemen, dia akan merencanakan hal lain untuk bisa membuat Nana kembali ke tangan nya.
Sampai sebuah dering telepon membuatnya teralihkan.
"Saham perusahaan turun tuan."
"Apaa..!!!."
"Markas kita juga sudah di kepung oleh polisi, semua barang dagangan habis di sita oleh polisi, dan yang parahnya lagi semua anggota juga ikut tertangkap tanpa sempat melawan."
"Bagaimana bisa?."
"Sepertinya ada seseorang yang membocorkan informasi tentang bisnis kita pada kepolisian."
"Kau tau siapa orang nya?.
"Saya tidak tau pastinya siapa, tapi di depan kantor ada kiriman bunga dengan tulisan Selamat atas kehancuran mu, dan inisial nya adalah AP."
Martin mematikan ponselnya sepihak, lalu menendang tong sampah yang ada di depan nya.
" Ap?, apa dia Andrian Parisky?, suami Nana?." ucapnya sambil berjalan.
Ragu-ragu Martin mencari informasi tentang Andrian Parisky, dan yang dia lihat membuat matanya seketika melotot sempurna.
"Sial aku salah mencari lawan." ucapnya sambil membanting ponselnya.
Kini bukan hanya harapan mengambil perusahaan Nana saja yang hilang, tapi harapan untuk kemajuan perusahaan nya pun akan sirna karena selain saham yang turun perusahaan nya juga terancam gulung tikar karena sejatinya perusahaan Crop G berdiri di karena bantuan para mafia, dan sekarang semua mafia itu telah menjadi buronan tahanan Polisi, begitu pun dengan dirinya yang terancam menjadi tahan polisi.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa jejak, ♥️